Asal Mula Konsep Ajaran Tuhan bagi Bangsa Israel

Asal Mula Konsep Ajaran Tuhan bagi Bangsa Israel

Asal Mula Konsep Ajaran Tuhan bagi Bangsa Israel – Ajaran Tuhan yang dianut oleh sebagian besar bangsa Israel, baik penduduk asli Israel ataupun para pendatang yang kini telah menetap di sana adalah ajaran Agama Yahudi. Kata Yahudi sendiri berasal dari kata Yehuda, yang diambil dari salah satu yang terbesar dari dua belas suku nenek moyang bangsa Israel. Pada awalnya istilah Yahudi hanya berlaku bagi keturunan terbesar dari kedua belas suku tersebut, akan tetapi kini telah menjadi suatu istilah umum bagi masyarakat Israel. Baik para pemimpin, penemu ajaran serta para pengikutnya. Suku terbesar dari dua belas suku yang ada pada silsilah suku-suku nenek moyang bangsa Israel adalah keturunan Yakub. Yakub memiliki empat orang istri dan dua belas anak yang disebut-sebut sebagai suku terbesar yang mana memiliki jumlah anggota keluarga dengan jumlah yang paling banyak. Keempat istri Yakub adalah Rea, Rahel, Zilpa dan Bilha. Dengan Rea, Yakub memiliki enam orang anak yaitu Ruben, Simeon, Lewi, Yehuda, Isakhar dan Zebulon. Dari Rahel memiliki dua orang anak yaitu Yusuf dan Benyamin. Sedangkan dari Zilpa mempunyai anak bernama Gad dan Asyar. Kemudian, yang terakhir yaitu dari Bilha, Yakub mempunyai anak Naftali dan Dan.

Dari salah satu nama anak-anak Yakub tersebut istilah Yahudi diambil, dimana sampai saat ini istilah Yahudi masih dipakai dan menjadi populer dikalangan masyarakat dunia. Dimana Istilah Yahudi erat kaitannya dengan ajaran agama bangsa Israel. Pada dasarnya ajaran agama apapun pasti sama yaitu mengajarkan mengenai keesaan Tuhan dan ajaran untuk berbuat kebaikan antar sesama manusia selama hidup di muka bumi, menjaga alam semesta, serta mengamalkan ajaran Tuhan serta meninggalkan larangan Nya. Melainkan hanya berbeda mengenai cara penyampaian dan konsep-konsepnya.

Dengan demikian, setelah anda membaca sedikit ulasan dari salah satu pemain judi bola online di agen bola online mengenai asal mula ajaran Yahudi, Anda pasti akan menjadi lebih mengetahui bagaimana informasi yang sebenarnya mengapa disebut sebagai bangsa Yahudi yang kini sering disebut atau sering Anda dengar di berbagai media yang mana sangat erat kaitannya dengan bangsa Israel.

Informasi Lengkap Seputar Tuhan Bangsa Israel Yakni YHWH atau Yahwe
Article Bible Information Pray

Informasi Lengkap Seputar Tuhan Bangsa Israel Yakni YHWH atau Yahwe

Informasi Lengkap Seputar Tuhan Bangsa Israel Yakni YHWH atau Yahwe – Sebagian besar dari bangsa Israel penduduknya beragama Yahudi. Pastinya sudah tidak asing lagi kata Yahudi ini bagi masyarakat luas mengingat agama ini masuk dalam jajaran agama yang penganutnya banyak. Kata Yahudi dalam agama ini sendiri diambil dari keturunan Yehuda. Untuk Tuhan bangsa Israel beragama yahudi ini sendiri dinamakan YHWH atau Yahwe. Menariknya, nama dari Tuhan ini punya sebutan lain dalam Alkitab yakni seperti Nissi, YHWH Jireh, Sabaoth dan lain sebagainya. Dari beragam nama yang ada, nama YHWE adalah nama Tuhan dari agama yahudi bangsa Israel yang paling sering disebut. YHWE sendiri berasal dari bahasa Ibrani, bahasa yang cukup populer hingga saat ini. Nah, perlu Anda ketahui bahwa pengunaan nama YHWE ini mulai dari dulu sampai saat ini pun pengucapannya dilarang dalam kalangan orang bangsa Israel beragama yahudi sendiri. Hal ini dikarenakan ditakutkannya ada penyalahgunaan yang merugikan. Oleh karena pengucapan YHWH ini dilarang, maka pengucapannya akan diganti dengan kata bermakna sama yakni Adonian yang maknya adalah Tuhan atau Tuan. PEngunaan nama YHWH bagi bangsa israel yang punya agama Yahudi ini adalah untuk mengagungkan dan menunjukan rasa hormat yang dipunyai kepada Tuhan yang dipunyai.

Yahwe atau Tuhan dalam ajaran agama Yahudi bangsa Israel ini mengajarkan mengenai banyak hal. Beberapa diantaranya adalah cinta kasih atau mengasihi terhadap sesama manusia layaknya cinta Tuhan kepada manusia dan menyembah YHWE sebagai satu-satunya Tuhan. Selain itu, penganut agama yahudi bangsa Israel ini juga diajarkan mengenai keesaan Tuhan, menjaga alam, berguna bagi sesama, mengamalkan ajaran Tuhan dan juga pastinya meninggalkan beragam larangan yang sudah Tuhan berikan. Keluarga merupakan hal yang penting dan utama bagi bangsa Israel. Bagi mereka yang yang setia dalam ajaran yahudi, penyembahan terhadap YHWE yang merupakan Tuhan mereka ini akan dilakukan setiap hari. Secara khusus, harus sabtu atau yang biasa disebut dan dikenal dengan hari sabat adalah hari utama untuk untuk beribadah menyembah Yahwe. Antara hari jumat dan sabtu sore, penganut agama Yahudi bangsa Israel ini akan meminum secangkir anggur, memakan roti yang sudah diberlaki dan juga menyalakan sebuah lilin. Hanya orang-orang yang masih dalam keturunan bani Israel saja yang bisa menganut agama Yahudi dan melakukan penyembahan kepada Yahwe secara tuhan seperti yang sudah dijelaskan.

Bangsa Israel percaya bahwa Tuhan telah menjanjikan sebuah tanah dan mereka harus kembali ke tanah tersebut. Hal ini bisa dilihat langsung dalam Yehezkiel 37:21 dimana terltulis Tuhan menjanjikan kepada bangsa Israel mengenai ‘tanah yang dijanjikan’ ini. Merupakan sebuah kewajiban bagi mereka bangsa israel yang memeluk agama yahudi untuk kembali ke tanah tersebut seperti yang sudah Tuhan sampaikan. Selain itu ketahuilah pula bahwa isi dari kitab yang dipunyai Agama Yahudi sendiir berisi perjanjian yang sudah YWHE buat kepada Abraham bahwa ia dan semua keturunannya akan diberikan perlindungan dari Yahwe dan diberikan rahmat. Hal ini dikarenakan keturunan bangsa Israel dikenal taat akan pernjanian lama dan beragam aturan lainnya yang sudah ditetapkan. Untuk melaksanakan janji YHWE atau Tuhan ini, Tuhan mengutus Musa untuk menyampaikan wahyu ini. Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai Tuhan bangsa israel YHWE alias Yahwe ini, bisa langsung membaca alkitab yang tersedia ataupun membaca beragam artikel mengenai tuhan bangsa Israel Yahew di situs sbobet link dan internet.

