Penilaian Antara Yahweh Ataupun Tuhan

Penilaian Antara Yahweh Ataupun Tuhan

iahushua.comPenilaian Antara Yahweh Ataupun Tuhan. Dalam bumi Kristen dikala ini nampak terdapat gelombang pandangan terkini menyangkut mengenai julukan diri dari Tuhan. Pangkal permasalahannya nyatanya bukan tiba dari anutan diluar Kristen, tetapi ialah respon dari kebimbangan pengikut Kristen sendiri mengenai memo julukan Tuhan yang terdapat dalam Alkitab, bagus berbentuk bahasa aslinya, ataupun terjemahannya dalam Bahasa Indonesia.

Intinya, catatan itu berupaya buat mengembalikan julukan diri Tuhan yang dikira sudah galat maksud kembali jadi Yahweh( YHWH). Aku sendiri tidak berkeinginan‘ turut aduk’ memperdebatkan tutur atau sebutan‘ Allah, Tuhan, Yahweh’ cocok fokus dalam catatan pada web itu. Aku berupaya lebih mementingkan diri pada persoalan besar:

1. Bila Julukan‘ YHWH atau YAHWEH’ Selaku Julukan DIRI TUHAN Awal KALI Dipublikasikan..??

Dalam Akad Lama tertera penjelasan:

Kel 6: 2( 6- 1) Berikutnya berfirmanlah Allah pada Musa:“ Akulah TUHAN.

Kel 6: 3( 6- 2) Saya sudah menampakkan diri pada Abraham, Ishak serta Yakub selaku Allah Yang Kahar, namun dengan nama- Ku TUHAN Saya belum melaporkan diri.

Baca Juga: Ajaran Agama Tentang Yahudi Serta Keistimewaannya

Tutur‘ TUHAN’ berawal dari Bahasa aslinya‘ Yahweh’ ataupun‘ YHWH’ yang tercatat dalam pangkal Akad Lama berbicara Yahudi. Buat uraian lebih komplit, kamu dapat membacanya pada web ini:

Hingga bagian itu dapat dipaparkan bahwaTuhan sudah berdialog atau berkata pada Musa, selaku pihak yang diyakini pemeluk Kristen menulis 5 Buku awal dalam Akad Lama, memberitahukan kalau nama- Nya merupakan‘ YHWH atau Yahweh’ selaku julukan diri, sekalian diklaim banyak orang saat sebelum itu belum memahami julukan diri itu. Tetapi sang pengarang yang serupa berterus terang perihal yang berlainan:

Kej 4: 26 Lahirlah seseorang anak pria untuk Set pula serta anak itu dinamainya Enos. Durasi seperti itu orang mulai memanggil julukan TUHAN.

Set merupakan anak dari Adam serta Hawa, serta julukan diri Tuhan, ialah‘ YHWH atau Yahweh’ mulai diketahui orang pada zaman anak dari Set, bernama Enos lahir. Suara bagian itu nyata menerangkan bila julukan‘ YHWH atau Yahweh’ awal kali dipublikasikan( yang digaris- bawahi).

Disini timbul persoalan: Mana dari kedua uraian itu yang betul..?? mengenang keduanya ucapan pertanyaan Durasi awal kali julukan‘ YHWH atau Yahweh’ dipublikasikan. Apakah keduanya dapat disinkronkan serta dimaksud kalau yang tidak memahami julukan YHWH atau Yahweh cocok Kel 6: 3 itu cumalah Abraham, Ishak serta Yakub saja..??

Sebaliknya orang lain telah tahu dengan julukan Tuhan itu, apalagi jauh saat sebelum ketiga orang itu hidup. Katakanlah kita membetulkan saja perihal itu, sekalipun kedengarannya abnormal mengenang Abraham, Ishak serta Yakub ialah banyak orang opsi yang anutan serta perkataannya banyak diambil dalam Alkitab serta terdaftar kerap‘ berbahas’ dengan Tuhan. Penjelasan itu kembali‘ dimentahkan’ oleh catatan dari orang yang serupa, ialah Musa( bagi asumsi Kristen) dalam bagian ini:

Kej 4: 1 Setelah itu orang itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, serta mengandunglah wanita itu, kemudian melahirkan Kain; hingga tutur wanita itu:“ Saya sudah menemukan seseorang anak pria dengan bantuan TUHAN.”

