Manusia Sebagai Sesama Umat Allah

Manusia Sebagai Sesama Umat Allah

Manusia Sebagai Sesama Umat Allah – Yudaisme adalah suatu sebutan bagi aliran dan ajaran bagi kaum Yahudi yang mayoritas banyak dijumpai di kawasan Israel. Aliran ini sudah lama dikembangkan, kurang lebih sejak 4000 tahun yang lalu. Bermula dari beberapa suku yang menetap di daerah tersebut, dari situlah nama Yahudi juga diambil. Ajaran ini bersumber dari kitab-kitab wahyu Allah yang diturunkan dengan bahasa Ibrani kala itu.

Awal mula aliran ini tergolong sebagai minoritas dibandingkan dengan aliran-aliran kepercayaan lain yang ada di dunia. Akan tetapi, walaupun menjadi sebuah minoritas tidak menjadi suatu halangan bagi para pengikut aliran ini. Mereka tetap teguh pada keyakinan dan pilihan hidupnya. Bisa disebut sebagai minoritas karena hanya berjumlah sekitar 14 juta dari 6 miliar umat manusia yang menganut aliran lain. Akan tetapi, perbedaan bukan sebuah masalah, justru dengan perbedaan yang ada bisa menyatukan bukan? karena pada dasarnya semua aliran adalah sama. Kesamaan yang dimaksud adalah sama-sama mengajarkan tentang kebaikan dan keesaan Allah. Segala perintah, petunjuk serta larangan Allah.

Fakta sejarah juga mengatakan bahwa perkembangan kehidupan beragama umat Yahudi ini sudah tergolong cukup lama sejak 4000 tahun yang lalu. Terbukti dengan berbagai peninggalan, perkembangan peradaban kehidupan manusia. Selain itu, segala Ajaran tentang Yudaisme ini juga terdapat di dalam kandungan isi kitab yang sama sebagaimana mempunyai kaitan dengan kitab-kitab aliran lain. Beberapa kandungan diantaranya ada yang sama. Seperti misalnya antara Kandungan kitab Injil dan Al-quran ada beberapa yang mempunyai artian sama. Karena berulang kali dikatakan bahwa pada dasarnya segala aliran adalah sama mengenai ibadah dan wujud penyembahan umat pada Tuhannya serta segala ajaran kebaikan, aturan, petunjuk, perintah bahkan larangan.

Dengan demikian, segala sesuatu yang ada di muka bumi ini adalah fana dan tidak akan kekal. Kita sebagai sesama manusia ciptaan Allah harus saling menghargai dan menjaga, saling mengingatkan serta berlomba-lomba dalam hal kebaikan. Berbeda pilihan bukan sebuah masalah, karena pada dasarnya perbedaan adalah menyatukan. Kita sesama umat Allah sama-sama akan kembali pada Allah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Tweet
Share
Pin
Share