Asal Mula Konsep Ajaran Tuhan bagi Bangsa Israel

Asal Mula Konsep Ajaran Tuhan bagi Bangsa Israel

Asal Mula Konsep Ajaran Tuhan bagi Bangsa Israel – Ajaran Tuhan yang dianut oleh sebagian besar bangsa Israel, baik penduduk asli Israel ataupun para pendatang yang kini telah menetap di sana adalah ajaran Agama Yahudi. Kata Yahudi sendiri berasal dari kata Yehuda, yang diambil dari salah satu yang terbesar dari dua belas suku nenek moyang bangsa Israel. Pada awalnya istilah Yahudi hanya berlaku bagi keturunan terbesar dari kedua belas suku tersebut, akan tetapi kini telah menjadi suatu istilah umum bagi masyarakat Israel. Baik para pemimpin, penemu ajaran serta para pengikutnya. Suku terbesar dari dua belas suku yang ada pada silsilah suku-suku nenek moyang bangsa Israel adalah keturunan Yakub. Yakub memiliki empat orang istri dan dua belas anak yang disebut-sebut sebagai suku terbesar yang mana memiliki jumlah anggota keluarga dengan jumlah yang paling banyak. Keempat istri Yakub adalah Rea, Rahel, Zilpa dan Bilha. Dengan Rea, Yakub memiliki enam orang anak yaitu Ruben, Simeon, Lewi, Yehuda, Isakhar dan Zebulon. Dari Rahel memiliki dua orang anak yaitu Yusuf dan Benyamin. Sedangkan dari Zilpa mempunyai anak bernama Gad dan Asyar. Kemudian, yang terakhir yaitu dari Bilha, Yakub mempunyai anak Naftali dan Dan.

Dari salah satu nama anak-anak Yakub tersebut istilah Yahudi diambil, dimana sampai saat ini istilah Yahudi masih dipakai dan menjadi populer dikalangan masyarakat dunia. Dimana Istilah Yahudi erat kaitannya dengan ajaran agama bangsa Israel. Pada dasarnya ajaran agama apapun pasti sama yaitu mengajarkan mengenai keesaan Tuhan dan ajaran untuk berbuat kebaikan antar sesama manusia selama hidup di muka bumi, menjaga alam semesta, serta mengamalkan ajaran Tuhan serta meninggalkan larangan Nya. Melainkan hanya berbeda mengenai cara penyampaian dan konsep-konsepnya.

Dengan demikian, setelah anda membaca sedikit ulasan dari salah satu pemain judi bola online di mengenai asal mula ajaran Yahudi, Anda pasti akan menjadi lebih mengetahui bagaimana informasi yang sebenarnya mengapa disebut sebagai bangsa Yahudi yang kini sering disebut atau sering Anda dengar di berbagai media yang mana sangat erat kaitannya dengan bangsa Israel.

Kenyataan Sekeliling Ibrani Yang Wajib Kalian Tahu Dan Dalam Masyarakat
Article Information

Kenyataan Sekeliling Ibrani Yang Wajib Kalian Tahu Dan Dalam Masyarakat

iahushua.comKenyataan Sekeliling Ibrani Yang Wajib Kalian Tahu Dan Dalam Masyarakat. Pimpinan Hadassah Indonesia Monique Rijkers membeberkan beberapa kenyataan terpaut agama Ibrani yang sering disalahpahami banyak orang. Untuk ia, kenyataan yang dipahaminya jadi berarti disosialisasikan, mengenang Ibrani serta Israel merupakan 2 poin yang tidak sempat berakhir diulas di Tanah Air.

“ Sempat terdapat studi yang membuktikan jika tutur Ibrani ataupun Israel senantiasa jadi poin hangat di Indonesia, walaupun tak senantiasa trending no satu. Kita dapat amati kemarin, rumor Ibrani serta Israel dapat menggerakkan orang beramai- ramai ke Monas. Di Indonesia ini 2 tutur itu sensitif amat sangat, barangkali jarum jatuh saja dapat disambung- sambungkan ke Ibrani,” tutur Monique pada IDN Times, baru- baru ini.

Selaku usaha mengedukasi warga serta meluruskan uraian yang tidak betul terpaut 2 poin di atas, Monique mendirikan Hadassah Indonesia, selaku alat mengedarkan keterbukaan di tengah pemberitaan yang kadangkala tidak berbanding. Hadassah Indonesia merupakan badan yang mengedukasi mengenai keanekaan, spesialnya terpaut Ibrani serta Israel.

Baca Juga: Penilaian Antara Yahweh Ataupun Tuhan

“ Aku sempat jadi wartawan di beberapa alat sebagian tahun kemudian. Setelah itu aku bertamu ke Israel serta memandang, kenapa beda amat sangat serupa apa yang dikabarkan, selaku wartawan aku merasa sebel, dong. Nah, Hadassah ini dibuat buat sediakan pemberitaan berbanding sekalian membagikan uraian pada warga hal Ibrani,” tutur Monique.

Lalu, apa saja sih kenyataan berarti sekeliling anutan Ibrani? Ayo cari tahu

1. Tidak acak orang dapat melekap agama Yahudi

Buat kenyataan awal, perempuan kelahiran Makassar itu berkata Ibrani bukan agama yang bisa dipeluk oleh acak orang. Cuma mereka yang mempunyai generasi Anak cucu Israel yang dapat melekap agama ini.

“ Agama Ibrani ini bukan agama keagungan, jika bahasa di Kristen itu pendakwah, betul. Maksudnya, tidak terdapat yang dapat melekap Ibrani melainkan keturunannya. Oleh karena itu, aku rasa Mukmin di Indonesia ataupun pengikut agama lain tidak butuh takut dengan kehadiran Ibrani seharusnya,” tutur ia.

2. Ibrani sudah dipastikan Tuhannya jadi kalangan minoritas

Alumni Fakultas Hayati Universitas Kristan Salatiga itu mengatakan, kehadiran kalangan Ibrani selaku minoritas ialah akad Tuhan begitu juga termaktub dalam firman- Nya.

“ Di manapun kita terletak, kita tentu menciptakan Ibrani, tetapi jumlahnya tak besar. Sebab memanglah begitu perkiraan Tuhan. Aku sih beranggapan, mentok- mentok pengikut Ibrani di bumi cuma 18 juta jiwa dengan kebanyakan bermukim di Yerussalem serta New York,” tutur ia.

“ Walaupun agama mereka mencegah pemakaian obat semacam KB( pencegah kehamilan), senantiasa saja jumlah mereka hendak senantiasa jadi minoritas bila juga. Bisa jadi ini pula yang menghasilkan standar minimun buat pemeluk Ibrani beribadah merupakan 10, jika di Islam buat doa Jumat itu kan 40, betul,” tutur Monique.

3. Keyakinan hendak‘ tanah yang dijanjikan’

Monique mengambil bagian sabda Tuhan di dalam Yehezkiel 37: 21. Bagi bagian itu, Tuhan sudah menjanjikan pada kalangan Ibrani buat kembali ke‘ tanah yang dijanjikan’, dalam perihal ini merupakan Israel, sehabis mereka dituntut mejadi diaspora ke bermacam negara pasca- Perang Bumi.

“ Pengikut Ibrani mempunyai peranan buat Aliyah, ialah peranan buat kembali ke tanah yang dijanjikan. Aliyah ini bahasa teologisnya, mayoritas orang memahami dalam bahasa politiknya, ialah Zionisme,” kata Monique.

“ Tetapi butuh diketahui, Aliyah cuma harus untuk mereka yang melekap agama Ibrani. Untuk aku, walaupun aku ialah generasi Ibrani, aku tidak bertanggung jawab buat Aliyah. Aku cinta agama aku serta aku cinta Indonesia. Jadi aku tidak hendak sulit lelah buat kembali ke‘ tanah yang dijanjikan’ itu,” ia meneruskan.

4. Rumor pembangunan kembali Kuil Salomon bukan kebijaksanaan Penguasa Israel

Sebagian dikala kemudian, luang tersebar berita bila kalangan Ibrani di Israel sudah mempersiapkan konsep spesial buat kembali membuat tempat ibadah yang akbar di atas puing- puing Kuil Salomon. Terpaut perihal itu, Monique malah mempersoalkan siapakah yang pantas jadi Rabbi?

“ Di Ibrani itu tak dapat acak famili ataupun ahli yang dapat jadi Rabbi. Itu juga mereka wajib menikah dengan famili yang serupa serta banyak aturan- aturan yang lain,” ucap Monique.

Biarpun, kecil dari Kuil Salomon yang dibuat balik sudah menabur di bumi maya, perempuan berdarah Ibrani Belanda ini menepis dakwaan kalau pembangunan itu ialah kebijaksanaan dari penguasa Israel.

“ Penguasa( Israel) tidak merancang buat membuat balik( Kuil Salomon), sebab memanglah itu perintahnya dari Tuhan. Sebaliknya Tuhan tidak menginstruksikan supaya membuat kuil buat yang ketiga kalinya. Karenanya aku, kita, rumor pembangunan kembali itu dimainkan oleh sedikit golongan ataupun yayasan yang memiliki kebutuhan,” tutur Monique.

5. Ibrani mempunyai peranan berikan khasiat untuk area sekitarnya

Seperti agama pada biasanya, Ibrani mempunyai peranan Tikkun Olam ataupun membenarkan alam. Dalam perihal ini, dimanapun kalangan Ibrani hidup, mereka wajib membagikan khasiat untuk area sekelilingnya.

“ Seluruh kegiatan mereka wajib buat tingkatkan mutu kehidupan serta bawa akibat positif untuk bumi. Ini yang jadi partisipasi orang Ibrani di bermacam bagian bumi,” dempak Monique.

Lebih jauh lagi, tutur Monique, peranan dalam agama Ibrani tidak jauh berlainan semacam Islam. Semacam pantangan buat memakan babi, melakukan zina, serta mereka pula wajib ibadah 3 durasi dalam satu hari.

“ Karenanya aku terkenang dengan salah satu figur yang aku temui ketika mendatangi ajakan di Israel. Tutur ia, sebetulnya Islam serta Ibrani memuja Tuhan yang serupa, ialah Allah,” tutup Monique.

Pemeluk Ibrani Kolot serta beberapa besar pemeluk Ibrani dari bermacam ajaran lain yakin kalau ajaran Taurat bukanlah sekedar terdiri atas huruf- huruf tersurat, melainkan terdiri pula atas tafsir- tafsirnya. Dalam agama Ibrani, menelaah Taurat( dalam arti yang sangat besar, melingkupi syair, deskripsi, serta hukum, dan Alkitab Yahudi serta Talmud) merupakan seni bersih yang mahapenting. Oleh sebab itu, untuk para malim besar Misnah serta Talmud, dan para penerus mereka saat ini ini, menelaah Taurat tidaklah sekedar sesuatu alat buat menguasai ajaran Tuhan, melainkan malah sesuatu tujuan akhir yang akan digapai. Bagi Talmud,

Perkara- perkara yang mendatangkan bunga balasan buat dinikmati di bumi serta utama balasan buat dinikmati di alam baka merupakan meluhurkan kedua orang berumur, menyayangi perbuatan- perbuatan bagus, serta mendamaikan satu orang dengan orang lain. Hendak namun menelaah Taurat sebanding dengan ketiga- tiganya.( Talmud Sabat 127a).