Ada apologi dari penganut Kristen melaporkan kalau alami saja dalam Buku Peristiwa yang menggambarkan insiden saat sebelum zaman Musa telah tercatat julukan‘ YHWH atau Yahweh’ sebab buku itu memanglah ditulis oleh Musa yang telah memahami julukan diri Tuhan itu. Opini ini nampak masuk akal, misalnya buat menarangkan bagian ini:

Kej 2: 4 Demikianlah riwayat langit serta alam pada durasi dilahirkan. Kala TUHAN Allah menghasilkan alam serta langit,

Tutur‘ TUHAN’ ialah alih bahasa dari‘ YHWH atau Yahweh’ serta tutur‘ Allah’ diterjemahkan dari asal tutur‘ Elohim’. Disana dapat kita jelaskan kalau Musa menggambarkan mengenai Tuhan yang telah dikenal namanya menghasilkan alam sarwa, peristiwa invensi memanglah pada waktu dahulu, tetapi keterangannya terbuat pada zaman Musa. Ini merupakan uraian yang masuk ide. Tetapi gimana menarangkan Kej 4: 1 yang menggambarkan mengenai Perkataan dari Hawa yang merupakan nenek dari Enos, tutur yang pergi dari mulutnya mengatakan‘ YHWH atau Yahweh’. Alibi kalau catatan itu terbuat pada era Musa tidak dapat membantu, sebab sekalipun ditulis bila juga setelahnya, perkataan ataupun percakapan orang yang diambil pasti wajib cocok dengan apa yang diucapkan orang itu pada durasi itu. Beda perihalnya jika sang pengarangnya sendiri membagikan data ataupun uraian mengenai suatu dimana dulu sekali.

Hingga buat permasalahan‘ percakapan Hawa’ ini ada 2 mungkin:

a. Kenyataannya Hawa serupa sekali tidak mengatakan‘ YHWH atau Yahweh’ kala menyongsong kelahiran Kain, itu cumalah ialah tutur Bonus dari sang cerpenis buku itu.

b. Ataupun Hawa memanglah mengatakan julukan diri Tuhan, tetapi yang tentu bukan‘ YHWH atau Yahweh’, terdapat julukan diri dari Tuhan lain yang telah diketahui oleh Hawa pada durasi itu.

2. APAKAH Terdapat Julukan DIRI TUHAN Saat sebelum Dipublikasikan PADA MUSA?

Kita berupaya menelusuri balasan persoalan itu, dari‘ rimba- raya’ 5 Buku Musa, paling utama yang memuat kisah- kisah orang saat sebelum julukan‘ YHWH atau Yahweh’ dipublikasikan pada Musa. Aku sendiri tidak hendak mempermasalahkan bagian yang berupa perkataan atau catatan sang penulisnya, tetapi fokus pada percakapan atau perkataan orang yang diambil dalam buku itu:

Kej. 15: 2 Abram menanggapi:“ Betul Tuhan ALLAH, apakah yang hendak Anda bagikan kepadaku, sebab saya hendak tewas dengan tidak memiliki anak, serta yang hendak memperoleh rumahku yakni Eliezer, orang Damsyik itu.”

Kej. 15: 8 Tutur Abram:“ Betul Tuhan ALLAH, dari manakah saya ketahui, kalau saya hendak memilikinya?”