Mengenai Yahwe, Tuhan Agama Yahudi Bangsa Israel
Article Bible Information Pray

Mengenai Yahwe, Tuhan Agama Yahudi Bangsa Israel

Mengenai Yahwe, Tuhan Agama Yahudi Bangsa Israel – Pernahkan Anda mendengar mengenai kata Yahwe? Bagi sebagian besar masyarakat terutama masyarakat nasrani pastinya pernah mendengar ataupun mengetahui mengenai kata Yahwe yang berasal dari bahasa Ibrani ini. Bagi yang belum mengetahui, Yahwe atau YHWE adalah nama Tuhan dari agama Yahudi yang banyak dianut Bangsa Israel. Adapun sebagain besar bangsa ini menganut agama Yahudi yang mana agama ini berdasarkan keturunan dan hanya keturunan bani Israel yang bisa menganut agama tersebut. Dalam alkitab, Anda akan menemukan nama lain dari Yahwe ini mulai dari YHWH Jireh, Sabaoth dan Nissi dan lain-lain. Dari beragam nama Tuhan dalam agama yahudi bangsa Israel yang ada, nama YHWH adalah yang paling sering disebut. Walaupun nama YHWH sendiri banyak ditemukan dalam alkitab, tetapi tidak boleh dilafalkan atau diucapkan demi menghindari adanya penyalahgunaan nama. Untuk itulah bagi siapa yang ingin mengucapkan Yahwe ini, harus mengantinya dengan Adonian yang artinya adalah Tuan atau Tuhan. Adapun pengunaan dari nama YHWH sendiri adalah untuk memperlihatkan bagaimana rasa hormat mendalam yang dipunyai kepada Tuhan yang disembah.

Yahwe dianggap sebagai pencipta segala hal yang ada di alam semesta dan mempunyai keahlian yang tdak bisa ditandingi ataupun disangkal. Pada abat ke 6-SM, akhirinya Yahwe dicanangkan menjadi Tuhan satu-satunya, pemilik sejati segala hal dalam alam semesta dan juga pecipta alam semesta. Untuk mmebahas lebih jauh mengenai Yahwe dalam agamaya Yahudi orang Israel ini, harus Anda pahami terlebih dahulu mengenenai Yehuda yang merupakan asal dari Yahudi. Yehuda diambil dari salah satu suku terbesar milik nenek moyang Israel. Dulunya memang hanya berlaku untuk salah satu keturunan terbesar saja namun saat ini sudah menjadi salah satu istilah umum bangsa Israel. Nah terdapat tiga konteks dalam nama YHWE Tuhan agama Yahudi Bangsa israel ini yang menghasilkan suatu rumusan dimana Tuhan hanya ada satu saja dan yang disembah sama saja. Semua manusia berhak mengimani dan menyembah Tuhan ini dengan layak. Penganut agama Yahudi sendiri percaya bahwa YHWE Tuhan memberikan sebuah tanah khusus yang disebut sebagai tanah terjanji kapada bangsa Israel. Hal ini tertuang dalam sabda Tuhan di Yehezkiel 37:21. Bagi yang memang menganut agama Yahudi ini harus mengikuti semua sabda Tuhan termasuk kembali ke tanah terjanji.

 Tuhan Agama Yahudi Bangsa Israel

Untuk memuliakan Yahwe, tentu saja masyarakat Israel pengaut agama Yahudi ini punya waktu khusus dimana mereka akan berbadah atau berdoa. Waktu tersebut pada hari sabat atau haris sabtu yang dijadikan hari utama peribadatan. Selain itu antara jumat serta sabtu sore, pengaut gama Yahudi akan memakan rotii yang sudah diberkati, meminum anggur dan juga menyalakan lilin dengan cara mereka sendiri. Walaupun sudah ada waktu khusus untuk menyebah Yahwe, bagi mereka yang amat taat akan melakukan penyembahan dan berdaoa setiap hari kepada Yahwe yang dipunyai sendiri. Perlu Anda ketahui bahwa Yahwe dan janji-Nya menjadi isi utama dari kitab agama Yahudi ini dimana Yahwe sendiri berjanji kepada Abraham dan keturunanya bahwa Ia akan memberikan perindungan dan rahmat yang melimpah karena keturunnya ini yang merupakan bangsa Israel taat akan kitab perjanjian lamad dengan imat yang kuat kepada Tuhan. Ajaran dan juga informasi mengenai Yahwe maupun agama Yahudi secara lengkap bisa Anda langsung simak melalui alkitab yang tersedia. Ataupun apabila tidak mempunyai alkitab, bisa menyimak dari artikel-artikel khusus yang tersedia dan membahas mengenai Yahwe agama Yahudi bangsa Israel.

Asal Dari Keyakinan Yahudi
Article Bible Information Pray

Asal Dari Keyakinan Yahudi

Asal Dari Keyakinan Yahudi – Yudaisme adalah salah satu kepercayaan yang ada di dunia ini. Keyakinan ini dianut oleh orang-orang Yahudi itu. Yakni mereka yang berada di negara Israel atau mereka yang tinggal di luar negeri dan menganut kepercayaan ini. Seperti banyak kepercayaan yang ada di dunia ini, orang Yahudi juga memiliki Tuhannya sendiri.

Kata Yahudi berasal dari salah satu marga dari ke dua belas nenek moyang Suku Israel. Dari dua belas leluhur dengan keturunan paling banyak yaitu Yehuda. Dan pada akhirnya seluruh bangsa Israel terlepas dari kewarganegaraan atau tanah airnya sering disebut juga sebagai Yahudi atau penganut Yudaisme. Dan ini tidak lain karena fakta bahwa semua penganut ajarannya disebut dengan nama yang sama, yaitu Yudaisme atau Yudaisme. Bagi mereka, orang Yahudi ini adalah istilah Yahudi yang diambil dari keturunan Yakub. Yakub ini memiliki empat istri, yaitu Rahel, Zilpa, Lea, dan Bilha. Dari istri pertamanya, Lea, Yakub ini memiliki 6 orang anak yaitu Ruben, Lewi, Isakhar, Asal Dari Keyakinan Yahudi
Yudaisme adalah salah satu kepercayaan yang ada di dunia ini. Keyakinan ini dianut oleh orang-orang Yahudi itu. Yakni mereka yang berada di negara Israel atau mereka yang tinggal di luar negeri dan menganut kepercayaan ini. Seperti banyak kepercayaan yang ada di dunia ini, orang Yahudi juga memiliki Tuhannya sendiri.

Kata Yahudi berasal dari salah satu marga dari ke dua belas nenek moyang Suku Israel. Dari dua belas leluhur dengan keturunan paling banyak yaitu Yehuda. Dan pada akhirnya seluruh bangsa Israel terlepas dari kewarganegaraan atau tanah airnya sering disebut juga sebagai Yahudi atau penganut Yudaisme. Dan ini tidak lain karena fakta bahwa semua penganut ajarannya disebut dengan nama yang sama, yaitu Yudaisme atau Yudaisme. Bagi mereka, orang Yahudi ini adalah istilah Yahudi yang diambil dari keturunan Yakub. Yakub ini memiliki empat istri, yaitu Rahel, Zilpa, Lea, dan Bilha. Dari istri pertamanya, Lea, Yakub ini memiliki 6 orang anak yaitu Lewi, Yehuda, Isakhar, Ruben, Simeon, dan Zebulun. Dan dari istri kedua Rahel, Yakub memiliki 2 orang anak yaitu Yusuf dan juga Benyamin. Kemudian dari istri ketiganya, Zilpa, Yakub memiliki 2 orang putra, Gad dan Asyer. Sedangkan dari istri terakhirnya, Bilha, Yakub memiliki 2 orang anak yaitu Naftali dan juga Dan. Dan dari salah satu anak Yakub dari istri Lea yang bernama Yehuda, istilah Yahudi ditahbiskan dan menjadi istilah yang dikenal hingga saat ini. Itulah yang diyakini oleh orang Yahudi atau bangsa Yahudi. Dari situlah nama Yahudi berasal.

Bagi mereka yang percaya pada Yudaisme, keluarga adalah hal yang paling utama dalam agama ini. Dan oleh mereka yang setia, para penyembah akan berdoa setiap hari untuk Tuhan mereka. Bagi mereka, hari Sabtu adalah hari utama yang sering disebut dengan Sabat untuk sholat. Antara Jumat sore dan Sabtu sore mereka akan menyalakan lilin dan juga meminum anggur dan roti yang telah diberkati dengan cara yang mereka yakini. Selain Sabat ini, hari libur Yahudi lainnya termasuk Rosh Hashanah atau Tahun Baru serta Yom Kippur atau Hari Penerimaan Tobat. Itu tentang kepercayaan Yahudi bagi bangsa Yahudi. Tapi bagi mereka yang menganut agama lain, mereka juga punya pendapat sendiri-sendiri.Ruben, Simeon, dan Zebulun. Dan dari istri kedua Rahel, Yakub memiliki 2 orang anak yaitu Yusuf dan juga Benyamin. Kemudian dari istri ketiganya, Zilpa, Yakub memiliki 2 orang putra, Gad dan Asyer. Sedangkan dari istri terakhirnya, Bilha, Yakub memiliki 2 orang anak yaitu Naftali dan juga Dan. Dan dari salah satu anak Yakub dari istri Lea yang bernama Yehuda, istilah Yahudi ditahbiskan dan menjadi istilah yang dikenal hingga sekarang ini. Itulah yang diyakini oleh orang Yahudi atau bangsa Yahudi. Dari situlah nama Yahudi berasal.