Dalam agama Ibrani,” menelaah Taurat bisa jadi alat buat mendalami kehadiran Tuhan”. Sehubungan dengan persembahan para Amoraim serta Tanaim( alim- ulama terdahulu) untuk agama Ibrani era saat ini, Guru besar Jacob Neusner mengemukakan kalau:

Baca Juga: Saat Islam & Buddha Bersatu Menentang Kudeta Militer di Myanmar

Analisis masuk akal serta logis Illah tidaklah pemubaziran akal sehat belaka, melainkan upaya yang teramat berkeras hati serta kata benda buat mengubek- ubek keadaan kurang berarti untuk menciptakan asas- asas penting dari kemauan Tuhan yang terwahyukan untuk memusatkan serta menguduskan tindakan- tindakan yang sangat khusus serta aktual dalam kehidupan tiap hari di duniawi ini…. Selanjutnya ini merupakan rahasia anutan Ibrani Talmud, ialah agama konsisten yang asing serta jauh kalau akal tidaklah perkakas ketidakyakinan serta penghilangan kesucian, melainkan perkakas penyucian.”

Dengan begitu, menelaah Taurat Tersurat dengan dorongan Taurat Tutur dan menelaah Taurat Tutur dengan dorongan Taurat Tersurat merupakan pula menelaah metode menelaah sabda Tuhan.

Dalam menelaah Taurat, alim- ulama besar merumuskan serta menjajaki bermacam dasar akal sehat serta ilmu pengertian. Bagi David Stern, semua ilmu pengertian Rabani dilandaskan pada 2 aksioma asas, ialah:

Yang awal, keyakinan hendak kemahapentingan Buku Bersih, hendak kebermaknaan setiap tutur, aksara, apalagi pula( bagi salah satu informasi populer) isyarat bonus yang dibubuhkan ahli catat; yang kedua, klaim mengenai kesatuan penting Buku Bersih selaku bentuk jelas kemauan ilahi yang tunggal.

2 dasar ini membolehkan timbulnya berbagai macam pengertian. Bagi Talmud,

Satu bagian memiliki sebagian arti, namun tidak terdapat 2 bagian yang berarti serupa. Di akademi Illah Ismael diajarkan kalau, bukankah firman- Ku bagaikan api, begitu sabda Tuhan, serta bagaikan godam yang menghancurkan cadas?( Yeremia 23: 29). Begitu juga godam mengakibatkan sekalian sebagian percik bunga api ketika menghantam cadas, begitu pula satu bagian memiliki sebagian arti sekalian.”( Talmud Sanhedrin 34a).

Oleh sebab itu pemeluk Ibrani yang patuh berkeyakinan menyangka Taurat bertabiat energik, sebab memiliki sedemikian itu banyak artian di dalamnya.

Bagi adat- istiadat Rabani, seluruh artian Taurat Tersurat sudah diwahyukan pada Musa di Rekreasi Sina dalam wujud perkataan, serta diwariskan bebuyutan dari guru pada anak didik, oleh sebab itu ajaran perkataan serupa tuanya dengan Talmud itu sendiri. Pada saat memberikan pengertian yang berlawanan dengan pengertian Illah lain, para Illah adakalanya merujuk pada asas- asas ilmu pengertian untuk melegitimasi dalil- dalil mereka; beberapa Illah mengklaim kalau asas- asas ini juga diwahyukan Tuhan pada Musa di Rekreasi Sina.

Oleh sebab itu, Illah Hillel mengemukakan 7 dasar ilmu pengertian yang umum dipakai dalam pengertian hukum- hukum( baraita pada permulaan Sifra), serta Illah Ismael mengemukakan 3 simpati dasar( baraita pada permulaan Sifra, asas- asas Illah Ismael beberapa besar ialah pengayaan asas- asas Illah Hilel), sedangkan Illah Eliezer ben Yose Ha Gelili mengemukakan 32 dasar, yang lebih banyak digunakan dalam pengertian pemaparan unsur- unsur naratif dari Taurat. Seluruh ketentuan ilmu pengertian yang terhambur di bermacam bagian Talmud- Talmud serta Midras- midras sudah dikumpulkan oleh Illah Malbim dalam Ayelet Ha Syahar( Bintang Kejora), pengantar pada keterangannya atas Sifra. Bagaimanapun pula, 13 dasar Illah Ismael bisa jadi ialah asas- asas yang sangat populer. Asas- asas Illah Ismael ialah persembahan berarti sekalian salah satu persembahan terawal dari agama Ibrani untuk ilmu akal sehat, ilmu pengertian, serta ilmu filosofi hukum. Yehudah Hadasi memasukkan asas- asas Illah Ismael ke dalam anutan ajaran Ibrani Karayi pada era ke- 12. Ketiga simpati dasar Illah Ismael saat ini dimasukkan ke dalam novel ibadah Ibrani supaya bisa dibaca tiap hari oleh pemeluk Ibrani yang patuh berkeyakinan.

Asal ide sebutan” agama Ibrani”

Sebutan” Ibrani” dalam bahasa Indonesia diturunkan dari tutur Arabاليهودي, Angkatan laut(AL) Ibrani, yang pula berawal dari tutur Yahudiיְהוּדִי, Yehudi, maksudnya” orang Yehuda”. Frasa” agama Ibrani” merupakan bandingan buat tutur Iudaismus, wujud Latin dari tutur YunaniἸουδαϊσμός, Ioudaismos( dibangun dari tutur kegiatanἰουδαΐζειν, ioudaizein, yang berarti” berpihak ataupun menyamai orang Yudea”).[81] Cikal akan tutur ini merupakan tutur Yahudiיהודה, Yehudah,[2][82] yang pula merupakan cikal akan dari tutur Yahudi buat agama Ibrani, ialahיַהֲדוּת, Yahadut. Sebutan Ioudaismos awal kali timbul dalam Buku 2 Makabe, yang ditulis pada era ke- 2 SM. Cocok dengan kondisi zamannya, sebutan ini mengisyaratkan upaya” mencari ataupun membuat asli diri adat” bangsa,[83] begitu juga sebaliknya, Helenismos(Ἑλληνισμός), mengisyaratkan ketertundukan bangsa pada adat- istiadat Yunani. Bentrokan antara Iudaismos serta Helenismos melatarbelakangi Makar Makabe, serta oleh sebab itu pula melatarbelakangi kedatangan sebutan Iudaismos.[83]

Dalam bukunya yang bertajuk The Beginnings of Jewishness, Shaye J. D. Cohen mengemukakan kalau:

Pasti saja kita goyah buat menerjemahkan Ioudaïsmós jadi” agama Ibrani,” namun alih bahasa ini sangat cetek, sebab kala awal kali timbul, sebutan Ioudaïsmós belum dipakai selaku gelar untuk sesuatu agama. Sebutan ini malah berarti” gabungan semua karakter yang membuat banyak orang Yudea pantas diucap orang Yudea( ataupun membuat banyak orang Ibrani pantas diucap orang Ibrani).” Gabungan karakter ini pasti saja melingkupi pula amalan- amalan serta keyakinan- keyakinan yang saat ini ini kita ucap” agama,” namun amalan- amalan serta keyakinan- keyakinan tidaklah salah satunya jangkauan sebutan ini. Jadi, Ioudaïsmós sepatutnya bukan diterjemahkan jadi” Agama Ibrani” melainkan Keyudeaan.

Beda antara Ibrani berlaku seperti bangsa serta Ibrani berlaku seperti agama

Bagi Daniel Boyarin, perbandingan penting antara kebangsaan serta agama bukanlah diketahui dalam agama Ibrani, justru ialah salah satu bentuk jelas mengerti dualisme jasmani- rohani dari anutan metafisika Plato yang sukses menyelinap masuk ke dalam ajaran- ajaran Ibrani Yunani. Oleh sebab itu, beliau bertukar pandang kalau agama Ibrani tidak dapat sedemikian itu saja dimasukkan ke dalam kategori- kategori yang telah biasa di Bumi Barat, misalnya agama, kaum bangsa, ataupun kultur. Bagi Daniel Boyarin, perihal ini antara lain memantulkan realitas kalau beberapa besar dari asal usul agama Ibrani, yang telah dewasa lebih dari 3000 tahun itu, terjalin saat sebelum kebangkitan adat Barat, serta berjalan di luar Bumi Barat( Eropa, spesialnya Eropa pada Era Medio serta Era Modern). Sejauh ekspedisi sejarahnya, bangsa Ibrani hadapi sendiri gimana rasanya diperbudak, membuat rezim sendiri yang bertabiat pemberontak serta teokratis, melancarkan kelakuan penawanan, dijajah, serta jadi orang buangan. Di luar tanah kakek moyang, mereka memahami serta terhampar adat Mesir, Babel, Persia, dan Yunani, ataupun gerakan- gerakan Era Modern misalnya aksi Pencerahan( baca postingan Haskalah) serta aksi Kebangkitan Nasional, yang nanti menghasilkan pendirian negeri bangsa Ibrani di tanah kakek moyang mereka, Tanah Israel. Bangsa Ibrani pula melihat gimana agama mereka diperoleh serta dipeluk oleh sesuatu bangsa yang besar serta terkenal( bangsa Kazar), namun setelah itu lenyap sedemikian itu saja sehabis negara bangsa besar ini jatuh ke tangan bangsa Rus, setelah itu ke tangan bangsa Mongol. Oleh sebab itu, Daniel Boyarin bertukar pandang kalau” keyahudian menerobos batas kategori- kategori asli diri, sebab Ibrani bukan semata- mata bangsa, bukan semata- mata nasab, serta bukan semata- mata agama, melainkan semua- muanya, dalam ketegangan dialektis.”

Bertolak balik dengan pemikiran ini, mazhab- mazhab misalnya Ibrani Humanis malah menyangkal pandangan religi dari keyahudian, serta cuma menjaga tradisi- tradisi adat khusus.

Penilaian Antara Yahweh Ataupun Tuhan
Article Bible Contact Information Pray

Penilaian Antara Yahweh Ataupun Tuhan

iahushua.comPenilaian Antara Yahweh Ataupun Tuhan. Dalam bumi Kristen dikala ini nampak terdapat gelombang pandangan terkini menyangkut mengenai julukan diri dari Tuhan. Pangkal permasalahannya nyatanya bukan tiba dari anutan diluar Kristen, tetapi ialah respon dari kebimbangan pengikut Kristen sendiri mengenai memo julukan Tuhan yang terdapat dalam Alkitab, bagus berbentuk bahasa aslinya, ataupun terjemahannya dalam Bahasa Indonesia.

Intinya, catatan itu berupaya buat mengembalikan julukan diri Tuhan yang dikira sudah galat maksud kembali jadi Yahweh( YHWH). Aku sendiri tidak berkeinginan‘ turut aduk’ memperdebatkan tutur atau sebutan‘ Allah, Tuhan, Yahweh’ cocok fokus dalam catatan pada web itu. Aku berupaya lebih mementingkan diri pada persoalan besar:

1. Bila Julukan‘ YHWH atau YAHWEH’ Selaku Julukan DIRI TUHAN Awal KALI Dipublikasikan..??

Dalam Akad Lama tertera penjelasan:

Kel 6: 2( 6- 1) Berikutnya berfirmanlah Allah pada Musa:“ Akulah TUHAN.

Kel 6: 3( 6- 2) Saya sudah menampakkan diri pada Abraham, Ishak serta Yakub selaku Allah Yang Kahar, namun dengan nama- Ku TUHAN Saya belum melaporkan diri.