Abraham memanggil Tuhannya dengan panggilan‘ Tuhan ALLAH’, berawal dari tutur‘ Elohim Yahweh’. Dalam buku Kel 6: 3 nyata serta jelas dibilang kalau Ibrahim belum dipublikasikan dengan julukan diri Tuhan“ YHWH atau Yahweh’, hingga timbul persoalan: apa julukan Tuhan yang sesungguhnya pergi dari mulut Abraham itu..?? Apakah Abraham cuma mengatakan tutur‘ Tuhan’ ataupun‘ Elohim’ saja selaku julukan kedudukan atau gelar atau titel, ataupun memanglah mengatakan dua- duanya, yang satu ialah julukan kedudukan, yang yang lain merupakan julukan diri Tuhan yang memanglah telah diketahui Abraham, tetapi julukan itu yang tentu bukan‘ YHWH atau Yahweh’…

Dalam banyak bagian, kita pula menciptakan sebutan‘ El atau Elohim atau Eloah’ yang diakui oleh pihak Kristen sendiri ialah julukan yang sangat‘ dini’ ditemui dalam Alkitab. Julukan‘ El atau Elohim atau Eloah’ pula diakui memiliki 2 arti, ialah selaku‘ julukan diri’ serta selaku‘ julukan kedudukan’.

Kemudian darimana kita ketahui kala orang saat sebelum Musa mengatakan‘ El atau Elohim atau Eloah’ itu wajib dimaksud dengan julukan kedudukan serta bukan julukan diri. Itu cumalah ialah‘ advis’ dari 5 buku Musa yang telah melaporkan julukan diri Tuhan merupakan‘ YHWH atau Yahweh’, sebab terdapatnya statment itu hingga julukan‘ El atau Elohim atau Eloah’ diposisikan selaku julukan kedudukan serta bukan julukan diri.

Dari catatan diatas, dapat disimpulkan:

a. Salah satunya pangkal uraian mengenai julukan diri Tuhan‘ YHWH atau Yahweh’ cumalah 5 buku Musa, yang ditulis atau bukti oleh Musa seseorang diri( cocok uraian Kristen).

b. Uraian mengenai bila awal kali julukan diri Tuhan‘ YHWH atau Yahweh’ dipublikasikan nyatanya simpang siur.

c. Uraian mengenai julukan diri Tuhan‘ YHWH atau Yahweh’ dalam buku itu nyatanya memiliki kekeliruan serta tidak bersumber pada kenyataan yang sesungguhnya.

d. Terdapat gejala dalam buku itu kalau banyak orang saat sebelum era Musa sudah mengatakan julukan diri Tuhan yang lain.

e. Terdapat gejala kalau julukan diri Tuhan tesebut merupakan‘ El atau Elohim atau Eloah’ yang mendekati dengan julukan diri Tuhan dalam anutan Islam ialah‘ Allah’

3. Gimana CERITANYA Bagi AL- QUR’ AN…??

Saat ini kita coba mengemukakan bersumber pada pangkal yang lain, begitu juga 5 buku Musa, pangkal itu pula bersumber pada‘ bukti seseorang diri’ dari rasul Muhammad SAW. Aku sendiri tidak menciptakan tutur‘ Allah’ pergi dari mulut rasul Adam serta Hawa tercantum pula kala Al- Qur’ an menceritakan mengenai invensi orang serta kehidupan kedua nenek moyang pemeluk orang itu kala terletak di‘ jannah’. Salah satunya gelar Tuhan yang terdapat, cumalah tutur‘ rabb’, ialah bahasa Arab dari julukan kedudukan Tuhan:

[7: 23] Keduanya mengatakan:“ Betul Tuhan kita, kita sudah menyiksa diri kita sendiri, serta bila Anda tidak memaafkan kita serta berikan belas kasihan pada kita, tentu tentulah kita tercantum banyak orang yang puntung.

Aku pula tidak menciptakan julukan diri‘ Allah’ itu pergi dari mulut Belis ataupun malaikat pada insiden itu. Para malaikat dicatat mengatakan tutur ubah orang awal‘ Anda’ serta Iblispun pula begitu, tidak hanya mengatakan‘ Anda’ pula mengatakan tutur‘ Tuhan’ selaku julukan kedudukan.

Apa rahasia dibalik ini..?? Apakah durasi disurga serta kala Adam serta Hawa diturunkan ke alam, Allah belum memberitahukan nama- Nya..?? Orang yang awal yang mengatakan julukan Allah merupakan Habil, anak rasul Adam serta Hawa:

[5: 27] Mengatakan Habil:“ Sebetulnya Allah cuma menyambut( korban) dari banyak orang yang bertakwa”.