Bagi beberapa anggota agen bola terpercaya yang percaya pada Yudaisme, keluarga adalah hal utama bagi mereka. Dan oleh mereka yang setia, para penyembah akan berdoa setiap hari untuk Tuhan mereka. Bagi mereka, hari Sabtu adalah hari paling utama yang biasa disebut Sabat untuk sholat. Antara Jumat sore dan Sabtu sore mereka akan menyalakan sebuah lilin dan juga minum secangkir anggur dan roti yang telah diberkati. Selain Sabat ini, hari libur Yahudi lainnya adalah Rosh Hashanah atau sering disebut dengan Tahun Baru serta Yom Kippur atau Hari menerima Tobat. Itu tentang kepercayaan Yahudi bagi bangsa Yahudi. Tapi bagi mereka yang menganut agama lain, mereka juga punya pendapat sendiri-sendiri.

Manusia Sebagai Sesama Umat Allah
Article Bible Information Pray

Manusia Sebagai Sesama Umat Allah

Manusia Sebagai Sesama Umat Allah – Yudaisme adalah suatu sebutan bagi aliran dan ajaran bagi kaum Yahudi yang mayoritas banyak dijumpai di kawasan Israel. Aliran ini sudah lama dikembangkan, kurang lebih sejak 4000 tahun yang lalu. Bermula dari beberapa suku yang menetap di daerah tersebut, dari situlah nama Yahudi juga diambil. Ajaran ini bersumber dari kitab-kitab wahyu Allah yang diturunkan dengan bahasa Ibrani kala itu.

Awal mula aliran ini tergolong sebagai minoritas dibandingkan dengan aliran-aliran kepercayaan lain yang ada di dunia. Akan tetapi, walaupun menjadi sebuah minoritas tidak menjadi suatu halangan bagi para pengikut aliran ini. Mereka tetap teguh pada keyakinan dan pilihan hidupnya. Bisa disebut sebagai minoritas karena hanya berjumlah sekitar 14 juta dari 6 miliar umat manusia yang menganut aliran lain. Akan tetapi, perbedaan bukan sebuah masalah, justru dengan perbedaan yang ada bisa menyatukan bukan? karena pada dasarnya semua aliran adalah sama. Kesamaan yang dimaksud adalah sama-sama mengajarkan tentang kebaikan dan keesaan Allah. Segala perintah, petunjuk serta larangan Allah.

Fakta sejarah juga mengatakan bahwa perkembangan kehidupan beragama umat Yahudi ini sudah tergolong cukup lama sejak 4000 tahun yang lalu. Terbukti dengan berbagai peninggalan, perkembangan peradaban kehidupan manusia. Selain itu, segala Ajaran tentang Yudaisme ini juga terdapat di dalam kandungan isi kitab yang sama sebagaimana mempunyai kaitan dengan kitab-kitab aliran lain. Beberapa kandungan diantaranya ada yang sama. Seperti misalnya antara Kandungan kitab Injil dan Al-quran ada beberapa yang mempunyai artian sama. Karena berulang kali dikatakan bahwa pada dasarnya segala aliran adalah sama mengenai ibadah dan wujud penyembahan umat pada Tuhannya serta segala ajaran kebaikan, aturan, petunjuk, perintah bahkan larangan.

Dengan demikian, segala sesuatu yang ada di muka bumi ini adalah fana dan tidak akan kekal. Kita sebagai sesama manusia ciptaan Allah harus saling menghargai dan menjaga, saling mengingatkan serta berlomba-lomba dalam hal kebaikan. Berbeda pilihan bukan sebuah masalah, karena pada dasarnya perbedaan adalah menyatukan. Kita sesama umat Allah sama-sama akan kembali pada Allah.

Yudaisme Sebagai Ajaran Menarik Bagi Seluruh Umatnya
Article Bible Information Pray

Yudaisme Sebagai Ajaran Menarik Bagi Seluruh Umatnya

Yudaisme sebagai salah satu ajaran tentang Allah dan Kitabnya telah lama berkembang, konon katanya sudah sejak 4000 tahun yang lalu. Hal ini berawal dari sebuah kehidupan kecil di sekitar kawasan israel beberapa ribu tahun yang lalu, dimana pengikut ajaran ini hanya berjumlah beberapa suku saja. Yang mana nama Yudaisme ini diambil dari sebuah suku terbesar dari keluarga atau anak-anak Yakub yang berjumlah 12 orang. Dalam fakta sejarah, ajaran ini terbukti dengan beberapa kitab-kitab kuno yang mengandung ajaran tentang Ketuhanan dan berbagai aturan kehidupan manusia di muka bumi ini.

Salah satu diantaranya adalah mengenai ajaran awal kekristenan, yang dipersembahkan oleh Yesus seorang Yahudi abad pertama dengan berbagai kitab-kitab berbahasa ibrani kala itu. Melalui kitab-kitab ini telah banyak dijelaskan tentang seluruh ajaran, perintah serta larangan Allah yang berlaku bagi seluruh pengikutnya di muka bumi ini. Kitab-kitab yang masih berbahasa ibrani tersebut yang erat kaitannya dengan kitab-kitab lain di masa itu. Seperti contohnya, beberapa isi kandungan nya sama dengan kandungan kitab lain. Maka, dengan mengetahui isi kitab serta asal muasal Yahudi kita juga akan sekilas terhubung dengan aliran lain.

Alasan mengapa Yudaisme dianggap sangat menarik adalah karena perkembangan kehidupannya. Yang mana sudah mulai berkembang sejak 4000 tahun yang lalu, menurut isi kitab Ibrani dan Abram, para pengikut Yahudi sudah menyembah Allah sejak 4000 tahun yang lalu. Dengan demikian, hal ini sangat menarik untuk dikaji lebih lanjut mengenai bagaiman perkembangan aliran ajaran serta agama dari tahun ke tahun jika dihubungkan dengan perkembangan peradaban manusia dan fakta sejarah yang ada.

Berdasarkan fakta tentang kehidupan Yudaisme di beberapa ribu tahun yang lalu, dapat ditarik kesimpulan bahwa seluruh umat Tuhan dan para pengikut Yahudi yang merupakan anggota agen judi online yang notabene kuat imannya serta teguh pada pilihannya bukan? Karena pada dasarnya semua ajaran Allah adalah sama, yaitu menuju pada kebaikan serta kehidupan seluruh umat manusia di muka bumi ini.

Upaya Yudaisme dalam Mencari Allah melalui Kitab dan Tradisi
Article Information

Upaya Yudaisme dalam Mencari Allah melalui Kitab dan Tradisi

Upaya Yudaisme dalam Mencari Allah melalui Kitab dan Tradisi – Upaya dalam mencari Allah bagi kaum Yehuda atau Yahudi terbukti dengan adanya beberapa tokoh terkemuka yang sampai saat ini masih dikenang nama dan perjuangannya. Siapa kah mereka? Mereka diantaranya adalah Musa, Yesus, Mahler, Marx, Freud dan Einstein. Mereka adalah tokoh-tokoh yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan peradaban bangsa Yahudi serta perkembangan peradaban kehidupan umat manusia di muka bumi ini. Dengan berbagai cara dan upaya yang telah mereka lakukan untuk memperjuangkan ajaran serta aliran mereka serta wujud beriman kepada Sang Pencipta alam semesta ini. Perlu diketahui bahwa segala perjuangan dan upaya-upaya yang telah mereka lakukan tentunya mempunyai dasar dan tujuan yang jelas. Dimana Alkitab merupakan salah satu bukti nyata bahwa mereka berbuat sesuai dengan ajaran dan ketetapan Allah yang telah tercantum di dalam Alkitab.