Baca Juga: Ajaran Agama Tentang Yahudi Serta Keistimewaannya

Tutur‘ TUHAN’ berawal dari Bahasa aslinya‘ Yahweh’ ataupun‘ YHWH’ yang tercatat dalam pangkal Akad Lama berbicara Yahudi. Buat uraian lebih komplit, kamu dapat membacanya pada web ini:

Hingga bagian itu dapat dipaparkan bahwaTuhan sudah berdialog atau berkata pada Musa, selaku pihak yang diyakini pemeluk Kristen menulis 5 Buku awal dalam Akad Lama, memberitahukan kalau nama- Nya merupakan‘ YHWH atau Yahweh’ selaku julukan diri, sekalian diklaim banyak orang saat sebelum itu belum memahami julukan diri itu. Tetapi sang pengarang yang serupa berterus terang perihal yang berlainan:

Kej 4: 26 Lahirlah seseorang anak pria untuk Set pula serta anak itu dinamainya Enos. Durasi seperti itu orang mulai memanggil julukan TUHAN.

Set merupakan anak dari Adam serta Hawa, serta julukan diri Tuhan, ialah‘ YHWH atau Yahweh’ mulai diketahui orang pada zaman anak dari Set, bernama Enos lahir. Suara bagian itu nyata menerangkan bila julukan‘ YHWH atau Yahweh’ awal kali dipublikasikan( yang digaris- bawahi).

Disini timbul persoalan: Mana dari kedua uraian itu yang betul..?? mengenang keduanya ucapan pertanyaan Durasi awal kali julukan‘ YHWH atau Yahweh’ dipublikasikan. Apakah keduanya dapat disinkronkan serta dimaksud kalau yang tidak memahami julukan YHWH atau Yahweh cocok Kel 6: 3 itu cumalah Abraham, Ishak serta Yakub saja..??

Sebaliknya orang lain telah tahu dengan julukan Tuhan itu, apalagi jauh saat sebelum ketiga orang itu hidup. Katakanlah kita membetulkan saja perihal itu, sekalipun kedengarannya abnormal mengenang Abraham, Ishak serta Yakub ialah banyak orang opsi yang anutan serta perkataannya banyak diambil dalam Alkitab serta terdaftar kerap‘ berbahas’ dengan Tuhan. Penjelasan itu kembali‘ dimentahkan’ oleh catatan dari orang yang serupa, ialah Musa( bagi asumsi Kristen) dalam bagian ini:

Kej 4: 1 Setelah itu orang itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, serta mengandunglah wanita itu, kemudian melahirkan Kain; hingga tutur wanita itu:“ Saya sudah menemukan seseorang anak pria dengan bantuan TUHAN.”

Ada apologi dari penganut Kristen melaporkan kalau alami saja dalam Buku Peristiwa yang menggambarkan insiden saat sebelum zaman Musa telah tercatat julukan‘ YHWH atau Yahweh’ sebab buku itu memanglah ditulis oleh Musa yang telah memahami julukan diri Tuhan itu. Opini ini nampak masuk akal, misalnya buat menarangkan bagian ini:

Kej 2: 4 Demikianlah riwayat langit serta alam pada durasi dilahirkan. Kala TUHAN Allah menghasilkan alam serta langit,

Tutur‘ TUHAN’ ialah alih bahasa dari‘ YHWH atau Yahweh’ serta tutur‘ Allah’ diterjemahkan dari asal tutur‘ Elohim’. Disana dapat kita jelaskan kalau Musa menggambarkan mengenai Tuhan yang telah dikenal namanya menghasilkan alam sarwa, peristiwa invensi memanglah pada waktu dahulu, tetapi keterangannya terbuat pada zaman Musa. Ini merupakan uraian yang masuk ide. Tetapi gimana menarangkan Kej 4: 1 yang menggambarkan mengenai Perkataan dari Hawa yang merupakan nenek dari Enos, tutur yang pergi dari mulutnya mengatakan‘ YHWH atau Yahweh’. Alibi kalau catatan itu terbuat pada era Musa tidak dapat membantu, sebab sekalipun ditulis bila juga setelahnya, perkataan ataupun percakapan orang yang diambil pasti wajib cocok dengan apa yang diucapkan orang itu pada durasi itu. Beda perihalnya jika sang pengarangnya sendiri membagikan data ataupun uraian mengenai suatu dimana dulu sekali.

Hingga buat permasalahan‘ percakapan Hawa’ ini ada 2 mungkin:

a. Kenyataannya Hawa serupa sekali tidak mengatakan‘ YHWH atau Yahweh’ kala menyongsong kelahiran Kain, itu cumalah ialah tutur Bonus dari sang cerpenis buku itu.

b. Ataupun Hawa memanglah mengatakan julukan diri Tuhan, tetapi yang tentu bukan‘ YHWH atau Yahweh’, terdapat julukan diri dari Tuhan lain yang telah diketahui oleh Hawa pada durasi itu.

2. APAKAH Terdapat Julukan DIRI TUHAN Saat sebelum Dipublikasikan PADA MUSA?

Kita berupaya menelusuri balasan persoalan itu, dari‘ rimba- raya’ 5 Buku Musa, paling utama yang memuat kisah- kisah orang saat sebelum julukan‘ YHWH atau Yahweh’ dipublikasikan pada Musa. Aku sendiri tidak hendak mempermasalahkan bagian yang berupa perkataan atau catatan sang penulisnya, tetapi fokus pada percakapan atau perkataan orang yang diambil dalam buku itu:

Kej. 15: 2 Abram menanggapi:“ Betul Tuhan ALLAH, apakah yang hendak Anda bagikan kepadaku, sebab saya hendak tewas dengan tidak memiliki anak, serta yang hendak memperoleh rumahku yakni Eliezer, orang Damsyik itu.”

Kej. 15: 8 Tutur Abram:“ Betul Tuhan ALLAH, dari manakah saya ketahui, kalau saya hendak memilikinya?”

Abraham memanggil Tuhannya dengan panggilan‘ Tuhan ALLAH’, berawal dari tutur‘ Elohim Yahweh’. Dalam buku Kel 6: 3 nyata serta jelas dibilang kalau Ibrahim belum dipublikasikan dengan julukan diri Tuhan“ YHWH atau Yahweh’, hingga timbul persoalan: apa julukan Tuhan yang sesungguhnya pergi dari mulut Abraham itu..?? Apakah Abraham cuma mengatakan tutur‘ Tuhan’ ataupun‘ Elohim’ saja selaku julukan kedudukan atau gelar atau titel, ataupun memanglah mengatakan dua- duanya, yang satu ialah julukan kedudukan, yang yang lain merupakan julukan diri Tuhan yang memanglah telah diketahui Abraham, tetapi julukan itu yang tentu bukan‘ YHWH atau Yahweh’…

Dalam banyak bagian, kita pula menciptakan sebutan‘ El atau Elohim atau Eloah’ yang diakui oleh pihak Kristen sendiri ialah julukan yang sangat‘ dini’ ditemui dalam Alkitab. Julukan‘ El atau Elohim atau Eloah’ pula diakui memiliki 2 arti, ialah selaku‘ julukan diri’ serta selaku‘ julukan kedudukan’.

Kemudian darimana kita ketahui kala orang saat sebelum Musa mengatakan‘ El atau Elohim atau Eloah’ itu wajib dimaksud dengan julukan kedudukan serta bukan julukan diri. Itu cumalah ialah‘ advis’ dari 5 buku Musa yang telah melaporkan julukan diri Tuhan merupakan‘ YHWH atau Yahweh’, sebab terdapatnya statment itu hingga julukan‘ El atau Elohim atau Eloah’ diposisikan selaku julukan kedudukan serta bukan julukan diri.

Dari catatan diatas, dapat disimpulkan:

a. Salah satunya pangkal uraian mengenai julukan diri Tuhan‘ YHWH atau Yahweh’ cumalah 5 buku Musa, yang ditulis atau bukti oleh Musa seseorang diri( cocok uraian Kristen).

b. Uraian mengenai bila awal kali julukan diri Tuhan‘ YHWH atau Yahweh’ dipublikasikan nyatanya simpang siur.

c. Uraian mengenai julukan diri Tuhan‘ YHWH atau Yahweh’ dalam buku itu nyatanya memiliki kekeliruan serta tidak bersumber pada kenyataan yang sesungguhnya.

d. Terdapat gejala dalam buku itu kalau banyak orang saat sebelum era Musa sudah mengatakan julukan diri Tuhan yang lain.

e. Terdapat gejala kalau julukan diri Tuhan tesebut merupakan‘ El atau Elohim atau Eloah’ yang mendekati dengan julukan diri Tuhan dalam anutan Islam ialah‘ Allah’

3. Gimana CERITANYA Bagi AL- QUR’ AN…??

Saat ini kita coba mengemukakan bersumber pada pangkal yang lain, begitu juga 5 buku Musa, pangkal itu pula bersumber pada‘ bukti seseorang diri’ dari rasul Muhammad SAW. Aku sendiri tidak menciptakan tutur‘ Allah’ pergi dari mulut rasul Adam serta Hawa tercantum pula kala Al- Qur’ an menceritakan mengenai invensi orang serta kehidupan kedua nenek moyang pemeluk orang itu kala terletak di‘ jannah’. Salah satunya gelar Tuhan yang terdapat, cumalah tutur‘ rabb’, ialah bahasa Arab dari julukan kedudukan Tuhan:

[7: 23] Keduanya mengatakan:“ Betul Tuhan kita, kita sudah menyiksa diri kita sendiri, serta bila Anda tidak memaafkan kita serta berikan belas kasihan pada kita, tentu tentulah kita tercantum banyak orang yang puntung.

Aku pula tidak menciptakan julukan diri‘ Allah’ itu pergi dari mulut Belis ataupun malaikat pada insiden itu. Para malaikat dicatat mengatakan tutur ubah orang awal‘ Anda’ serta Iblispun pula begitu, tidak hanya mengatakan‘ Anda’ pula mengatakan tutur‘ Tuhan’ selaku julukan kedudukan.

Apa rahasia dibalik ini..?? Apakah durasi disurga serta kala Adam serta Hawa diturunkan ke alam, Allah belum memberitahukan nama- Nya..?? Orang yang awal yang mengatakan julukan Allah merupakan Habil, anak rasul Adam serta Hawa:

[5: 27] Mengatakan Habil:“ Sebetulnya Allah cuma menyambut( korban) dari banyak orang yang bertakwa”.

Baca Juga: Pandangan Islam Mengenai Alam Semesta yang Kita Tempati Ini

Darimana Habil mengenali julukan diri Tuhan itu..?? Apakah dari kedua orang tuanya..?? Disini kita dapat menganalisa kalau‘ mungkin besar’ julukan diri Tuhan telah dipublikasikan semenjak Adam awal kali dilahirkan serta bercokol di‘ jannah’ bersama istri dia. Logikanya, jika Tuhan membagikan wawasan mengenai nama- nama suatu, hingga awal kali yang hendak diberitahukan- Nya tentulah nama- Nya sendiri. Terlebih Adam serta Hawa awal kali bermukim disurga,‘ rumah’ Tuhan serta terkumpul bersama Tuhan. Tidak masuk ide jika kamu misalnya bermukim di kastel Kepala negara RI, tetapi sepanjang kamu bercokol disana bertahun- tahun serupa sekali tidak dipublikasikan siapa julukan Presidennya. Jadi kala Al- Qur’ an menerangkan:

[2: 31] Serta Ia mengarahkan pada Adam nama- nama segenap, setelah itu mengemukakannya pada para Malaikat kemudian berkata:“ Sebutkanlah kepada- Ku julukan barang- barang itu bila kalian memanglah betul banyak orang yang betul!”