Baca Juga: Pandangan Islam Mengenai Alam Semesta yang Kita Tempati Ini

Darimana Habil mengenali julukan diri Tuhan itu..?? Apakah dari kedua orang tuanya..?? Disini kita dapat menganalisa kalau‘ mungkin besar’ julukan diri Tuhan telah dipublikasikan semenjak Adam awal kali dilahirkan serta bercokol di‘ jannah’ bersama istri dia. Logikanya, jika Tuhan membagikan wawasan mengenai nama- nama suatu, hingga awal kali yang hendak diberitahukan- Nya tentulah nama- Nya sendiri. Terlebih Adam serta Hawa awal kali bermukim disurga,‘ rumah’ Tuhan serta terkumpul bersama Tuhan. Tidak masuk ide jika kamu misalnya bermukim di kastel Kepala negara RI, tetapi sepanjang kamu bercokol disana bertahun- tahun serupa sekali tidak dipublikasikan siapa julukan Presidennya. Jadi kala Al- Qur’ an menerangkan:

[2: 31] Serta Ia mengarahkan pada Adam nama- nama segenap, setelah itu mengemukakannya pada para Malaikat kemudian berkata:“ Sebutkanlah kepada- Ku julukan barang- barang itu bila kalian memanglah betul banyak orang yang betul!”

Apakah masuk ide jika Allah berikan wawasan pada Adam mengenai julukan barang; alam, langit, kukila, tumbuhan, fauna.. tetapi tidak memberitahukan julukan diri- Nya sendiri..?? Sekalipun Al- Qur’ an tidak menginformasikannya, tetapi bersumber pada ayat- ayat lain yang dapat kita‘ anyam’ dengan ide segar, kesimpulan hendak membidik pada: Tuhan memanglah sudah memberitahukan julukan diri- Nya semenjak pertama- kali orang dilahirkan. Berikutnya dengan cara tidak berubah- ubah, Al- Qur’ an mengantarkan orang sehabis itu memahami julukan diri Allah selaku julukan Tuhan yang wajib disembah:

[7: 59] Sebetulnya Kita sudah mengutus Nuh pada kaumnya kemudian beliau mengatakan:“ Aduhai kaumku sembahlah Allah, sekali- kali tidak terdapat Tuhan bagimu selain- Nya.”

[21: 66] Ibrahim mengatakan: Hingga mengapakah kalian memuja tidak hanya Allah suatu yang tidak bisa berikan manfa’ at sedikitpun serta tidak( pula) berikan mudharat pada kalian?”

[12: 66]maka Betul’ qub mengatakan:“ Allah merupakan saksi kepada apa yang kita ucapkan( ini)”.

Apalagi Al- Qur’ an pula menarangkan rasul serta Rasul Allah setelah itu pula memanggil Allah selaku julukan diri Tuhan yang wajib disembah:

[7: 140] Musa menanggapi:“ Patutkah saya mencari Tuhan buat kalian yang tidak hanya dari pada Allah, sementara itu Dialah yang sudah melebihkan kalian atas seluruh pemeluk.

[5: 72] Sebetulnya sudah kafirlah banyak orang yang mengatakan:“ Sebetulnya Allah yakni Angkatan laut(AL) Sedang putera Maryam”, sementara itu Angkatan laut(AL) Sedang( sendiri) mengatakan:“ Hai Anak cucu Israil, sembahlah Allah Tuhanku serta Tuhanmu”.

Spesialnya untuk rasul Isa Almasih, nyatanya bersumber pada memo alkitab Akad Terkini, dia pula mengatakan tutur‘ El atau Elohim atau Eloah’, ataupun yang mendekati dengan suara tutur itu. Buku Akad Terkini aslinya ditulis dalam Bahasa Yunani, tetapi spesial buat perkataan Yesus ini, kalimatnya tidak diterjemahkan:

“ Menarik sekali kalau kala Yesus sendiri menganjurkan di kusen salib beliau menterjemahkan tutur‘ El’ dalam bahasa Yahudi itu jadi‘ Eloi’ dalam bahasa Aram yang dalam alih bahasa LAI diucap selaku bahasa Yahudi. Bahasa aslinya sesungguhnya merupakan‘ hebraic dialekto’( aksen Yahudi) ataupun‘ hebraisti’( lidah orang Yahudi)”.