Yudaisme ini berakar pada sejarah yang nyata, tidak hanya mitos. Bahkan berbeda dengan beberapa aliran-aliran lain, yang mana dari awal terbentuknya aliran ini sudah menjadi sebuah minoritas diantara beberapa aliran yang ada di dunia ini. Dengan jumlah kurang lebih 14juta dari sekitar 6 miliar orang yang menganut aliran lain. Lantas mengapa ajaran yudaimse juga melarang bermain judi atau menjadi merupakan suatu hal yang salah ? karena hal tersebut merugikan orang lain dan diri sendiri. Pada dasarnya semua umat manusia mempunyai pilihan hidup masing-masing bukan? Dengan demikian, sama halnya dengan kita, mereka juga akan memperjuangkan apa yang telah menjadi pilihan hidupnya.

Jika berada pada ruang lingkup keagamaan, maka bisa disebut sebagai kekuatan iman tiap insan manusia terhadap agama dan Tuhan nya pun juga berbeda bukan? Oleh sebab itu, Kita dapat mengambil sebuah kesimpulan dari sedikit ulasan diatas, mengenai sebuah iman dan pilihan setiap insan yang perlu kita perhatikan. Kita harus tetap memperkuat iman kita terhadap Agama, Kepercayaan serta Tuhan kita yang mana ini ada kaitannya dengan dunia dan akhirat kita kelak. Jangan mudah terganggu dan terpengaruhi, karena pada dasarnya semua ajaran Tuhan adalah untuk kebaikan bagi kehidupan seluruh umat manusia di dunia.

Konsep Dasar yang Dianut oleh Bangsa Yahudi
Article Information

Konsep Dasar yang Dianut oleh Bangsa Yahudi

Konsep Dasar yang Dianut oleh Bangsa Yahudi – Sudah tidak asing lagi bukan kata-kata Yahudi di telinga Anda? Yap, Yahudi adalah suatu istilah aliran atau agama bagi para penganutnya atau Yudaisme. Yudaisme banyak ditemukan di daerah seperti di Tanah Kanaan atau Kawasan Israel pada saat ini, karena memang pada dasarnya disana lah memang awal aliran yahudi ini diperkenalkan hingga pada saat ini telah meluas ke berbagai pelosok penjuru dunia bukan? Aliran ini sama halnya dengan aliran-aliran lain yang mana mempunyai dasar falsafah kehidupan dari sebuah Kitab Suci yang diturunkan langsung oleh Allah untuk kehidupan umatnya di muka bumi ini.

Seperti yang sudah tertulis pada salah satu kisah Abraham , yang mana seorang yang sangat istimewa dan dipilih oleh Allah. Pada kala itu diceritakan bahwa Abraham diperintah Allah untuk mengorbankan Ishaq anaknya, walaupun sebenarnya tidak jadi ishaq yang dikorbankan karena telah diganti oleh Allah. Dari kisah ini, Abraham merupakan seorang yang taat dan patuh terhadap perintah Allah, oleh sebab itu Allah memberikan janji bahwa dengan ketaatan Abraham tersebut akan membawa banyak berkah terhadap kehidupan di muka bumi ini. Baik kepada diri Abraham serta seluruh keturunannya.

Janji ini lah yang kembali diulang oleh salah satu suku Yehuda yaitu suku awal bangsa Yahudi. Lebih tepatnya oleh garis keturunan Daud, dimana mereka telah menganggap bahwa Allah berhubungan langsung dengan para umatnya atau sering disebut sebagai kepercayaan monoteistis. Konsep ini lah yang dipercayai menjadi dasar dalam kepercayaan Yudaisme atau kepercayaan kaum Yahudi.

Untuk melaksanakan Janji Allah kepada seluruh keturunan Abraham, Allah memilih Musa sebagai perantara dalam menyampaikan Wahyu ini. Musa sebagai umat yang Allah pilih untuk mendapatkan Taurat sebagai dasar hukum dalam membebaskan umatnya dari kegelapan serta menuntun seluruh umatnya untuk menuju Allah dan jalan-jalan kebaikan menuju surga. Oleh sebab itu, Musa juga dikenal baik dalam ajaran kaum Yahudi, karena juga memiliki peran penting dalam hubungan seluruh umat Yahudi dengan Allah. Sebagaimana tertulis dalam isi kitab-kitab Allah.

Perspektif Dunia Pada Asal-Usul Bangsa Yahudi
Article Bible Information Pray

Perspektif Dunia Pada Asal-Usul Bangsa Yahudi

Perspektif Dunia Pada Asal-Usul Bangsa Yahudi – Bangsa yahudi sejatinya merupakan bangsa yang disebut sebagai kaum pilihan. Nama yahudi sendiri diambil dari salah satu marga dari leluhur bangsa Israel. Keseluruhan leluhur bangsa, Israel berasal dari dua belas keturunan-keturunan Yakub. Salah satu diantaranya adalah yang bernama Yehuda. Dari ke dua belas keturunan Yakob. Keturunan dari Yehuda merupakan yang palin banyak diantara semuanya. Hingga akhirnya perspektif masyarakat di seluruh dunia pada umumnya menganggap bahawa keseluruh bangsa Israel, tanpa memandang apakah seseorang tersebut merupakan warga negara yang berada di negara Israel atau bahkan keturunan dari yehuda yang berada di seluruh penjuru dunia. Bangsa Israel disebut juga sebagai orang-orang Yahudi, dan begitu pula dengan seluruh penganut ajaran agama yahudi disebut oleh masyarakat dunia dengan nama yang sama pula yaitu Yahudi. Bangsa Israel dalam ini adalah bangsa Yahudi sangat mengutamakan garis keturunan atau dengan kata lain keluarga menjadi suatu hal yang utama. Umat yang memiliki kepercayaan Yahudi memiliki hari istimewa pada tiap-tiap pekan tepatnya adalah hari sabtu atau pada kalangan bangsa Israel disebut sebagai hari Sabat. Selain hari Sabat yang jatuh tiap minggu terdapat pula hari besar umat keturunan Yehuda yakni “Rosh Hashanah” dan “Yom Kippur”. Rosh Hanna Merupakan hari pergantian tahun. Sedangkan Yom Kippur merupakan Hari penerimaan tobat bagi kaum yahudi.

Secara umum, bangsa Israel yang memiliki kepercayaan akan agama Yehuda memiliki 2 pedoman sebagai pegangan hidup kaum yahudi di dunia. Pedoman tersebut adalah pedoman tertulis berupa kitab perjanjian dan pedoman lisan yang berasal kumpulan torah dari para nabi dan juga para cendekiawan Taurat. Talmud merupakan kumpulan utama yang terdiri dari Mishnah dan Halakhah serta Gemara atau legenda, Midrash dan Aggadah yang merupakan kisah-kisah legenda atau kisah-kisah lama. Isi utama dari kitab agama Yahudi adalah tentang perjanjian tuhan dengan Arbraham bawa dia dan seluruh keturunannya akan diberi rahmat dan perlindungan Tuhan oleh sebab itu keturunan Yahudi menganggap sangat taat akan kitab perjanjian lama tersebut dengan harapan tercipta masyarakat yang adil, makmur serta tetap beriman pada Tuhan.

Mayoritas publik dunia mengangap bahwa orang yahudi pasti memeluk agama yahudi. Namun, hal ini merupakan anggapan yang keliru sebab di negara Israel sendiri memiliki keberagaman baik suku, bangsa maupun kepercayaa yang dianut. Hal ini sesuai dengan fakta bahwa tidak semua orang yahudi atau bangsa yahudi memeluk agama Yahudi atau yudaiseme. Negara Israel merupakan negara yang majemuk dimana bangsa yahudi terdiri dari pemeluk agama lain pula tidak hanya kepercayaan Yudaisme.

Banyak dari pemain judi yang bermain speedbet77.com resmi yang merupakan orang yahudi yang memeluk agama yudaiseme, bahkan ada pula beberapa pemain sbobet yang berasal dari bangsa yahudi yang memeluk agama Islam. Bangsa yahudi yang memeluk agama islam ini populer dengan sebutan “Jews for Allah” dan membaca Al-Qur’an dalam Bahasa Ibrani.