Apakah masuk ide jika Allah berikan wawasan pada Adam mengenai julukan barang; alam, langit, kukila, tumbuhan, fauna.. tetapi tidak memberitahukan julukan diri- Nya sendiri..?? Sekalipun Al- Qur’ an tidak menginformasikannya, tetapi bersumber pada ayat- ayat lain yang dapat kita‘ anyam’ dengan ide segar, kesimpulan hendak membidik pada: Tuhan memanglah sudah memberitahukan julukan diri- Nya semenjak pertama- kali orang dilahirkan. Berikutnya dengan cara tidak berubah- ubah, Al- Qur’ an mengantarkan orang sehabis itu memahami julukan diri Allah selaku julukan Tuhan yang wajib disembah:

[7: 59] Sebetulnya Kita sudah mengutus Nuh pada kaumnya kemudian beliau mengatakan:“ Aduhai kaumku sembahlah Allah, sekali- kali tidak terdapat Tuhan bagimu selain- Nya.”

[21: 66] Ibrahim mengatakan: Hingga mengapakah kalian memuja tidak hanya Allah suatu yang tidak bisa berikan manfa’ at sedikitpun serta tidak( pula) berikan mudharat pada kalian?”

[12: 66]maka Betul’ qub mengatakan:“ Allah merupakan saksi kepada apa yang kita ucapkan( ini)”.

Apalagi Al- Qur’ an pula menarangkan rasul serta Rasul Allah setelah itu pula memanggil Allah selaku julukan diri Tuhan yang wajib disembah:

[7: 140] Musa menanggapi:“ Patutkah saya mencari Tuhan buat kalian yang tidak hanya dari pada Allah, sementara itu Dialah yang sudah melebihkan kalian atas seluruh pemeluk.

[5: 72] Sebetulnya sudah kafirlah banyak orang yang mengatakan:“ Sebetulnya Allah yakni Angkatan laut(AL) Sedang putera Maryam”, sementara itu Angkatan laut(AL) Sedang( sendiri) mengatakan:“ Hai Anak cucu Israil, sembahlah Allah Tuhanku serta Tuhanmu”.

Spesialnya untuk rasul Isa Almasih, nyatanya bersumber pada memo alkitab Akad Terkini, dia pula mengatakan tutur‘ El atau Elohim atau Eloah’, ataupun yang mendekati dengan suara tutur itu. Buku Akad Terkini aslinya ditulis dalam Bahasa Yunani, tetapi spesial buat perkataan Yesus ini, kalimatnya tidak diterjemahkan:

“ Menarik sekali kalau kala Yesus sendiri menganjurkan di kusen salib beliau menterjemahkan tutur‘ El’ dalam bahasa Yahudi itu jadi‘ Eloi’ dalam bahasa Aram yang dalam alih bahasa LAI diucap selaku bahasa Yahudi. Bahasa aslinya sesungguhnya merupakan‘ hebraic dialekto’( aksen Yahudi) ataupun‘ hebraisti’( lidah orang Yahudi)”.

Nyatanya Yesus tidak menganjurkan‘ YHWH atau Yahweh’, sementara itu dia durasi itu bukan dalam situasi serta suasana‘ asal- asalan’ cocok pantangan dalam Akad Lama:

Kel 20: 7 Janganlah mengatakan julukan TUHAN, Allahmu, dengan asal- asalan, karena TUHAN hendak memandang bersalah orang yang mengatakan nama- Nya dengan asal- asalan.

Tidak seorangpun memiliki benak jika kala itu Yesus memanggil julukan diri Tuhan‘ YHWH atau Yahweh’ maksudnya Yesus telah memanggil julukan Tuhan dengan asal- asalan, malah sepatutnya dalam situasi kritis tersebutlah Yesus sangat layak memanggil julukan diri Tuhan yang dikeramatkan kalangan Ibrani itu. kemudian kenapa Yesus hingga kurang ingat serta justru memanggil julukan Tuhan yang lain..??

4. Kemajuan BAHASA

Dalam sebagian uraian, tercantum dalam pengertian Al- Qur’ an, dipaparkan kalau tutur‘ Allah’ selaku julukan diri dapat berawal dari Bahasa Arabnya‘ al- ilaah’:

” Namun banyak malim beranggapan, kalau tutur‘ Allah’ asalnya merupakan‘ Ilaah’, yang dibubuhi graf‘ Alif’ serta‘ Laam’ serta dengan begitu,‘ Allah’ ialah julukan spesial, sebab itu tidak diketahui wujud jamaknya. Sebaliknya‘ Ilaah’ merupakan julukan yang bertabiat biasa serta yang bisa berupa jamak( plural), ialah‘ Alihah’.

Dalam Bahasa Inggris, bagus yang bertabiat biasa ataupun spesial, keduanya diterjemahkan dengan‘ god’, begitu pula dalam Bahasa Indonesia keduanya bisa diterjemahkan dengan‘ tuhan’, tetapi metode penulisannya dibedakan. Yang bertabiat biasa ditulis dengan graf kecil‘ god atau tuhan’, serta yang berarti spesial ditulis dengan graf besar‘ God atau Tuhan’.”–Tafsir al- Mishbah oleh Ustadz Quraish Shihab

Saat ini gimana jika logikanya kita balik..?? tutur‘ al- ilaah’ itu malah berawal dari julukan diri Allah..??, dalam pekembangan sesuatu bahasa, biasa kita temui julukan diri seorang bertumbuh jadi sesuatu sebutan atau gelar titel. Misalnya julukan diri Adam, setelah itu bertumbuh jadi sesuatu sebutan untuk pria, misalnya diucap: kalangan adam buat membuktikan segerombol pria. Ilustrasi itu bukan tidak bisa jadi terjalin pada julukan diri‘ Allah’. Dalam kemajuannya setelah itu Bahasa Arab mengadopsi julukan yang telah diketahui pemeluk orang semenjak awal itu jadi sebutan buat suatu‘ Yang Disembah

2. ASAL- MULA Julukan YAHWEH Serta Temuan ARKEOLOGI MESIR KUNO

Cerita PERTEMUAN MUSA DENGAN TUHAN Bersumber pada AL- QUR’ AN Serta ALKITAB

Al- Qur’ an menceritakan mengenai pertemuan rasul Musa dengan Tuhan, kala dia pergi dari negara Madyan buat kembali ke Mesir. Di ekspedisi, Tuhan memberitahukan diri- Nya pada Musa. Al- Qur’ an muat cerita ini dalam 2 susunan bagian ialah pada[QS 28: 29- 30] serta[QS 20: 9- 14]

[28: 29] Hingga ketika Musa sudah menuntaskan durasi yang didetetapkan serta ia pergi dengan keluarganya, dilihatnyalah api di lereng gunung beliau mengatakan pada keluarganya:“ Tunggulah( di mari), sebetulnya saya memandang api, mudah- mudahan saya bisa bawa sesuatu informasi kepadamu dari( tempat) api itu ataupun( bawa) sesuluh api, supaya kalian bisa menghangatkan tubuh”.[28: 30] Hingga ketika Musa hingga ke( tempat) api itu, diserulah ia dari( arah) tepi ngarai yang sisi kanan( nya) pada tempat yang diberkahi, dari satu batang tumbuhan kusen, ialah:“ Betul Musa, sebetulnya saya merupakan Allah, Tuhan sarwa alam( innii anaa allaahu rabbu angkatan laut(AL)’ aalamiina)

[20: 9] Apakah sudah hingga kepadamu cerita Musa?[20: 10] Kala beliau memandang api, kemudian berkatalah beliau pada keluarganya:“ Tinggallah kalian( di mari), sebetulnya saya memandang api, mudah- mudahan saya bisa bawa sedikit daripadanya kepadamu ataupun saya hendak menemukan petunjuk di tempat api itu”.[20: 11] Hingga kala beliau tiba ke tempat api itu beliau dipanggil:“ Hai Musa.[20: 12] Sebetulnya Saya inilah Tuhanmu, hingga tanggalkanlah kedua terompahmu; sebetulnya kalian terletak dilembah yang bersih, Thuwa.[20: 13] Serta Saya sudah memilah kalian, hingga dengarkanlah apa yang hendak diwahyukan( kepadamu).[20: 14] Sebetulnya Saya ini merupakan Allah, tidak terdapat Tuhan( yang hak) tidak hanya Saya, hingga sembahlah Saya serta dirikanlah shalat buat mengenang Saya( innanii anaa allaahu laa ilaaha illaa anaa fau’ budnii wa- aqimi alshshalaata lidzikrii).

Dengan cara nyata Al- Qur’ an menginformasikan kalau Tuhan memberitahukan diri- Nya dengan julukan‘ Allah’ yang tidak‘ ilah’ tidak hanya diri- Nya. Data ini membuktikan kalau julukan itu ialah proper name dari Tuhan, bukan sesuatu sebutan ataupun julukan kedudukan.

Kita menciptakan memo alkitab kepada insiden yang serupa pada buku Keluaran 3: 2- 14, dengan style bahasa yang‘ amat kemanusiaan’ serta sedikit kira- kira‘ complicated’:

Kemudian Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam bercahaya api yang pergi dari belukar duri. Kemudian beliau memandang, serta tampaklah: belukar duri itu menyala, namun tidak dikonsumsi api. Musa mengatakan:“ Oke saya menyimpang ke situ buat mengecek pandangan yang hebat itu. Mengapakah tidak dibakar belukar duri itu?”. Kala diamati TUHAN, kalau Musa menyimpang buat meninjaunya, berserulah Allah dari tengah- tengah belukar duri itu kepadanya:“ Musa, Musa!” serta beliau menanggapi:“ Betul, Allah.” Kemudian Beliau berkata:“ Janganlah tiba dekat- dekat: tanggalkanlah kaus kaki dari kakimu, karena tempat, di mana anda berdiri itu, merupakan tanah yang bersih.” Lagi Beliau berkata:“ Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak serta Allah Yakub.” Kemudian Musa menutupi wajahnya, karena beliau khawatir memandang Allah. Serta TUHAN berkata:“ Saya sudah mencermati dengan sangat kesusahan umat- Ku di tanah Mesir, serta Saya sudah mengikuti jeritan mereka yang diakibatkan oleh pengerah- pengerah mereka, betul, Saya mengenali beban mereka. Karena itu Saya sudah turun buat membebaskan mereka dari tangan orang Mesir serta menuntun mereka pergi dari negara itu ke sesuatu negara yang bagus serta besar, sesuatu negara yang bergelimang susu serta madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi serta orang Yebus. Saat ini jeritan orang Israel sudah hingga kepada- Ku; pula sudah Kulihat, alangkah kerasnya orang Mesir menindas mereka. Jadi saat ini, pergilah, Saya mengutus anda pada Firaun buat bawa umat- Ku, orang Israel, pergi dari Mesir.” Namun Musa mengatakan pada Allah:“ Siapakah saya ini, hingga saya yang hendak mengarah Firaun serta bawa orang Israel pergi dari Mesir?” Kemudian firman- Nya:“ Bukankah Saya hendak melampiri anda? Inilah ciri bagimu, kalau Saya yang mengutus anda: bila anda sudah bawa bangsa itu pergi dari Mesir, hingga kalian hendak beribadah pada Allah di gunung ini.” Kemudian Musa mengatakan pada Allah:“ Namun bila saya memperoleh orang Israel serta mengatakan pada mereka: Allah nenek moyangmu sudah mengutus saya kepadamu, serta mereka menanya kepadaku: gimana mengenai nama- Nya?–apakah yang wajib kujawab pada mereka?” Sabda Allah pada Musa:“ Saya Merupakan Saya.” Lagi firman- Nya:“ Beginilah kaukatakan pada orang Israel itu: AKULAH Saya sudah mengutus saya kepadamu.”