Nyatanya Yesus tidak menganjurkan‘ YHWH atau Yahweh’, sementara itu dia durasi itu bukan dalam situasi serta suasana‘ asal- asalan’ cocok pantangan dalam Akad Lama:

Kel 20: 7 Janganlah mengatakan julukan TUHAN, Allahmu, dengan asal- asalan, karena TUHAN hendak memandang bersalah orang yang mengatakan nama- Nya dengan asal- asalan.

Tidak seorangpun memiliki benak jika kala itu Yesus memanggil julukan diri Tuhan‘ YHWH atau Yahweh’ maksudnya Yesus telah memanggil julukan Tuhan dengan asal- asalan, malah sepatutnya dalam situasi kritis tersebutlah Yesus sangat layak memanggil julukan diri Tuhan yang dikeramatkan kalangan Ibrani itu. kemudian kenapa Yesus hingga kurang ingat serta justru memanggil julukan Tuhan yang lain..??

4. Kemajuan BAHASA

Dalam sebagian uraian, tercantum dalam pengertian Al- Qur’ an, dipaparkan kalau tutur‘ Allah’ selaku julukan diri dapat berawal dari Bahasa Arabnya‘ al- ilaah’:

” Namun banyak malim beranggapan, kalau tutur‘ Allah’ asalnya merupakan‘ Ilaah’, yang dibubuhi graf‘ Alif’ serta‘ Laam’ serta dengan begitu,‘ Allah’ ialah julukan spesial, sebab itu tidak diketahui wujud jamaknya. Sebaliknya‘ Ilaah’ merupakan julukan yang bertabiat biasa serta yang bisa berupa jamak( plural), ialah‘ Alihah’.

Dalam Bahasa Inggris, bagus yang bertabiat biasa ataupun spesial, keduanya diterjemahkan dengan‘ god’, begitu pula dalam Bahasa Indonesia keduanya bisa diterjemahkan dengan‘ tuhan’, tetapi metode penulisannya dibedakan. Yang bertabiat biasa ditulis dengan graf kecil‘ god atau tuhan’, serta yang berarti spesial ditulis dengan graf besar‘ God atau Tuhan’.”–Tafsir al- Mishbah oleh Ustadz Quraish Shihab

Saat ini gimana jika logikanya kita balik..?? tutur‘ al- ilaah’ itu malah berawal dari julukan diri Allah..??, dalam pekembangan sesuatu bahasa, biasa kita temui julukan diri seorang bertumbuh jadi sesuatu sebutan atau gelar titel. Misalnya julukan diri Adam, setelah itu bertumbuh jadi sesuatu sebutan untuk pria, misalnya diucap: kalangan adam buat membuktikan segerombol pria. Ilustrasi itu bukan tidak bisa jadi terjalin pada julukan diri‘ Allah’. Dalam kemajuannya setelah itu Bahasa Arab mengadopsi julukan yang telah diketahui pemeluk orang semenjak awal itu jadi sebutan buat suatu‘ Yang Disembah

2. ASAL- MULA Julukan YAHWEH Serta Temuan ARKEOLOGI MESIR KUNO

Cerita PERTEMUAN MUSA DENGAN TUHAN Bersumber pada AL- QUR’ AN Serta ALKITAB

Al- Qur’ an menceritakan mengenai pertemuan rasul Musa dengan Tuhan, kala dia pergi dari negara Madyan buat kembali ke Mesir. Di ekspedisi, Tuhan memberitahukan diri- Nya pada Musa. Al- Qur’ an muat cerita ini dalam 2 susunan bagian ialah pada[QS 28: 29- 30] serta[QS 20: 9- 14]