Uncategorized

Kepercayaan Yahudiah bagi Bangsa Yahudi

Bumi telah ada sejak berjuta-juta tahun yang lalu dengan demikian maka peradaban dan kemajuan juga telah berubah seperti yang kita semua telah ketahui bahwa kepercayaan sudah ada sejak zaman dahulu meski kadang kepercayaan tersebut berubah Seiring berjalannya waktu dengan banyaknya bangsa yang ada di dunia ini kepercayaan juga beragam Bahkan dalam sejarah dikenal kepercayaan akan roh roh nenek moyang dan juga benda-benda pusaka dalam suatu negara sendiri bahkan ada banyak agama yang dianut oleh masyarakatnya sehingga tidak dipungkiri bahwa di dunia ini ada ratusan bahkan ribuan jika semua diketahui kepercayaan orang-orang yang ada salah satu kepercayaan yang ada adalah yahudiah atau yudaisme bagi bangsa Yahudi.

Yahudiah atau Yudaisme ini adalah sebuah kepercayaan yang unik untuk orang atau bagi mereka bangsa Yahudi. Bangsa Yahudi sendiri merupakan penduduk negara Israel maupun orang Yahudi yang bermukim atau tinggal di luar negeri. Inti dari kepercayaan bagi mereka penganut agama Yahudi ini adalah wujudnya Tuhan yang Maha Esa. Yang dimakan merupakan pencipta dari dunia yang menyelamatkan bangsa Israel dari penindasan di Mesir. Selain itu juga untuk menurunkan undang-undang Tuhan atau Undang-Undang Torah kepada mereka bangsa Yahudi, dan juga untuk memilih mereka sebagai cahaya kepada manusia sedunia. Seperti itulah inti dari kepercayaan yang dianut oleh mereka bangsa Yahudi. Namun tidak semua juga mempercayai akan hal itu. Karena dengan banyaknya kepercayaan yang ada di dunia ini juga ada beragam pendapat yang dikeluarkan.

Kitab dari agama Yahudi ini yang mereka percayai menuliskan Tuhan telah membuat perjanjian dengan Abraham. Perjanjian tersebut mengatakan bahwa dia dan juga cucu-cicitnya akan diberi rahmat apabila mereka selalu beriman kepada Tuhan. Itulah yang orang atau bangsa Yahudi percayai. Dari perjanjian inilah kemudian diulangi oleh Ishak dan juga oleh Yakub. Dan karena Ishak dan juga Yakub menurunkan tau keturunan dari merkea bangsa Yahudi maka mereka meyakini bahwa merekalah bangsa yang terpilih. Seperti yang mereka penganutnya percayai. Bagi mereka para penganut Yahudi dipilih untuk melaksanakan berbagi tugas-tugas, dan juga dipilih untuk melaksanakan tanggung jawab khusus. Tanggung jawab yang dimaksud seperti untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan juga makmur, tanggung jawab seperti beriman kepada Tuhan mereka yang dipercayai.

Salah Kaprah dalam Pelafalan YHVH yaitu Yahweh Bagi Orang Kristen Indonesia
Article Bible Information

Salah Kaprah dalam Pelafalan YHVH yaitu Yahweh Bagi Orang Kristen Indonesia

Banyak-banyak kini orang yang beragama kristen di Indonesia mengganti kalimat Allah dalam agamanya menjadi Yahweh yang berasal dari kata YHVH. YHVH ini sering digunakan para warga Israel yang memeluk komunitas para yahudi. Menurut rumor yang beredar bahwasannya orang-orang kristen di Indonesia ini mengucapkan kalimat Allah ini seperti menyembah Tuhan dari orang-orang yang memeluk agama Islam. Padahal sudah dijelaskan bahwa YHVH tidak boleh digunakan karena pelafalan yang masih belum jelas walaupun di dalamnya sudah ada perjanjian lampau mengenai YHVH yang menggunakan bahasa Ibrani. Bahwasannya, orang-orang kristen di Indonesia mengklaim nama dari Tuhan di agamanya yaitu YHVH bukan Allah yang merupakan Tuhan dari orang islam. Bahwasannya, mereka para orang kristen di Indonesia ini juga menganut penyebutan Tuhan mereka sama seperti bangsa Israel, padahal dilarang juga dalam pelafalannya karena artinya yang belum jelas dan takut untuk disalah gunakan oleh para pemeluknya.

Pada mulanya, para warga kristen yang berada di Indonesia ini mulai menyukseskan pengucapan salamnya yang berupa selamat pagi, siang , ataupun sore menjadi kalimat shalom. Sekarang, para warga kristen di Indonesia menggunakan pengucapan Tuhan mereka yang dianut kepercayaan oleh orang Yahudi di Israel yang sejak dulu terjadi dengan Kalimat Yahweh. Di sini ketidaksadaran dari orang-orang kristen di Indonesia, ini dapat menyerang perjanjian lama yang ada pada masanya dengan menggunakan bahasa Yunani. Padahal jika mereka yang menolak kalimat Allah dalam ajaran agama kristen mereka sama saja mereka juga menolak kalimat YHVH dan Elohim yang sama-sama mengandung arti TUHAN. Untuk Kurios dan Theos ini telah tercantum di dalam perjanjian yang baru dengan penggunaan bahasa Yunani. Tentu saja mereka menolak dengan mentah yang ada di dalam perjanjian baru, padahal hal seperti itu merupakan Firman Tuhan bagi orang-orang kristen. Padahal, sudah disebutkan dalam alkitab untuk menganggungkan nama Tuhan mereka dan tidak boleh menyalah gunakan nama Tuhan untuk hal yang berbau keburukan. Antara Kurios yang merupakan tulisannya berasal dari bahasa Ibrani adalah YHVH, ini sering di sebut dengan orang-orang Kristen ini sama halnya dengan Yahweh. Padahal, penyebutan lafal dari YHVH adalah Adonai.

Padahal YHVH ini tidak boleh diucapkan pelafalannya secara sembarang bagi orang yahudi, tetapi orang-orang kristen Indonesia megucapkannya dengan sembarangan. Padahal penggunaan kalimat Yahweh ini tidak memperlancarkan mereka untuk berdekatan dengan Tuhan bagi orang yang memeluk agama kristen. Melainkan malah akan menjauhi penciptanya, karena sulit menerima nama Tuhan mereka yang sebenarnya. Masalah keimanan seseorang bukan dilihat dari cara menyebutkan nama Tuhan mereka, melainkan dilihat dari seberapa seringnya ia menganggungkan nama Tuhannya dalam beribadah dan meminta sebuah pertolongan dan rahmatnya.

Misteri Dibalik Istilah Yahweh Bagi Kaum Yehuda
Article Bible Information Pray

Misteri Dibalik Istilah Yahweh Bagi Kaum Yehuda

Alkitab menyebutkan bahwa bangsa-bangsa lain yang menyembah Yahweh dan bagaimana dewa datang dari Edom untuk membantu orang Israel dalam peperangan (Ulangan 33: 2, Hakim 5: 4-5). Dalam Alkitab, Yahweh merupakan satu-satunya Tuhan yang benar. Tuhan yang menciptakan langit dan bumi. Dan merupakan Tuhan yang kemudian memilih orang-orang tertentu dalam hal ini adalah orang Israel sebagai miliknya. Sebagai kaum terpilih, bangsa Israel memiliki satu tujuan yaitu mereka harus dapat kembali ke tempat di mana Yaqub pernah hidup yaitu tanah nenek moyang mereka terdahulu. Pada waktu itu wilayah tersebut bernama Tanah Kanaan. Saat ini menjadi Negara Israel. Yeshua (Nabi Yusya Bin Nun) yang memimpin Israel kembali ke Tanah Kanaan tanah leluhur mereka. Bangsa Israel meyakini bahwa Yahweh adalah nama dewa negara Kerajaan Israel kuno yang kemudian menjadi Kerajaan Yehuda. Namanya terdiri dari empat konsonan Ibrani yaitu YHWH atau istilah ini dikenal sebagai Tetragrammaton. Bagi bangsa israel hal ini telah sesuai dengan yang dikatakan oleh nabi Musa sebagaimana telah diungkapkan sebelumnya kepada umatnya. Bangsa yahudi melarang penggunaan kata Yahweh untuk diucapkan karena mereka beranggapan bahwa nama mahluk tertinggi. Hal ini dianggap terlalu suci untuk diucapkan bagi mahluk seperti manusia. Konsonan YHWH digunakan untuk mengingatkan seorang hamba untuk mengucapkan kata ‘adonai’ atau lord yang digunakan sebagai pengganti nama dewa.