Dalam susunan narasi ini nampak konsumsi sebutan buat Tuhan dengan beragam gelar: Malaikat TUHAN, Allah serta TUHAN. Dalam terminologi Kristen, tutur Allah merupakan julukan kedudukan, sebaliknya tutur TUHAN ialah alih bahasa dari julukan diri YHWH( beberapa Kristen melafadzkannya dengan Yahweh, beberapa lain Yehova ataupun Jehova).

Tidak nyata apakah kala Tuhan hendak berjumpa dengan Musa, malaikatnya‘ menyiapkan jalur’ terlebih dulu, kemudian terkini Tuhan timbul serta menyapa Musa, serta kira- kira abnormal pula kala Musa menanggapi‘ betul Allah’, artinya pastinya‘ betul Tuhan’ buat membuktikan kalau Musa telah paham yang menyapanya merupakan Tuhan, serta perbincangan‘ tidak nyambung’ kembali terjalin kala Tuhan meneruskan dengan‘ Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Ishak serta Yakub’, pastinya ini dimaksud‘ Akulah Tuhan dari nenek- moyangmu tadinya’. Lagi- lagi perbincangan ini nampak tidak nyambung sebab dari tanggapannya, Musa telah mengenali kalau yang menyapanya merupakan Tuhan, maksudnya Musa pasti menguasai jika Tuhan itu pula ialah Tuhan dari nenek- moyangnya, melainkan jika Musa memanglah belum paham.

Sehabis Tuhan menarangkan siapa diri- Nya serta meneruskan terdapatnya perintah supaya Musa buat melindungi kaumnya dari kesengsaraan Fir’ aun di Mesir, Musa terkesan ragu serta keraguannya itu bukan terpaut dengan Fir’ aun yang hendak dialami, tetapi malah tertuju pada kaumnya sendiri, Musa berkata‘ bila saya memperoleh orang Israel’ membuktikan perkiraan ia kalau mandat yang hendak ia jalani hendak menemukan tantangan dari kalangan Israel sendiri, serta tantangan itu terpaut dengan‘ siapa yang memerintahkan Musa’. Kembali perbincangan nampak abnormal sebab Tuhan telah melaporkan kalau Ia merupakan Tuhannya nenek- moyang Musa sekalian ialah Tuhan dari kalangan Israel yang hendak diselamatkan, kemudian kenapa Musa sedang meragukan tindakan dari kaumnya sendiri..??. Beberapa pengertian Kristen mengatakan percakapan Musa berikutnya pertanyaan persoalan mengenai julukan Tuhan:

“ mah shemo?”[siapakah nama- Nya]. Dalam aturan bahasa Yahudi, buat bertanya suatu ataupun seorang, umumnya dipakai wujud pertanyaan“ mi?” Tetapi pemakaian tutur“ ma”, bukan cuma berarti bertanya julukan dengan cara harfiah tetapi dasar ataupun individu dibalik julukan itu.

Ajaran Agama Tentang Yahudi Serta Keistimewaannya
Article Information

Ajaran Agama Tentang Yahudi Serta Keistimewaannya

IahushuaAjaran Agama Tentang Yahudi Serta Keistimewaannya. Agama Yahudi (Ibrani) ataupun Yudaisme merupakan agama asli bangsa Ibrani, yang merangkum semua adat- istiadat serta peradaban religi, adat, ataupun hukum bangsa Ibrani. Untuk pemeluk Ibrani yang patuh, agama Ibrani merupakan pernyataan jelas dari akad antara Tuhan serta Anak cucu Israel. Agama ini menaruh khazanah susastra, ibadah, pengetahuan dogma, serta aturan badan yang banyak. Buku Taurat merupakan bagian dari khazanah susastra yang terdiri atas berkas Kukus ataupun Alkitab Yahudi, serta berkas adat- istiadat tutur yang terkini dibukukan setelah itu hari, misalnya Midras serta Talmud. Dengan jumlah penganut dekat 14, 5 hingga 17, 4 juta jiwa, Agama Ibrani menaiki tingkatan ke- 10 dalam catatan agama besar bumi.

Terdapat beragam ajaran dalam agama Ibrani, mayoritas berakar dari ajaran Ibrani Rabani, yang percaya kalau Tuhan menggerakkan hati syariat serta titah- titah- Nya pada Musa di Rekreasi Sina dalam wujud perkataan ataupun catatan. Dari era ke era, terdapat saja kalangan yang melawan semua ataupun beberapa dari agama sejenis ini, misalnya kalangan Saduki serta kalangan Ibrani Yunani pada era Haikal ke- 2, kalangan Ibrani Karayi serta kalangan Ibrani Sabatayi pada dini serta akhir Era Medio, dan mazhab- mazhab Ibrani non- Ortodoks pada Era Modern. Terdapat pula mazhab- mazhab modern, misalnya ajaran Ibrani Humanis, yang tidak memprioritaskan keagamaan pada Tuhan. Mazhab- mazhab terbanyak dikala ini merupakan Ibrani Kolot( Ibrani Haredi serta Ibrani Kolot Modern), Ibrani Konvensional, serta Ibrani Inovasi. Satu ajaran berlainan dengan ajaran lain dalam pendekatan kepada syariat Ibrani, adat- istiadat Rabani, serta maksud berarti negeri Israel. Ajaran Ibrani Kolot beriktikad kalau Taurat ataupun syariat Ibrani berawal dari Tuhan, bertabiat abadi serta ajek, dan harus dipatuhi. Ajaran Ibrani Konvensional serta Ibrani Inovasi bertukar pandang lebih bebas. Dibandingkan ajaran Ibrani Inovasi, ajaran Ibrani Konvensional pada biasanya mengangkat pengertian yang lebih konvensional atas syariat Ibrani. Ajaran Ibrani Inovasi biasanya berprinsip kalau syariat Ibrani wajib ditatap selaku selengkap prinsip biasa ternyata selaku selengkap pantangan serta perintah yang harus dipatuhi seberinda pemeluk Ibrani. Di era dulu sekali terdapat dewan spesial untuk penguatan syariat Ibrani. Saat ini ini juga sedang terdapat mahkamah- mahkamah syariat Ibrani, namun penerapan syariat Ibrani saat ini lebih banyak tergantung pada keikhlasan pemeluk. Karisma keilmuan di aspek dogma serta syariat tidak disandarkan pada seseorang figur ataupun sesuatu badan khusus, melainkan pada Buku Bersih serta para mufasir Buku Bersih, ialah para Illah serta alim- ulama.

Baca Juga: Pandangan Islam Mengenai Alam Semesta yang Kita Tempati

Agama Ibrani terlembagakan di Timur Tengah pada Era Perunggu. Agama ini merupakan pengembangan dari keyakinan Anak cucu Israel dekat tahun 500 SM, serta ditatap selaku salah satu keyakinan sangat berumur pada Tuhan Yang Maha Satu. Gelar” orang Yahudi” ataupun” Anak cucu Israel” telah tergantikan dengan sebutan” orang Ibrani” dalam kitab- kitab Kukus terkemudian, misalnya Buku Ester. Di dalam buku ini, sebutan” orang Ibrani” dipakai selaku ubah sebutan” Anak cucu Israel”. Susastra, adat- istiadat, serta nilai- nilai agama Ibrani mempengaruhi besar kepada agama- agama Abrahamik terkemudian, ialah agama Kristen, agama Islam, serta agama Bahai. Terdapat banyak faktor agama Ibrani yang ikut pengaruhi etika serta hukum awam di luar ranah agama di Bumi Barat, bagus dengan cara langsung ataupun tidak langsung.[28] Begitu juga Yunanisme, Ibranisme pula ialah salah satu aspek berarti pembuat peradaban Barat pada Era Kuno, serta selaku area yang melatarbelakangi kedatangan agama Kristen, agama Ibrani lumayan banyak berjasa membuat angan- angan adiluhung serta etika Bumi Barat mulai era Gereja Kesatu.

Pemeluk Ibrani merupakan golongan etnoreligius yang beranggotakan banyak orang Ibrani semenjak lahir ataupun banyak orang yang terkini melekap agama Ibrani. Pada tahun 2015, jumlah pemeluk Ibrani sejagat diperkirakan menggapai 14, 3 juta jiwa, ataupun kurang lebih 0, 25% dari populasi bumi. Dari jumlah totalitas ini, kurang lebih 43% berdiam di Israel, 43% lagi berdiam di Amerika Sindikat serta Kanada, beberapa besar dari lebihnya berdiam di Eropa, sedangkan selebihnya terserak di Amerika Latin, Asia, Afrika, serta Australia.

Keistimewaan

Berlainan dari ilah- ilah yang dulu kala disembah warga Timur Dekat, Tuhan orang Yahudi dibilang maha satu serta tidak duanya, alhasil tak mungkin menjalakan ikatan dengan ilah lain, melainkan dengan makhluk- Nya sendiri, utama orang. Dengan begitu agama Ibrani berasal dengan monoteisme benar, ialah memercayai kalau Tuhan itu satu serta hirau pada tindak- tanduk orang. Bagi Kukus( Alkitab Yahudi), Tuhan berkomitmen pada Abraham kalau keturunannya hendak Beliau peruntukan bangsa yang besar. Sehabis anak cucu Abraham bersalin pinak jadi bangsa Israel, Tuhan merendahkan perintah pada mereka buat mencintai serta menyembah- Nya selaku Tuhan Yang Maha Satu, yang ialah perintah untuk pemeluk Ibrani buat menjawab perhatian Tuhan kepada makhluk- Nya. Tuhan pula merendahkan perintah pada bangsa Israel buat silih mencintai satu serupa lain, yang ialah perintah untuk pemeluk Ibrani buat meneladani kesukaan Tuhan kepada pemeluk orang. Perintah- perintah ini cumalah 2 di antara demikian banyak amanat serta syariat yang jadi isi dari akad antara Tuhan serta Abraham bersama keturunannya. Akad eksklusif inilah yang jadi inti ekstrak agama Ibrani.

Oleh sebab itu, biarpun di dalam agama Ibrani ada adat- istiadat suluk( kabalah), ahli susastra Rabani, Max Kadushin, menyifatkan agama Ibrani normatif selaku” laris kejiwaan wajar”, sebab mengaitkan pendalaman individu hendak kehadiran Tuhan dalam kehidupan tiap hari dengan cara- cara yang biasa untuk seluruh pemeluk Ibrani, ialah melaksanakan syariat serta melafalkan berkah terima kasih tiap kali melengkapi satu perintah Tuhan.

Keadaan serta insiden yang biasa serta bersahabat dengan kehidupan kita tiap hari, ialah kesempatan- kesempatan buat mendalami kehadiran Tuhan. Keadaan misalnya keuntungan tiap hari, yang dinikmati pada hari itu pula, dialami selaku bentuk jelas kasih cinta Tuhan, alhasil menggugah orang buat melafalkan Berakot. Kedusyah, kekudusan, yang tidak lain dari aksi meneladani Tuhan, akrab kaitannya dengan sikap tiap hari, dengan tindakan adab serta welas asih, dengan aksi menjauhi kenajisan dampak deifikasi fetis, zina, serta pertumpahan darah. Birkat Ha Mitswot menggugah pemahaman hendak kekudusan dalam seremoni sempoyongan Rabani, namun barang- barang yang dipakai dalam mayoritas seremoni sempoyongan ini bukanlah bersih serta amat lazim, sedangkan sebagian barang bersih malah bukan alat sempoyongan. Justru bukan cuma keadaan serta insiden biasa yang sanggup menggugah pendalaman hendak kehadiran Tuhan, melainkan pula seluruh suatu yang dirasakan seorang, bagus ataupun kurang baik, sebab terdapat pula Berakah yang dilisankan dikala menyambut berita kurang baik. Oleh sebab itu, sekalipun mendalami kehadiran Tuhan merupakan pengalaman yang lain dari yang lain, terdapat banyak sekali peluang buat mengetahui keberadaan- Nya, biarpun kita cuma memperkirakan keadaan yang menggugah kita buat melafalkan Berakot.