[28: 29] Hingga ketika Musa sudah menuntaskan durasi yang didetetapkan serta ia pergi dengan keluarganya, dilihatnyalah api di lereng gunung beliau mengatakan pada keluarganya:“ Tunggulah( di mari), sebetulnya saya memandang api, mudah- mudahan saya bisa bawa sesuatu informasi kepadamu dari( tempat) api itu ataupun( bawa) sesuluh api, supaya kalian bisa menghangatkan tubuh”.[28: 30] Hingga ketika Musa hingga ke( tempat) api itu, diserulah ia dari( arah) tepi ngarai yang sisi kanan( nya) pada tempat yang diberkahi, dari satu batang tumbuhan kusen, ialah:“ Betul Musa, sebetulnya saya merupakan Allah, Tuhan sarwa alam( innii anaa allaahu rabbu angkatan laut(AL)’ aalamiina)

[20: 9] Apakah sudah hingga kepadamu cerita Musa?[20: 10] Kala beliau memandang api, kemudian berkatalah beliau pada keluarganya:“ Tinggallah kalian( di mari), sebetulnya saya memandang api, mudah- mudahan saya bisa bawa sedikit daripadanya kepadamu ataupun saya hendak menemukan petunjuk di tempat api itu”.[20: 11] Hingga kala beliau tiba ke tempat api itu beliau dipanggil:“ Hai Musa.[20: 12] Sebetulnya Saya inilah Tuhanmu, hingga tanggalkanlah kedua terompahmu; sebetulnya kalian terletak dilembah yang bersih, Thuwa.[20: 13] Serta Saya sudah memilah kalian, hingga dengarkanlah apa yang hendak diwahyukan( kepadamu).[20: 14] Sebetulnya Saya ini merupakan Allah, tidak terdapat Tuhan( yang hak) tidak hanya Saya, hingga sembahlah Saya serta dirikanlah shalat buat mengenang Saya( innanii anaa allaahu laa ilaaha illaa anaa fau’ budnii wa- aqimi alshshalaata lidzikrii).

Dengan cara nyata Al- Qur’ an menginformasikan kalau Tuhan memberitahukan diri- Nya dengan julukan‘ Allah’ yang tidak‘ ilah’ tidak hanya diri- Nya. Data ini membuktikan kalau julukan itu ialah proper name dari Tuhan, bukan sesuatu sebutan ataupun julukan kedudukan.

Kita menciptakan memo alkitab kepada insiden yang serupa pada buku Keluaran 3: 2- 14, dengan style bahasa yang‘ amat kemanusiaan’ serta sedikit kira- kira‘ complicated’:

Kemudian Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam bercahaya api yang pergi dari belukar duri. Kemudian beliau memandang, serta tampaklah: belukar duri itu menyala, namun tidak dikonsumsi api. Musa mengatakan:“ Oke saya menyimpang ke situ buat mengecek pandangan yang hebat itu. Mengapakah tidak dibakar belukar duri itu?”. Kala diamati TUHAN, kalau Musa menyimpang buat meninjaunya, berserulah Allah dari tengah- tengah belukar duri itu kepadanya:“ Musa, Musa!” serta beliau menanggapi:“ Betul, Allah.” Kemudian Beliau berkata:“ Janganlah tiba dekat- dekat: tanggalkanlah kaus kaki dari kakimu, karena tempat, di mana anda berdiri itu, merupakan tanah yang bersih.” Lagi Beliau berkata:“ Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak serta Allah Yakub.” Kemudian Musa menutupi wajahnya, karena beliau khawatir memandang Allah. Serta TUHAN berkata:“ Saya sudah mencermati dengan sangat kesusahan umat- Ku di tanah Mesir, serta Saya sudah mengikuti jeritan mereka yang diakibatkan oleh pengerah- pengerah mereka, betul, Saya mengenali beban mereka. Karena itu Saya sudah turun buat membebaskan mereka dari tangan orang Mesir serta menuntun mereka pergi dari negara itu ke sesuatu negara yang bagus serta besar, sesuatu negara yang bergelimang susu serta madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi serta orang Yebus. Saat ini jeritan orang Israel sudah hingga kepada- Ku; pula sudah Kulihat, alangkah kerasnya orang Mesir menindas mereka. Jadi saat ini, pergilah, Saya mengutus anda pada Firaun buat bawa umat- Ku, orang Israel, pergi dari Mesir.” Namun Musa mengatakan pada Allah:“ Siapakah saya ini, hingga saya yang hendak mengarah Firaun serta bawa orang Israel pergi dari Mesir?” Kemudian firman- Nya:“ Bukankah Saya hendak melampiri anda? Inilah ciri bagimu, kalau Saya yang mengutus anda: bila anda sudah bawa bangsa itu pergi dari Mesir, hingga kalian hendak beribadah pada Allah di gunung ini.” Kemudian Musa mengatakan pada Allah:“ Namun bila saya memperoleh orang Israel serta mengatakan pada mereka: Allah nenek moyangmu sudah mengutus saya kepadamu, serta mereka menanya kepadaku: gimana mengenai nama- Nya?–apakah yang wajib kujawab pada mereka?” Sabda Allah pada Musa:“ Saya Merupakan Saya.” Lagi firman- Nya:“ Beginilah kaukatakan pada orang Israel itu: AKULAH Saya sudah mengutus saya kepadamu.”