Suku Yehuda merupakan salah satu suku dari dua belas suku yang ada di Israel yang berasal dari keturunan Yehuda, putra Yakub dan Lea. Menurut catatan pada Alkitab Ibrani, Yosua menetapkan pemberian tanah di antara kedua belas suku yang ada dengan cara undian. Setelah Kanaan berhasil ditaklukan oleh suku Israel pada tahun 1200-an SM. Suku Yehuda sendiri memperoleh bagian berupa beberapa kota besar seperti Hebron, Betlehem & Negev. Berkaitan dengan pencapaian Yehuda, sebelumnya Yakub berwasiat bahwa “Yehuda adalah seperti anak singa: setelah menerkam, engkau naik ke suatu tempat yang tinggi, hai anakku: Dia tiarap dan berbaring seperti singa jantan/seperti singa betina: Siapakah yang berani membangunkannya?” (Kejadian 49:8-12).

Asal-usul nama Yehuda berasal dari kata Odeh, yang memiliki arti “Aku akan menaikkan pujian”. Sebagaimana dalam sastra rabinik klasik, nama tersebut ditafsirkan sebagai sebuah kombinasi dari nama Tuhan Yahweh dan sebuah dalet yang berupa huruf d dalam abjad Ibrani. Berdasarkan Gematria atau perhitungan angka huruf, huruf dalet memiliki nilai 4. Angka ini merujuk Yehuda sebagai seorang anak laki-laki yang ke empat. Para pakar Alkitab menganggap suku Yehuda merupakan para pengarang teks yang berperan sebagai bagian dari konfederasi Israel yang terdahulu. Namun, tidak sedikit diantara pakar alkitab dari yang menduga bahwa suku Yehuda bukanlah suku asli dari bangsa Israel. Pakar alkitab yang lain menduga bahwa suku Yehuda terdiri dari campuran berbagai suku non-Israel.

1 Reply
Mitos-mitos tentang Penggunaan Nama YHWH
Article Bible Information Pray

Mitos-mitos tentang Penggunaan Nama YHWH

Penggunaan nama YHWH sudah terjadi sebelum terjadi pada masa pembuangan Yudaisme di Babilonia. Bahwasannya penggunaan nama YHWH ini boleh diucapkan di dalam keadaan tempat yang suci tetapi jika di luar tempat suci atau tempat umum tidak boleh mengucapkan kalimat YHWH dan menggantikannya dengan kalimat atau pengucapan yang lebih halus. Yudaisme dianut oleh bangsa-bangsa Israel. Bahwa, YHWH ini tidak boleh diucapkan pada zaman dahulu karena pelafalannya belum jelas dan juga taku disalahgunakan oleh umat yudaisme atas kepentingan pribadi yang berupa keburukan. Ternyata YHWH ini memiliki mitos tersendiri dalam hal akademik. Mitos-mitos terebut adalah nama YHWH ini sangat suci untuk dilafalkan dan setelah adanya yudaisme pada pembuangan dari Babilon ini nama YHWH ini dilarang lagi untuk dilafalkan oleh orang-orang karena nama YHWH ini tersembunyi. Mitos yang ada selanjutnya adalah tidak boleh untuk diucapkan dalam hal apapun karena YHWH pelafalannya tidak jelas dan keempat huruf ini tidak ada huruf vokalnya jadi tidak baik untuk dilafalkan. Setelah itu, ada mitos yang mengatakan jika menggunakan nama YHWH ini akan mengembalikan pada perjanjian lama berbahasa Yunani, ada mitos juga bahwasannya YHWH ini diganti menjadi Kurios, Nama dari YHWH ini diadopsi dari nama luar bangsa Israel, dan YHWH ini diambil dari suku keni sebagian besar ada yang menganggap dari Mesir ada juga yang beranggapan dari pahlawan Ilahi Kaanan. Yang merupakan mitos paling terakhir adalah merupakan kata TUHAN dari bahasa Ibrani yaitu El, Eloah, dan Elohim.

Apakah nama YHWH ini atau Yahweh ini dituliskan dalam kitab PB Yunani? Maka dari itu akan dibahas kali ini. Dilihat dari adanya analisis aspek sosiologis religi dijelaskan bahwasannya adalah sejak adanya kepulangan dari Yudaisme dari masa Babilonia ini terjadi pada 4 Sm dan pada saat 1 Ms ini mulai memanas dan memuncak. Maka dari nama YHWH ini tidak boleh untuk digunakan lagi, dan diganti dengan penyapaan menggunakan kalimat adonai, namun YHWH ini sudah tertulis di dalam TaNakh. Dan, jika dilihat dari aspek analisa sejarah teks yang ada adalah dimana adanya tradisi pengucapan dan tulisan dimana semua pengartiannya adala YHWH ini yang selanjutnya diganti dengan Adonai ini selanjutnya terjemahannya adalah Kurios, dalam penulisan sebuah perjanjian yang baru dan mengutip dari Septuaginta. Membahas Septuaginta nama YHMH ini ada di dalam LXXp.Fouad INV.266 , LXXVTS 10a , LXXVTS 10b , dan SymP. Vindob. G. 3977.

Begitulah informasi singkat mengenai mitos penggunaan YHMH dan aspek analisa dari nama YHWH yang ada di dalam kitab PB Yunani. Semoga, informasi dapat membantu dan dipahami oleh kamu yang lagi ingin mengetahui tentang YHMH.

YHWH bukan Berhala tetapi Nama Tuhan yang Sudah ada Dalam Firman
Article Bible Information Pray

YHWH bukan Berhala tetapi Nama Tuhan yang Sudah ada Dalam Firman

Semakin berjalannya waktu banyak sekali yang menggunakan kalimat YHWH atau Yahweh untuk masalah ketuhanan di sebagian besar dunia bagi umat-umat kristen atau juga umat yahudi. Orang-orang disini memberikan tanggapan bahwasannya kembali ke perjanjian lama jadi ada sebagian yang mempertahankan untuk tidak mengucapkan kata YHWH. Sebenarnya sudah lama sekali YHWH ini tidak disebut atau dilafalkan karena pada zaman dahulu atau bisa disebut lampau mengarah pada hal yang penuh kesesatan. Di tahun 2001 ada hantaman mengenai penyebutan YHWH ini di gereja-gereja. Dan, sampai sekarang masih booming di sebuah gereja-gereja besar dalam penyebutan YHWH yang dipulihkan. Jadi, hal seperti ini mungkin juga karena gerakan dari ruh kudus itu sendiri. Namun, sebagian besar orang tidak ada gerakan dari hatinya untuk belaar, jadi mereka sering menganilisis hal-hal baru yang baru diterapkan seperti YHMH menurut beberapa perkataan satu dengan perkataan lain, jadi lebih memilih kata orang. Sebagian besar orang menganggap bahwa YHWH itu berhala tetapi mereka hanya mengedepankan sudut pandang satu orang.

Bahwasannya, sebenarnya YHWH ini sudah tercantum dalam firman Tuhan. YHWH bukanlah berhala karena bisa diibaratkan dengan permainan gitar. Gitar ini bisa dianggap memiliki YHWH dan pasti akan disembah oleh Yaaqov dan Avraham. Sudah jelas hal itu akan dilakukan oleh orang lain yang memberikan nama kepada bendanya YHWH dan pastinya mereka akan memujanya. Hal tersebut sudah dijelaskan dalam firman Tuhan di dalam kitabnya Tawarikh 16:26,bahwasannya selain hal yang menyangkut dengan Dirinya dalah berhala yang tidak patut untuk disembah. Jadi, bahwasannya YHWH adalah satu, YHWH adalah Tuhan, dan patut dia satu-satunya untuk disembah oleh umat manusia yang memegang kepercayaan ini. Jika, ada manusia yang membuat YHWH sendiri dengan tangannya maka pada hari akhirnya akan diperlihatkan sendiri bahwa hal tersebut adalah berhala yang tidak patut untuk disembah. Jika, penerapan YHWH itu berhala bahwasannya hal tersebut dilakukan oleh negara-negara yang menyembah berhala tidak pernah melakukan pembicaraan dan menutup rapat bangsanya, serta kurang memperkenalkan diri keluar wilayah. Padahal, hal seperti ini penamaan Tuhan yang berasal dari bahasa Ibrani sudah ada di saat terjadinya pembuangan warga yudaisme yang terjadi pada masa Babilonia.