Sekalipun filsuf- filsuf Ibrani sering berbantah pertanyaan Tuhan itu tasybih ataukah tanzih, serta pertanyaan orang itu memiliki kemauan leluasa ataukah telah disuratkan takdirnya semenjak awal, halakah senantiasa ialah aturan yang membolehkan tiap orang Ibrani berperan memperkenalkan Tuhan ke dalam bumi.

Monoteisme benar menghayati semua susastra bersih ataupun susastra syariat agama Ibrani. Biarpun begitu, monoteisme bukanlah tetap diamalkan. Kukus muat riwayat- riwayat dan kecaman- kecaman yang kesekian kali dilemparkan kepada maraknya deifikasi ilah lain oleh bangsa Israel pada era dulu sekali. Pada era Gerika- Romawi, timbul bermacam berbagai pengertian atas ahadiat Tuhan dalam agama Ibrani, tercantum tafsir- tafsir yang jadi cikal akan agama Kristen.

Tidak hanya itu, terdapat pula pihak- pihak yang bertukar pandang kalau agama Ibrani merupakan agama tidak bersyahadat, yang tidak mengharuskan pemeluknya buat memercayai kehadiran Tuhan. Untuk beberapa pihak, melaksanakan syariat jauh lebih berarti dari memercayai kehadiran Tuhan itu sendiri. Pada Era Modern, beberapa ajaran agama Ibrani yang beraliran bebas menyangkal buah pikiran mengenai terdapatnya ilah berpribadi yang aktif aduk tangan dalam asal usul pemeluk orang. Mengenai terdapat tidaknya agama Ibrani yang asli ataupun yang normatif bukan cuma jadi utama perbantahan di golongan pemeluk Ibrani yang patuh berkeyakinan, melainkan pula di golongan ahli sejarah.

Rukun Iman

Sejauh asal usul, alim- ulama Ibrani telah menciptakan bermacam kesimpulan fundamental keagamaan Ibrani, tidak satu juga kesimpulan yang celus dari kritik. Kesimpulan terpopuler merupakan 13 damai kepercayaan yang disusun Illah Musa bin Maimun

pada era ke- 12. Bagi Illah Musa bin Maimun, orang Ibrani yang membelit- belitkan salah satu dari rukun- rukun kepercayaan ini bisa dikira telah kafir serta menyimpang dari kepercayaan yang lurus. Alim- ulama Ibrani menganut pandangan- pandangan lain yang sedikit banyak menyimpang dari rukun- rukun kepercayaan Illah Musa bin Maimun.

Dikala Illah Musa bin Maimun sedang hidup juga catatan damai kepercayaan yang disusunnya telah menemukan kecaman dari Illah Hasdai Kreskes serta Illah Yosef Albo. Bagi Illah Yosef Albo serta Illah Abraham bin Daud, rukun- rukun kepercayaan yang disusun Illah Musa bin Maimun memiliki sangat banyak faktor yang tidak bertabiat asas dalam agama Ibrani, biarpun betul.

Searah dengan opini ini, ahli sejarah Ibrani pada Era Kuno, Flavius Yosefus, pula lebih memprioritaskan penerapan dan disiplin pada syariat dari keagamaan. Beliau memaknai kafir selaku kekalahan menaati syariat, serta menerangkan kalau syarat- syarat masuk agama Ibrani wajib melingkupi sunat serta ketaatan pada adat- istiadat Ibrani. Rukun- rukun kepercayaan yang disusun Illah Musa bin Maimun lebih kerap diabaikan sepanjang sebagian era. Setelah itu hari, 2 lapisan puitis dari rukun- rukun kepercayaan ini( Ani Maamin serta Yigdal) dimasukkan ke dalam aturan sempoyongan Ibrani, alhasil kesimpulannya diperoleh oleh nyaris seluruh pemeluk Ibrani sejagat.

Pada Era Modern, agama Ibrani tidak mempunyai badan keulamaan terkonsentrasi yang berhak menghasilkan ajaran hal damai kepercayaan, alhasil timbul beraneka ragam alterasi kesimpulan damai kepercayaan Ibrani. Sekalipun begitu, seluruh ajaran agama Ibrani sedikit banyak didasarkan atas asas- asas keagamaan yang termaktub dalam Alkitab Yahudi serta kitab- kitab keterangannya, misalnya Talmud serta Midras. Seluruh ajaran agama Ibrani pula membenarkan bentuknya akad antara Tuhan serta Abraham Si Pitarah, begitu juga yang diriwayatkan dalam Buku Bersih, dan sedi- segi dari akad itu yang diwariskan bebuyutan, begitu juga yang diwahyukan pada Musa, rasul terbanyak dalam agama Ibrani. Di dalam Misnah, salah satu pustaka penting Ibrani Rabani, pengakuan kalau akad ini berasal dari Tuhan dikira selaku pandangan penting agama Ibrani, serta banyak orang yang membelit- belitkan akad ini dikira sudah membuang- buang kesempatan mereka buat aman di alam baka.

Baca Juga: Informasi Lengkap Seputar Tuhan Bangsa Israel Yakni YHWH atau Yahwe

Memutuskan rukun- rukun kepercayaan Ibrani pada Era Modern malah lebih susah lagi, mengenang telah sedemikian banyak serta beragamnya ajaran agama Ibrani saat ini ini. Sekalipun ruang lingkupnya dibatasi pada kecenderungan- kecenderungan intelektual yang sangat mempengaruhi pada era ke- 19 serta ke- 20, hal ini senantiasa saja ricuh. Selaku cerminan, asumsi Illah Joseph Soloveitchik( dikira selaku figur ajaran Ibrani Kolot Modern) kepada kemodernan didasarkan atas pengidentikan agama Ibrani dengan penerapan syariat, yang tujuan kesimpulannya merupakan memperkenalkan kekudusan ke dalam bumi. Illah Mordecai Kaplan, penggagas ajaran Ibrani Rekonstruksionistis, meninggalkan buah pikiran agama Ibrani selaku sesuatu keyakinan pada Tuhan untuk mengidentikkannya dengan peradaban, serta lewat pemikiran kalau agama Ibrani merupakan sesuatu peradaban dan lewat penerjemahan gagasan- gagasan utama agama Ibrani jadi gagasan- gagasan yang tidak berhubungan dengan agama, beliau berupaya merangkul sebesar bisa jadi ajaran agama Ibrani. Kebalikannya, ajaran Ibrani Konvensional Illah Solomon Schechter sama dengan adat- istiadat yang dimengerti selaku pengertian atas Taurat, yang pada hakikatnya ialah asal usul pemutakhiran serta adaptasi dengan cara selalu atas hukum Musa lewat pengertian inovatif. Yang terakhir, Illah David Philipson memutuskan garis- garis besar ajaran Ibrani Inovasi dengan memperhadapkan ajaran ini dengan pendekatan ajaran Ibrani Rabani yang konvensional serta kencang, alhasil hingga pada kesimpulan- kesimpulan yang seragam dengan kesimpulan- kesimpulan ajaran Ibrani Konvensional.

Metafisika Yahudi

Metafisika Ibrani merujuk pada perjumpaan ilmu metafisika dengan ilmu dogma Ibrani. Filsuf- filsuf besar Ibrani antara lain merupakan Sulaiman bin Jabirul, Said bin Yusuf Angkatan laut(AL) Fayumi, Yahuda Angkatan laut(AL) Lawi, Musa bin Maimun, serta Lewi bin Jarsun. Perubahan- perubahan besar yang timbul selaku asumsi kepada aksi Pencerahan( akhir era ke- 18 hingga dini era ke- 19) melahirkan filsuf- filsuf Ibrani pasca- Pencerahan. Metafisika Ibrani modern terdiri atas filfasat- filsafat yang beraliran Kolot ataupun non- Ortodoks. Filsuf- filsuf Ibrani Kolot terkenal antara lain merupakan Eliyahu Eliezer Dessler, Joseph B. Soloveitchik, serta Yitzchok Hutner. Filsuf- filsuf Ibrani non- Ortodoks terkenal antara lain merupakan Martin Buber, Franz Rosenzweig, Mordecai Kaplan, Abraham Joshua Heschel, Will Herberg, serta Emmanuel Lévinas.

Asal ide sebutan” agama Ibrani”

Sebutan” Ibrani” dalam bahasa Indonesia diturunkan dari tutur Arabاليهودي, Angkatan laut(AL) Ibrani, yang pula berawal dari tutur Yahudi Yehudi, maksudnya” orang Yehuda”. Frasa” agama Ibrani” merupakan bandingan buat tutur Iudaismus, wujud Latin dari tutur Yunani. Cikal akan tutur ini merupakan tutur Yahudi, Yehudah, yang pula merupakan cikal akan dari tutur Yahudi buat agama Ibrani, ialah Yahadut. Sebutan Ioudaismos awal kali timbul dalam Buku 2 Makabe, yang ditulis pada era ke- 2 SM. Cocok dengan kondisi zamannya, sebutan ini mengisyaratkan upaya” mencari ataupun membuat asli diri adat” bangsa,[83] begitu juga sebaliknya, Helenismos, mengisyaratkan ketertundukan bangsa pada adat- istiadat Yunani. Bentrokan antara Iudaismos serta Helenismos melatarbelakangi Makar Makabe, serta oleh sebab itu pula melatarbelakangi kedatangan sebutan Iudaismos.

Dalam bukunya yang bertajuk The Beginnings of Jewishness, Shaye J. D. Cohen mengemukakan kalau:

Pasti saja kita goyah buat menerjemahkan Ioudaïsmós jadi” agama Ibrani,” namun alih bahasa ini sangat cetek, sebab kala awal kali timbul, sebutan Ioudaïsmós belum dipakai selaku gelar untuk sesuatu agama. Sebutan ini malah berarti” gabungan semua karakter yang membuat banyak orang Yudea pantas diucap orang Yudea( ataupun membuat banyak orang Ibrani pantas diucap orang Ibrani).” Gabungan karakter ini pasti saja melingkupi pula amalan- amalan serta keyakinan- keyakinan yang saat ini ini kita ucap” agama,” namun amalan- amalan serta keyakinan- keyakinan tidaklah salah satunya jangkauan sebutan ini. Jadi, Ioudaïsmós sepatutnya bukan diterjemahkan jadi” Agama Ibrani” melainkan Keyudeaan.

