Yahweh, Kata Terlarang Bagi Bangsa Israel

Yahweh, Kata Terlarang Bagi Bangsa Israel

Pada mulanya, orang-orang Kanaan atau yang sekarang menjadai negara Israel, mempraktikkan suatu bentuk pemujaan terhadap leluhur dengan cara memuliakan “dewa ayah” atau “dewa rumah”. Hal ini merupakan bentuk daripada memberi penghormatan kepada leluhur duniawi mereka. Di dalam upaya bangsa Israel untuk membangun hubungan suku dan keluarga secara individu, praktik ini kemudian berkembang menjadi pemujaan terhadap dewa seperti Baal, dewa El, Asherah, Dewa Utu-Shamash, dan juga Tuhan Yahweh. Bangsa Kanaan atau yang sekarang ini kerap disebut sebagai bangsa Yahudi dari Negara Israel, pada mulanya sama seperti semua peradaban kuno yakni melakukan penyembahan kepada banyak dewa. Namun, bangsa yahudi yang utama menyembah kepada dewa-dewa tersebut di antara mereka adalah dewa langit El.

Menurut kepercayaan bangsa Israel, dewa El memberikan masing-masing otoritas kepada dewa yang lain atas segmen orang-orang di bumi dan Yahweh merupakan dewa yang ditugaskan kepada bangsa Israel. Hingga pada akhirnya bangsa Israel menjadikannya dewa tertinggi dan satu-satunya dewa bagi mereka. Hal ini menunjukan bahwa sebelumnya Yahweh merupakan dewa Kanaan yang lebih rendah dibandingkan dengan dewa El. Sebagaimana pada kitab yang digunakan sebagai acuan bangsa israel bahwa “Musa belajar identitas aslinya sebagai seorang Israel dan, setelah membunuh seorang Mesir, melarikan diri ke tanah Midian di mana, pada waktunya ia bertemu Yahweh dalam bentuk semak yang terbakar” (Keluaran 3, 4: 1-17). Berdasarkan ayat tersebut, menafsirkan bahwa Yahweh ditransformasikan dari satu dewa di antara banyak dewa ke dewa tertinggi oleh bangsa Israel di Zaman Besi (c.1200-930 SM). Zaman besi merupakan era ketika besi menggantikan perunggu dan adanya peleburan tembaga. Pada zaman ini kerajinan tersebut dipandang sebagai semacam sebuah transformatif. Di sisi lain, sihir mulai kehilangan status unik mereka tergantikan oleh zaman baru ini. Pada waktu itu, orang Israel berusaha menjauhkan diri dari dunia luar untuk menyatukan kekuatan politik dan militer. Dengan adanya kekuatan politik dan militer, dengan demikian mereka dapat mengangkat Yahweh di atas El dan menjadikan yahweh sebagai makhluk tertinggi sekaligus mengklaimnya sebagai milik bangsa Israel.

Bangsa yahudi melarang penggunaan kata Yahweh untuk diucapkan pada percakapan sehari-hari karena mereka beranggapan bahwa nama mahluk tertinggi tidak boleh diucapkan secara sembarangan. Hal ini karena bangsa Yahudi memiliki anggapan bahwa kata Yahweh terlalu suci untuk diucapkan bagi mahluk seperti manusia sekalipun mereka adalah mahluk pilihan seperti bangsa Yahudi. Bangsa Israel mengenal Konsonan YHWH yang digunakan guna mengingatkan seorang hamba untuk mengucapkan kata ‘adonai’ atau lord yang digunakan sebagai pengganti nama dewa. Yahweh sendiri hanya diucapkan sekali dalam setahun yakni pada saat hari pembukaan pintu taubat bagi bangsa Israel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Tweet
Share
Pin
Share