Jadi, pada akhirnya YHWH itu disembah oleh anggota Yaaqov, Avraham, dan bapa Yitshkaq. Tetapi, dengan pemikiran orang lain yang mereka sembah itu adalah berhala. Karena, mereka hanya memandang satu sudut saja tanpa perlu adanya analisis yang lebih mendalam tentang YHWH yang sudah sejak dulu ada pada masa yudaisme di Israel. Walaupun, penggunaan dari YHWH ini tidak diperbolehkan pengucapannya secara sembarangan, jika ingin melafalkan YHWH ini dapat diucapkan secara halu dan lembut saja.

Yahudi, Agama ataukah Suku ?
Article Information Pray

Yahudi, Agama ataukah Suku ?

Bangsa Israel dikenal diseluruh dunia dengan sebutan bangsa yahudi. Bangsa Israel mempunyai keyakinan yang unik dibandingkan dengan keyakinan bangsa pagan disekitar wilayah negri Israel. Mereka meyakini bahwa Tuhan hanya satu, tetapi Tuhan hadir dalam dan melalui banyak nama. Nama Tuhan yang paling istimewa bagi bangsa Israel adalah YHWH sebagaimana tercantum pada Kitab Ulangan 26:17-18, yang mengaskan hubungan antara umat yahudi dengan YHWH dimana Tuhan bangsa Israel telah memilih Israel sebagai “am segullah” (umat terpilih). Bangsa Israel sendiri mengakui bahwa YHWH adalah satu-satunya Tuhan bagi mereka. Bangsa israel meyakini bahwa agama itu bertopang kepada Torah atau Taurat. Dalam sejarah yang diyakini oleh bangsa Israel mengenai Torah pada leluhur mereka, Torah diberikan kepada Moshe atau Nabi Musa ketika bermunajat di Gunung Sinai. Pada awalnya, Torah diterima dalam wujud roh batu, tetapi torah tersebut hancur karena dilemparkan ke tanah oleh Moshe ketika dia kecewa melihat umatnya menyembah berhala sapi. Pada akhirnya, Bangsa Israel meyakini bahwa Torah dituliskan kembali secara persis atas perintah Tuhan, dan selanjutnya salinan Torah diperintahkan untuk disimpan di dalam Tabut Perjanjian.

Yahudi bukan merupakan sebutan yang tepat untuk sebuah agama. Hal ini karena agama haruslah mengandung syariat. Bagi bangsa Israel, terdapat amalan yang dikenal dengan istilah Halakhahyang. Dalam amalan tersebut berisi tentang apa yang haram dan halal atau dalam istilah bangsa israel adalah mutar dan asur. Halakhah ini bersumber dari Torah tertulis dan tidak tertulis. Selain alasan tersebut, bangsa Israel tidak menjelaskan atau memperkenalkan keyakinan mereka sebagai sebuah “agama” Yahudi. Hal ini karena agama Bangsa Israel tidak hanya pada bagian tentang akidah (pengesaan YHWH), wahyu dan pengamalan (Torah), serta ketentuan hukum atau syariat (Halakhah) semata.

Yahudi , Agama ataukah Suku

Melihat pada sejarah yang ada, pada masa kerajaan Babilonia ditaklukan oleh Persia. Nama Yehud masih tetap dipakai. Tidak terbatas hal tersebut, Yahudi pada saat itu merupakan panggilan yang sangat terkenal karena bangsa Israel kala itu menyebut diri mereka demikian. Selain hal tersebut, terkait sejarah juga Imam Ezra kembali menyebutkan tentang sebutan Israel. Dia tidak menyebut dirinya Yahudi, melainkan Israel. Menurutnya sebutan Israel lebih pantas dan terhormat karena bermakna ôHamba Tuhanö. Dalam tulisan-tulisan Imam Ezra baik yang berbahasa Aramik sekalipun, beliau tetap menggunakan istilah Israel meskipun nama Israel hanya digunakan apabila menggunakan Bahasa Ibrani yakni bahasa asli orang Israel. Kehancuran kuil solomo merupakan tonggak sejarah yang menyebabkan kaum Yahudi menyebar ke seluruh penjuru dunia. Hal ini dinilai karena kehancuran kuil solomo merupakan pukulan bagi Yahudi. Setelah kejadian hancurnya kuil solomo, umat yahudi menyebar, hidup di luar Tanah Israel.

Yahweh, Kata Terlarang Bagi Bangsa Israel
Article Bible Information

Yahweh, Kata Terlarang Bagi Bangsa Israel

Pada mulanya, orang-orang Kanaan atau yang sekarang menjadai negara Israel, mempraktikkan suatu bentuk pemujaan terhadap leluhur dengan cara memuliakan “dewa ayah” atau “dewa rumah”. Hal ini merupakan bentuk daripada memberi penghormatan kepada leluhur duniawi mereka. Di dalam upaya bangsa Israel untuk membangun hubungan suku dan keluarga secara individu, praktik ini kemudian berkembang menjadi pemujaan terhadap dewa seperti Baal, dewa El, Asherah, Dewa Utu-Shamash, dan juga Tuhan Yahweh. Bangsa Kanaan atau yang sekarang ini kerap disebut sebagai bangsa Yahudi dari Negara Israel, pada mulanya sama seperti semua peradaban kuno yakni melakukan penyembahan kepada banyak dewa. Namun, bangsa yahudi yang utama menyembah kepada dewa-dewa tersebut di antara mereka adalah dewa langit El.

Menurut kepercayaan bangsa Israel, dewa El memberikan masing-masing otoritas kepada dewa yang lain atas segmen orang-orang di bumi dan Yahweh merupakan dewa yang ditugaskan kepada bangsa Israel. Hingga pada akhirnya bangsa Israel menjadikannya dewa tertinggi dan satu-satunya dewa bagi mereka. Hal ini menunjukan bahwa sebelumnya Yahweh merupakan dewa Kanaan yang lebih rendah dibandingkan dengan dewa El. Sebagaimana pada kitab yang digunakan sebagai acuan bangsa israel bahwa “Musa belajar identitas aslinya sebagai seorang Israel dan, setelah membunuh seorang Mesir, melarikan diri ke tanah Midian di mana, pada waktunya ia bertemu Yahweh dalam bentuk semak yang terbakar” (Keluaran 3, 4: 1-17). Berdasarkan ayat tersebut, menafsirkan bahwa Yahweh ditransformasikan dari satu dewa di antara banyak dewa ke dewa tertinggi oleh bangsa Israel di Zaman Besi (c.1200-930 SM). Zaman besi merupakan era ketika besi menggantikan perunggu dan adanya peleburan tembaga. Pada zaman ini kerajinan tersebut dipandang sebagai semacam sebuah transformatif. Di sisi lain, sihir mulai kehilangan status unik mereka tergantikan oleh zaman baru ini. Pada waktu itu, orang Israel berusaha menjauhkan diri dari dunia luar untuk menyatukan kekuatan politik dan militer. Dengan adanya kekuatan politik dan militer, dengan demikian mereka dapat mengangkat Yahweh di atas El dan menjadikan yahweh sebagai makhluk tertinggi sekaligus mengklaimnya sebagai milik bangsa Israel.

Bangsa yahudi melarang penggunaan kata Yahweh untuk diucapkan pada percakapan sehari-hari karena mereka beranggapan bahwa nama mahluk tertinggi tidak boleh diucapkan secara sembarangan. Hal ini karena bangsa Yahudi memiliki anggapan bahwa kata Yahweh terlalu suci untuk diucapkan bagi mahluk seperti manusia sekalipun mereka adalah mahluk pilihan seperti bangsa Yahudi. Bangsa Israel mengenal Konsonan YHWH yang digunakan guna mengingatkan seorang hamba untuk mengucapkan kata ‘adonai’ atau lord yang digunakan sebagai pengganti nama dewa. Yahweh sendiri hanya diucapkan sekali dalam setahun yakni pada saat hari pembukaan pintu taubat bagi bangsa Israel.