Informasi Lengkap Seputar Tuhan Bangsa Israel Yakni YHWH atau Yahwe
Article Bible Information Pray

Informasi Lengkap Seputar Tuhan Bangsa Israel Yakni YHWH atau Yahwe

Informasi Lengkap Seputar Tuhan Bangsa Israel Yakni YHWH atau Yahwe – Sebagian besar dari bangsa Israel penduduknya beragama Yahudi. Pastinya sudah tidak asing lagi kata Yahudi ini bagi masyarakat luas mengingat agama ini masuk dalam jajaran agama yang penganutnya banyak. Kata Yahudi dalam agama ini sendiri diambil dari keturunan Yehuda. Untuk Tuhan bangsa Israel beragama yahudi ini sendiri dinamakan YHWH atau Yahwe. Menariknya, nama dari Tuhan ini punya sebutan lain dalam Alkitab yakni seperti Nissi, YHWH Jireh, Sabaoth dan lain sebagainya. Dari beragam nama yang ada, nama YHWE adalah nama Tuhan dari agama yahudi bangsa Israel yang paling sering disebut. YHWE sendiri berasal dari bahasa Ibrani, bahasa yang cukup populer hingga saat ini. Nah, perlu Anda ketahui bahwa pengunaan nama YHWE ini mulai dari dulu sampai saat ini pun pengucapannya dilarang dalam kalangan orang bangsa Israel beragama yahudi sendiri. Hal ini dikarenakan ditakutkannya ada penyalahgunaan yang merugikan. Oleh karena pengucapan YHWH ini dilarang, maka pengucapannya akan diganti dengan kata bermakna sama yakni Adonian yang maknya adalah Tuhan atau Tuan. PEngunaan nama YHWH bagi bangsa israel yang punya agama Yahudi ini adalah untuk mengagungkan dan menunjukan rasa hormat yang dipunyai kepada Tuhan yang dipunyai.

Yahwe atau Tuhan dalam ajaran agama Yahudi bangsa Israel ini mengajarkan mengenai banyak hal. Beberapa diantaranya adalah cinta kasih atau mengasihi terhadap sesama manusia layaknya cinta Tuhan kepada manusia dan menyembah YHWE sebagai satu-satunya Tuhan. Selain itu, penganut agama yahudi bangsa Israel ini juga diajarkan mengenai keesaan Tuhan, menjaga alam, berguna bagi sesama, mengamalkan ajaran Tuhan dan juga pastinya meninggalkan beragam larangan yang sudah Tuhan berikan. Keluarga merupakan hal yang penting dan utama bagi bangsa Israel. Bagi mereka yang yang setia dalam ajaran yahudi, penyembahan terhadap YHWE yang merupakan Tuhan mereka ini akan dilakukan setiap hari. Secara khusus, harus sabtu atau yang biasa disebut dan dikenal dengan hari sabat adalah hari utama untuk untuk beribadah menyembah Yahwe. Antara hari jumat dan sabtu sore, penganut agama Yahudi bangsa Israel ini akan meminum secangkir anggur, memakan roti yang sudah diberlaki dan juga menyalakan sebuah lilin. Hanya orang-orang yang masih dalam keturunan bani Israel saja yang bisa menganut agama Yahudi dan melakukan penyembahan kepada Yahwe secara tuhan seperti yang sudah dijelaskan.

Bangsa Israel percaya bahwa Tuhan telah menjanjikan sebuah tanah dan mereka harus kembali ke tanah tersebut. Hal ini bisa dilihat langsung dalam Yehezkiel 37:21 dimana terltulis Tuhan menjanjikan kepada bangsa Israel mengenai ‘tanah yang dijanjikan’ ini. Merupakan sebuah kewajiban bagi mereka bangsa israel yang memeluk agama yahudi untuk kembali ke tanah tersebut seperti yang sudah Tuhan sampaikan. Selain itu ketahuilah pula bahwa isi dari kitab yang dipunyai Agama Yahudi sendiir berisi perjanjian yang sudah YWHE buat kepada Abraham bahwa ia dan semua keturunannya akan diberikan perlindungan dari Yahwe dan diberikan rahmat. Hal ini dikarenakan keturunan bangsa Israel dikenal taat akan pernjanian lama dan beragam aturan lainnya yang sudah ditetapkan. Untuk melaksanakan janji YHWE atau Tuhan ini, Tuhan mengutus Musa untuk menyampaikan wahyu ini. Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih dalam mengenai Tuhan bangsa israel YHWE alias Yahwe ini, bisa langsung membaca alkitab yang tersedia ataupun membaca beragam artikel mengenai tuhan bangsa Israel Yahew di situs dan internet.

Mengenai Yahwe, Tuhan Agama Yahudi Bangsa Israel
Article Bible Information Pray

Mengenai Yahwe, Tuhan Agama Yahudi Bangsa Israel

Mengenai Yahwe, Tuhan Agama Yahudi Bangsa Israel – Pernahkan Anda mendengar mengenai kata Yahwe? Bagi sebagian besar masyarakat terutama masyarakat nasrani pastinya pernah mendengar ataupun mengetahui mengenai kata Yahwe yang berasal dari bahasa Ibrani ini. Bagi yang belum mengetahui, Yahwe atau YHWE adalah nama Tuhan dari agama Yahudi yang banyak dianut Bangsa Israel. Adapun sebagain besar bangsa ini menganut agama Yahudi yang mana agama ini berdasarkan keturunan dan hanya keturunan bani Israel yang bisa menganut agama tersebut. Dalam alkitab, Anda akan menemukan nama lain dari Yahwe ini mulai dari YHWH Jireh, Sabaoth dan Nissi dan lain-lain. Dari beragam nama Tuhan dalam agama yahudi bangsa Israel yang ada, nama YHWH adalah yang paling sering disebut. Walaupun nama YHWH sendiri banyak ditemukan dalam alkitab, tetapi tidak boleh dilafalkan atau diucapkan demi menghindari adanya penyalahgunaan nama. Untuk itulah bagi siapa yang ingin mengucapkan Yahwe ini, harus mengantinya dengan Adonian yang artinya adalah Tuan atau Tuhan. Adapun pengunaan dari nama YHWH sendiri adalah untuk memperlihatkan bagaimana rasa hormat mendalam yang dipunyai kepada Tuhan yang disembah.

Yahwe dianggap sebagai pencipta segala hal yang ada di alam semesta dan mempunyai keahlian yang tdak bisa ditandingi ataupun disangkal. Pada abat ke 6-SM, akhirinya Yahwe dicanangkan menjadi Tuhan satu-satunya, pemilik sejati segala hal dalam alam semesta dan juga pecipta alam semesta. Untuk mmebahas lebih jauh mengenai Yahwe dalam agamaya Yahudi orang Israel ini, harus Anda pahami terlebih dahulu mengenenai Yehuda yang merupakan asal dari Yahudi. Yehuda diambil dari salah satu suku terbesar milik nenek moyang Israel. Dulunya memang hanya berlaku untuk salah satu keturunan terbesar saja namun saat ini sudah menjadi salah satu istilah umum bangsa Israel. Nah terdapat tiga konteks dalam nama YHWE Tuhan agama Yahudi Bangsa israel ini yang menghasilkan suatu rumusan dimana Tuhan hanya ada satu saja dan yang disembah sama saja. Semua manusia berhak mengimani dan menyembah Tuhan ini dengan layak. Penganut agama Yahudi sendiri percaya bahwa YHWE Tuhan memberikan sebuah tanah khusus yang disebut sebagai tanah terjanji kapada bangsa Israel. Hal ini tertuang dalam sabda Tuhan di Yehezkiel 37:21. Bagi yang memang menganut agama Yahudi ini harus mengikuti semua sabda Tuhan termasuk kembali ke tanah terjanji.

 Tuhan Agama Yahudi Bangsa Israel

Untuk memuliakan Yahwe, tentu saja masyarakat Israel pengaut agama Yahudi ini punya waktu khusus dimana mereka akan berbadah atau berdoa. Waktu tersebut pada hari sabat atau haris sabtu yang dijadikan hari utama peribadatan. Selain itu antara jumat serta sabtu sore, pengaut gama Yahudi akan memakan rotii yang sudah diberkati, meminum anggur dan juga menyalakan lilin dengan cara mereka sendiri. Walaupun sudah ada waktu khusus untuk menyebah Yahwe, bagi mereka yang amat taat akan melakukan penyembahan dan berdaoa setiap hari kepada Yahwe yang dipunyai sendiri. Perlu Anda ketahui bahwa Yahwe dan janji-Nya menjadi isi utama dari kitab agama Yahudi ini dimana Yahwe sendiri berjanji kepada Abraham dan keturunanya bahwa Ia akan memberikan perindungan dan rahmat yang melimpah karena keturunnya ini yang merupakan bangsa Israel taat akan kitab perjanjian lamad dengan imat yang kuat kepada Tuhan. Ajaran dan juga informasi mengenai Yahwe maupun agama Yahudi secara lengkap bisa Anda langsung simak melalui alkitab yang tersedia. Ataupun apabila tidak mempunyai alkitab, bisa menyimak dari artikel-artikel khusus yang tersedia dan membahas mengenai Yahwe agama Yahudi bangsa Israel.

Asal Dari Keyakinan Yahudi
Article Bible Information Pray

Asal Dari Keyakinan Yahudi

Asal Dari Keyakinan Yahudi – Yudaisme adalah salah satu kepercayaan yang ada di dunia ini. Keyakinan ini dianut oleh orang-orang Yahudi itu. Yakni mereka yang berada di negara Israel atau mereka yang tinggal di luar negeri dan menganut kepercayaan ini. Seperti banyak kepercayaan yang ada di dunia ini, orang Yahudi juga memiliki Tuhannya sendiri.

Kata Yahudi berasal dari salah satu marga dari ke dua belas nenek moyang Suku Israel. Dari dua belas leluhur dengan keturunan paling banyak yaitu Yehuda. Dan pada akhirnya seluruh bangsa Israel terlepas dari kewarganegaraan atau tanah airnya sering disebut juga sebagai Yahudi atau penganut Yudaisme. Dan ini tidak lain karena fakta bahwa semua penganut ajarannya disebut dengan nama yang sama, yaitu Yudaisme atau Yudaisme. Bagi mereka, orang Yahudi ini adalah istilah Yahudi yang diambil dari keturunan Yakub. Yakub ini memiliki empat istri, yaitu Rahel, Zilpa, Lea, dan Bilha. Dari istri pertamanya, Lea, Yakub ini memiliki 6 orang anak yaitu Ruben, Lewi, Isakhar, Asal Dari Keyakinan Yahudi
Yudaisme adalah salah satu kepercayaan yang ada di dunia ini. Keyakinan ini dianut oleh orang-orang Yahudi itu. Yakni mereka yang berada di negara Israel atau mereka yang tinggal di luar negeri dan menganut kepercayaan ini. Seperti banyak kepercayaan yang ada di dunia ini, orang Yahudi juga memiliki Tuhannya sendiri.

Kata Yahudi berasal dari salah satu marga dari ke dua belas nenek moyang Suku Israel. Dari dua belas leluhur dengan keturunan paling banyak yaitu Yehuda. Dan pada akhirnya seluruh bangsa Israel terlepas dari kewarganegaraan atau tanah airnya sering disebut juga sebagai Yahudi atau penganut Yudaisme. Dan ini tidak lain karena fakta bahwa semua penganut ajarannya disebut dengan nama yang sama, yaitu Yudaisme atau Yudaisme. Bagi mereka, orang Yahudi ini adalah istilah Yahudi yang diambil dari keturunan Yakub. Yakub ini memiliki empat istri, yaitu Rahel, Zilpa, Lea, dan Bilha. Dari istri pertamanya, Lea, Yakub ini memiliki 6 orang anak yaitu Lewi, Yehuda, Isakhar, Ruben, Simeon, dan Zebulun. Dan dari istri kedua Rahel, Yakub memiliki 2 orang anak yaitu Yusuf dan juga Benyamin. Kemudian dari istri ketiganya, Zilpa, Yakub memiliki 2 orang putra, Gad dan Asyer. Sedangkan dari istri terakhirnya, Bilha, Yakub memiliki 2 orang anak yaitu Naftali dan juga Dan. Dan dari salah satu anak Yakub dari istri Lea yang bernama Yehuda, istilah Yahudi ditahbiskan dan menjadi istilah yang dikenal hingga saat ini. Itulah yang diyakini oleh orang Yahudi atau bangsa Yahudi. Dari situlah nama Yahudi berasal.