Dalam susunan narasi ini nampak konsumsi sebutan buat Tuhan dengan beragam gelar: Malaikat TUHAN, Allah serta TUHAN. Dalam terminologi Kristen, tutur Allah merupakan julukan kedudukan, sebaliknya tutur TUHAN ialah alih bahasa dari julukan diri YHWH( beberapa Kristen melafadzkannya dengan Yahweh, beberapa lain Yehova ataupun Jehova).

Tidak nyata apakah kala Tuhan hendak berjumpa dengan Musa, malaikatnya‘ menyiapkan jalur’ terlebih dulu, kemudian terkini Tuhan timbul serta menyapa Musa, serta kira- kira abnormal pula kala Musa menanggapi‘ betul Allah’, artinya pastinya‘ betul Tuhan’ buat membuktikan kalau Musa telah paham yang menyapanya merupakan Tuhan, serta perbincangan‘ tidak nyambung’ kembali terjalin kala Tuhan meneruskan dengan‘ Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Ishak serta Yakub’, pastinya ini dimaksud‘ Akulah Tuhan dari nenek- moyangmu tadinya’. Lagi- lagi perbincangan ini nampak tidak nyambung sebab dari tanggapannya, Musa telah mengenali kalau yang menyapanya merupakan Tuhan, maksudnya Musa pasti menguasai jika Tuhan itu pula ialah Tuhan dari nenek- moyangnya, melainkan jika Musa memanglah belum paham.

Sehabis Tuhan menarangkan siapa diri- Nya serta meneruskan terdapatnya perintah supaya Musa buat melindungi kaumnya dari kesengsaraan Fir’ aun di Mesir, Musa terkesan ragu serta keraguannya itu bukan terpaut dengan Fir’ aun yang hendak dialami, tetapi malah tertuju pada kaumnya sendiri, Musa berkata‘ bila saya memperoleh orang Israel’ membuktikan perkiraan ia kalau mandat yang hendak ia jalani hendak menemukan tantangan dari kalangan Israel sendiri, serta tantangan itu terpaut dengan‘ siapa yang memerintahkan Musa’. Kembali perbincangan nampak abnormal sebab Tuhan telah melaporkan kalau Ia merupakan Tuhannya nenek- moyang Musa sekalian ialah Tuhan dari kalangan Israel yang hendak diselamatkan, kemudian kenapa Musa sedang meragukan tindakan dari kaumnya sendiri..??. Beberapa pengertian Kristen mengatakan percakapan Musa berikutnya pertanyaan persoalan mengenai julukan Tuhan:

“ mah shemo?”[siapakah nama- Nya]. Dalam aturan bahasa Yahudi, buat bertanya suatu ataupun seorang, umumnya dipakai wujud pertanyaan“ mi?” Tetapi pemakaian tutur“ ma”, bukan cuma berarti bertanya julukan dengan cara harfiah tetapi dasar ataupun individu dibalik julukan itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iahushua.com
Tweet
Share
Pin
Share