Misteri Dibalik Istilah Yahweh Bagi Kaum Yehuda

Misteri Dibalik Istilah Yahweh Bagi Kaum Yehuda

Alkitab menyebutkan bahwa bangsa-bangsa lain yang menyembah Yahweh dan bagaimana dewa datang dari Edom untuk membantu orang Israel dalam peperangan (Ulangan 33: 2, Hakim 5: 4-5). Dalam Alkitab, Yahweh merupakan satu-satunya Tuhan yang benar. Tuhan yang menciptakan langit dan bumi. Dan merupakan Tuhan yang kemudian memilih orang-orang tertentu dalam hal ini adalah orang Israel sebagai miliknya. Sebagai kaum terpilih, bangsa Israel memiliki satu tujuan yaitu mereka harus dapat kembali ke tempat di mana Yaqub pernah hidup yaitu tanah nenek moyang mereka terdahulu. Pada waktu itu wilayah tersebut bernama Tanah Kanaan. Saat ini menjadi Negara Israel. Yeshua (Nabi Yusya Bin Nun) yang memimpin Israel kembali ke Tanah Kanaan tanah leluhur mereka. Bangsa Israel meyakini bahwa Yahweh adalah nama dewa negara Kerajaan Israel kuno yang kemudian menjadi Kerajaan Yehuda. Namanya terdiri dari empat konsonan Ibrani yaitu YHWH atau istilah ini dikenal sebagai Tetragrammaton. Bagi bangsa israel hal ini telah sesuai dengan yang dikatakan oleh nabi Musa sebagaimana telah diungkapkan sebelumnya kepada umatnya. Bangsa yahudi melarang penggunaan kata Yahweh untuk diucapkan karena mereka beranggapan bahwa nama mahluk tertinggi. Hal ini dianggap terlalu suci untuk diucapkan bagi mahluk seperti manusia. Konsonan YHWH digunakan untuk mengingatkan seorang hamba untuk mengucapkan kata ‘adonai’ atau lord yang digunakan sebagai pengganti nama dewa.

Suku Yehuda merupakan salah satu suku dari dua belas suku yang ada di Israel yang berasal dari keturunan Yehuda, putra Yakub dan Lea. Menurut catatan pada Alkitab Ibrani, Yosua menetapkan pemberian tanah di antara kedua belas suku yang ada dengan cara undian. Setelah Kanaan berhasil ditaklukan oleh suku Israel pada tahun 1200-an SM. Suku Yehuda sendiri memperoleh bagian berupa beberapa kota besar seperti Hebron, Betlehem & Negev. Berkaitan dengan pencapaian Yehuda, sebelumnya Yakub berwasiat bahwa “Yehuda adalah seperti anak singa: setelah menerkam, engkau naik ke suatu tempat yang tinggi, hai anakku: Dia tiarap dan berbaring seperti singa jantan/seperti singa betina: Siapakah yang berani membangunkannya?” (Kejadian 49:8-12).

Asal-usul nama Yehuda berasal dari kata Odeh, yang memiliki arti “Aku akan menaikkan pujian”. Sebagaimana dalam sastra rabinik klasik, nama tersebut ditafsirkan sebagai sebuah kombinasi dari nama Tuhan Yahweh dan sebuah dalet yang berupa huruf d dalam abjad Ibrani. Berdasarkan Gematria atau perhitungan angka huruf, huruf dalet memiliki nilai 4. Angka ini merujuk Yehuda sebagai seorang anak laki-laki yang ke empat. Para pakar Alkitab menganggap suku Yehuda merupakan para pengarang teks yang berperan sebagai bagian dari konfederasi Israel yang terdahulu. Namun, tidak sedikit diantara pakar alkitab dari yang menduga bahwa suku Yehuda bukanlah suku asli dari bangsa Israel. Pakar alkitab yang lain menduga bahwa suku Yehuda terdiri dari campuran berbagai suku non-Israel.

One thought on “Misteri Dibalik Istilah Yahweh Bagi Kaum Yehuda

  1. Bahasa Inggris tidak memiliki terjemahan yang tepat dari kata “Yahweh,” sehingga dalam Perjanjian Lama kita melihatnya ditulis sebagai “TUHAN” dalam semua huruf kapital.

    Dalam tradisi Yahudi, “Yahweh” adalah nama yang terlalu sakral untuk diucapkan dengan keras. Seiring waktu orang-orang Yahudi mulai menggantikan “Adonai,” atau “Tuanku,” terutama ketika berbicara. Penggantian umum lainnya adalah nama “Elohim,” yang berarti “Tuhan.” Yang menarik adalah bahwa kedua nama pengganti ini keduanya digunakan untuk hal-hal lain juga, bukan hanya Tuhan, sedangkan Yahweh dicadangkan khusus sebagai nama untuk Tuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Tweet
Share
Pin
Share