TUHAN Bangsa Israel YHWH atau Yahweh
Article Bible Information Pray

TUHAN Bangsa Israel YHWH atau Yahweh

Penduduk dari bangsa israel sebagian besar beragama yahudi. Kata dari yahudi ini merupakan kata yang diambil dari keturunan dari Yehuda. Pada akhirnya, keseluruhan orang di warga negara bangsa Israel memanggil mereka dengan sebutan nama agama mereka yaitu orang-orang yahudi. Nama dari Tuhan bangsa Yahudi ini adalah YHWH yang biasanya pelafalan dari nama YHWH atau Yahweh. Nama YHWH sendiri dalam alkitab diantaranya adalah YHWH Jireh, Nissi, Sabaoth, dan masih banyak lagi yang ada disebutkan di dalam alKitab. Di dalam alkitab nama yang paling sering disebut dengan nama YHWH yang merupakan bahasa ibrani. Bahasa ini telah diulang dan ditulis dalam kitab yang merupakan perjanjian lama yang telah lampau dan mempunyai penerjemahan adalah TUHAN. Dari abad terdahulu hingga sekarang penggunaan nama YHWH ini dilarang dalam pengucapannya di dalam orang Yahudi karena takut adanya penyalah gunaan. Maka dari itu, YHWH ini sering diganti pengucapannya dengan Adonian yang memiliki makna dan arti dari Tuan atau Tuhan. Komunitas agama Yahudi di dalam bangsa Israel, mengganggungkan nama Tuhan mereka dengan nama YHWH untuk menunjukkan rasa hormatnya secara mendalam kepada Tuhan mereka.

YHWH merupakan sebuah sebutan orang di dalam bentuk ketiga yang sifatnya tunggal. Perkataan dari illahi para yahudi ada 3 konteks nama YHWH yang memberitahukan adanya kepribadian dari illahi yang baru, rumusan tersebut bahwasannya TUHAN yang disembah sama saja dan satu. Hal ini Ilahi menunjukkan pada perumusan hal yang dinamis, bukan hanya merujuk pada kata benda. Seluruh manusia boleh menganut dan mengimaninya dengan layak. Melakukan segala apa yang diindahkan oleh Ilahi dan menaati segala peraturan yang ada. Disini Ilahi menyuruh para manusia untuk tidak terlalu dieksploitasi namanya serta memberikan penyembahan kepadanya layaknya orang-orang penyembah berhala dan hanya digunakan untuk kepentingan dirinya sendiri. Setelah mengetahui nama Ilahi bukan berarti digunakan dalam hal untuk menguasai nama dari Ilahi, hal ini tentu saja dilarang dalam agama Yahudi. Karena, hal ini bisa disalah gunakan para manusia untuk segala kepentingan yang tidak baik.

Begitulah mengenai TUHAN dari bangsa Israel yang merupakan komunitas beragama Yahudi. TUHAN yang disebut sebagai YHWH atau Yahweh. Untuk dapat mengenal lebih dekat dengan TUHAN dari bangsa Israel ini kamu dapat mencarinya dan mempeljari dari dalam alkitab para Yahudi. Dalam bahasa Indonesia sendiri memiliki artian yang berupa TUHAN bala tentara. Untuk hal seperti, bagi para Yahudi untuk dapat mengimani nama TUHAN haruslah dengan cara menganggungkan nama TUHAN dan tidak menggunakan nama TUHAN dalam hal ataupun perbuatan yang keji dan kejam, serta mencoreng nama agama yang dianut oleh komunitas Yahudi.

Kisah Yusuf bersama Yehuda Leluhur Bangsa Yahudi di Tanah Kanaan
Article Information

Kisah Yusuf bersama Yehuda Leluhur Bangsa Yahudi di Tanah Kanaan

Kisah Yusuf bersama Yehuda Leluhur Bangsa Yahudi di Tanah Kanaan

Nama Yehuda merupakan nama yang berasal dari kata Odeh yang memiliki arti “Aku akan menaikkan pujian”. Yehuda dilahirkan di Padan-Aram, yang juga merupakan kota kelahiran ibunya. Sebelumnya Yehuda tinggal bersama neneknya. Baru pada usia sekitar 9 tahun Yehuda ikut tinggal bersama dengan orang tua dan saudara-saudaranya yang pindah dari Padan-Aram ke tanah Kanaan, dan pada akhirnya menetap di Hebron.

Kebencian Yehuda Dan Saudara-Saudaranya Terhadap Yusuf

Yehuda merupakan salah satu dari 12 anak yakub. Yehuda adalah anak ke empat dari 12 bersaudara. Yakub memiliki 4 orang Istri. Yehuda merupakan anak dari salah seorang istri Yakub yang bernama Lea. Yehuda mempunyai seorang saudara yang bernama Yusuf. Yehuda dan saudaranya sangat membenci yusuf. Hal ini karena Yusuf kerap melaporkan kejahatan-kejahatannya dan saudaranya kepada Yakub. Selain itu, Yehuda dan saudara-saudaranya iri kepada Yusuf karena ayahnya sangat mengasihi Yusuf ketimbang saudara-saudaranya yang lain. Hal ini karena Yusuf lahir pada saat masa tua Yakub. Hal yang membuat saudara-saudanya iri terhadap Yusuf adalah ketika Yakub memberikan sebuah jubah yang indah kepada Yusuf namun tidak kepada anak-anaknya yang lain termasuk Yehuda. Hal ini tentu saja membuat Yehuda dan saudara-saudaranya semakin membenci Yusuf. Ditambah lagi, Yusuf sering bercerita akan mimpinya kepada saudara-saudaranya. Mimpi yang Yusuf ceritakan adalah mimpi tentang saudara-saudaranya bersujud kepada Yusuf, serta mimpi Yusuf yang melihat matahari, bulan, dan sebelas bintang bersujud kepada Yusuf. Maka semakin bertambah kebencian di hati saudara-saudara Yehuda terhadap Yusuf.

Kisah Yusuf bersama Yehuda Leluhur Bangsa Yahudi di Tanah Kanaan

Suatu hari ketika Yehuda dan saudara-saudaranya sedang menggembalakan domba ayah mereka. Yusuf diperintahkan oleh Yakub untuk memeriksa saudara-saudaranya. Pergilah Yusuf melaksanakan perintah ayahnya. Di tempat yehuda dan saudara-saudanya menggembalakan domba, mereka melihat dari kejauhan Yusuf hendak mendatangi mereka. Lalu, saudara-saudara Yehuda merencanakan untuk membunuh Yusuf karena sudah tidak tahan lagi dengan iri hati yang selama ini mereka pendam terhadap Yusuf. Namun pembunuhan yang mereka rencanakan tidak dilakukan, hal ini karena mereka tidak tega untuk membunuh saudara sedarah mereka. Namun mereka menjebak Yusuf masuk kedalam sumur kering ditengah padang pasir. Ketika mereka sedang bersantap makan perbekalan. Mereka melihat dari kejauhan seorang kafilah Ismael menuju Mesir. Mereka kemudian menjual Yusuf kepada orang tersebut. Sekembali mereka ke rumah, saudara saudara Yehuda menggunakan jubah yang dikenakan Yusuf yang telah dilumuri darah domba dan berkata pada ayahnya bahwa Yusuf telah tiada dan hanya menemukan jubah yang berlumuran darah. Mereka berkata barangkali diserang oleh hewan buas. Mendengar kematian anaknya, Yakub berkabung atas kematian anaknya yang paling ia kasihi tersebut. Setelah kejadian kebohongan akan kematian Yusuf, Yehuda Meninggalkan Saudara-saudaranya dan menumpang pada seorang Adulam yang bernama Hira. Di Kanaan, Yehuda menikahi seorang yang bernama Syua dan memiliki 3 orang anak yang bernama Er, Onan, dan Syeila.

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!
Tweet
Share
Pin
Share