Bagi mereka yang percaya pada Yudaisme, keluarga adalah hal yang paling utama dalam agama ini. Dan oleh mereka yang setia, para penyembah akan berdoa setiap hari untuk Tuhan mereka. Bagi mereka, hari Sabtu adalah hari utama yang sering disebut dengan Sabat untuk sholat. Antara Jumat sore dan Sabtu sore mereka akan menyalakan lilin dan juga meminum anggur dan roti yang telah diberkati dengan cara yang mereka yakini. Selain Sabat ini, hari libur Yahudi lainnya termasuk Rosh Hashanah atau Tahun Baru serta Yom Kippur atau Hari Penerimaan Tobat. Itu tentang kepercayaan Yahudi bagi bangsa Yahudi. Tapi bagi mereka yang menganut agama lain, mereka juga punya pendapat sendiri-sendiri.Ruben, Simeon, dan Zebulun. Dan dari istri kedua Rahel, Yakub memiliki 2 orang anak yaitu Yusuf dan juga Benyamin. Kemudian dari istri ketiganya, Zilpa, Yakub memiliki 2 orang putra, Gad dan Asyer. Sedangkan dari istri terakhirnya, Bilha, Yakub memiliki 2 orang anak yaitu Naftali dan juga Dan. Dan dari salah satu anak Yakub dari istri Lea yang bernama Yehuda, istilah Yahudi ditahbiskan dan menjadi istilah yang dikenal hingga sekarang ini. Itulah yang diyakini oleh orang Yahudi atau bangsa Yahudi. Dari situlah nama Yahudi berasal.

Bagi beberapa anggota yang percaya pada Yudaisme, keluarga adalah hal utama bagi mereka. Dan oleh mereka yang setia, para penyembah akan berdoa setiap hari untuk Tuhan mereka. Bagi mereka, hari Sabtu adalah hari paling utama yang biasa disebut Sabat untuk sholat. Antara Jumat sore dan Sabtu sore mereka akan menyalakan sebuah lilin dan juga minum secangkir anggur dan roti yang telah diberkati. Selain Sabat ini, hari libur Yahudi lainnya adalah Rosh Hashanah atau sering disebut dengan Tahun Baru serta Yom Kippur atau Hari menerima Tobat. Itu tentang kepercayaan Yahudi bagi bangsa Yahudi. Tapi bagi mereka yang menganut agama lain, mereka juga punya pendapat sendiri-sendiri.

Manusia Sebagai Sesama Umat Allah
Article Bible Information Pray

Manusia Sebagai Sesama Umat Allah

Manusia Sebagai Sesama Umat Allah – Yudaisme adalah suatu sebutan bagi aliran dan ajaran bagi kaum Yahudi yang mayoritas banyak dijumpai di kawasan Israel. Aliran ini sudah lama dikembangkan, kurang lebih sejak 4000 tahun yang lalu. Bermula dari beberapa suku yang menetap di daerah tersebut, dari situlah nama Yahudi juga diambil. Ajaran ini bersumber dari kitab-kitab wahyu Allah yang diturunkan dengan bahasa Ibrani kala itu.

Awal mula aliran ini tergolong sebagai minoritas dibandingkan dengan aliran-aliran kepercayaan lain yang ada di dunia. Akan tetapi, walaupun menjadi sebuah minoritas tidak menjadi suatu halangan bagi para pengikut aliran ini. Mereka tetap teguh pada keyakinan dan pilihan hidupnya. Bisa disebut sebagai minoritas karena hanya berjumlah sekitar 14 juta dari 6 miliar umat manusia yang menganut aliran lain. Akan tetapi, perbedaan bukan sebuah masalah, justru dengan perbedaan yang ada bisa menyatukan bukan? karena pada dasarnya semua aliran adalah sama. Kesamaan yang dimaksud adalah sama-sama mengajarkan tentang kebaikan dan keesaan Allah. Segala perintah, petunjuk serta larangan Allah.

Fakta sejarah juga mengatakan bahwa perkembangan kehidupan beragama umat Yahudi ini sudah tergolong cukup lama sejak 4000 tahun yang lalu. Terbukti dengan berbagai peninggalan, perkembangan peradaban kehidupan manusia. Selain itu, segala Ajaran tentang Yudaisme ini juga terdapat di dalam kandungan isi kitab yang sama sebagaimana mempunyai kaitan dengan kitab-kitab aliran lain. Beberapa kandungan diantaranya ada yang sama. Seperti misalnya antara Kandungan kitab Injil dan Al-quran ada beberapa yang mempunyai artian sama. Karena berulang kali dikatakan bahwa pada dasarnya segala aliran adalah sama mengenai ibadah dan wujud penyembahan umat pada Tuhannya serta segala ajaran kebaikan, aturan, petunjuk, perintah bahkan larangan.

Dengan demikian, segala sesuatu yang ada di muka bumi ini adalah fana dan tidak akan kekal. Kita sebagai sesama manusia ciptaan Allah harus saling menghargai dan menjaga, saling mengingatkan serta berlomba-lomba dalam hal kebaikan. Berbeda pilihan bukan sebuah masalah, karena pada dasarnya perbedaan adalah menyatukan. Kita sesama umat Allah sama-sama akan kembali pada Allah.

Yudaisme Sebagai Ajaran Menarik Bagi Seluruh Umatnya
Article Bible Information Pray

Yudaisme Sebagai Ajaran Menarik Bagi Seluruh Umatnya

Yudaisme sebagai salah satu ajaran tentang Allah dan Kitabnya telah lama berkembang, konon katanya sudah sejak 4000 tahun yang lalu. Hal ini berawal dari sebuah kehidupan kecil di sekitar kawasan israel beberapa ribu tahun yang lalu, dimana pengikut ajaran ini hanya berjumlah beberapa suku saja. Yang mana nama Yudaisme ini diambil dari sebuah suku terbesar dari keluarga atau anak-anak Yakub yang berjumlah 12 orang. Dalam fakta sejarah, ajaran ini terbukti dengan beberapa kitab-kitab kuno yang mengandung ajaran tentang Ketuhanan dan berbagai aturan kehidupan manusia di muka bumi ini.

Salah satu diantaranya adalah mengenai ajaran awal kekristenan, yang dipersembahkan oleh Yesus seorang Yahudi abad pertama dengan berbagai kitab-kitab berbahasa ibrani kala itu. Melalui kitab-kitab ini telah banyak dijelaskan tentang seluruh ajaran, perintah serta larangan Allah yang berlaku bagi seluruh pengikutnya di muka bumi ini. Kitab-kitab yang masih berbahasa ibrani tersebut yang erat kaitannya dengan kitab-kitab lain di masa itu. Seperti contohnya, beberapa isi kandungan nya sama dengan kandungan kitab lain. Maka, dengan mengetahui isi kitab serta asal muasal Yahudi kita juga akan sekilas terhubung dengan aliran lain.

Alasan mengapa Yudaisme dianggap sangat menarik adalah karena perkembangan kehidupannya. Yang mana sudah mulai berkembang sejak 4000 tahun yang lalu, menurut isi kitab Ibrani dan Abram, para pengikut Yahudi sudah menyembah Allah sejak 4000 tahun yang lalu. Dengan demikian, hal ini sangat menarik untuk dikaji lebih lanjut mengenai bagaiman perkembangan aliran ajaran serta agama dari tahun ke tahun jika dihubungkan dengan perkembangan peradaban manusia dan fakta sejarah yang ada.

Berdasarkan fakta tentang kehidupan Yudaisme di beberapa ribu tahun yang lalu, dapat ditarik kesimpulan bahwa seluruh umat Tuhan dan para pengikut Yahudi yang merupakan anggota yang notabene kuat imannya serta teguh pada pilihannya bukan? Karena pada dasarnya semua ajaran Allah adalah sama, yaitu menuju pada kebaikan serta kehidupan seluruh umat manusia di muka bumi ini.

Upaya Yudaisme dalam Mencari Allah melalui Kitab dan Tradisi
Article Information

Upaya Yudaisme dalam Mencari Allah melalui Kitab dan Tradisi

Upaya Yudaisme dalam Mencari Allah melalui Kitab dan Tradisi – Upaya dalam mencari Allah bagi kaum Yehuda atau Yahudi terbukti dengan adanya beberapa tokoh terkemuka yang sampai saat ini masih dikenang nama dan perjuangannya. Siapa kah mereka? Mereka diantaranya adalah Musa, Yesus, Mahler, Marx, Freud dan Einstein. Mereka adalah tokoh-tokoh yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan peradaban bangsa Yahudi serta perkembangan peradaban kehidupan umat manusia di muka bumi ini. Dengan berbagai cara dan upaya yang telah mereka lakukan untuk memperjuangkan ajaran serta aliran mereka serta wujud beriman kepada Sang Pencipta alam semesta ini. Perlu diketahui bahwa segala perjuangan dan upaya-upaya yang telah mereka lakukan tentunya mempunyai dasar dan tujuan yang jelas. Dimana Alkitab merupakan salah satu bukti nyata bahwa mereka berbuat sesuai dengan ajaran dan ketetapan Allah yang telah tercantum di dalam Alkitab.

Yudaisme ini berakar pada sejarah yang nyata, tidak hanya mitos. Bahkan berbeda dengan beberapa aliran-aliran lain, yang mana dari awal terbentuknya aliran ini sudah menjadi sebuah minoritas diantara beberapa aliran yang ada di dunia ini. Dengan jumlah kurang lebih 14juta dari sekitar 6 miliar orang yang menganut aliran lain. Lantas mengapa ajaran yudaimse juga melarang bermain judi atau menjadi merupakan suatu hal yang salah ? karena hal tersebut merugikan orang lain dan diri sendiri. Pada dasarnya semua umat manusia mempunyai pilihan hidup masing-masing bukan? Dengan demikian, sama halnya dengan kita, mereka juga akan memperjuangkan apa yang telah menjadi pilihan hidupnya.

Jika berada pada ruang lingkup keagamaan, maka bisa disebut sebagai kekuatan iman tiap insan manusia terhadap agama dan Tuhan nya pun juga berbeda bukan? Oleh sebab itu, Kita dapat mengambil sebuah kesimpulan dari sedikit ulasan diatas, mengenai sebuah iman dan pilihan setiap insan yang perlu kita perhatikan. Kita harus tetap memperkuat iman kita terhadap Agama, Kepercayaan serta Tuhan kita yang mana ini ada kaitannya dengan dunia dan akhirat kita kelak. Jangan mudah terganggu dan terpengaruhi, karena pada dasarnya semua ajaran Tuhan adalah untuk kebaikan bagi kehidupan seluruh umat manusia di dunia.

Konsep Dasar yang Dianut oleh Bangsa Yahudi
Article Information

Konsep Dasar yang Dianut oleh Bangsa Yahudi

Konsep Dasar yang Dianut oleh Bangsa Yahudi – Sudah tidak asing lagi bukan kata-kata Yahudi di telinga Anda? Yap, Yahudi adalah suatu istilah aliran atau agama bagi para penganutnya atau Yudaisme. Yudaisme banyak ditemukan di daerah seperti di Tanah Kanaan atau Kawasan Israel pada saat ini, karena memang pada dasarnya disana lah memang awal aliran yahudi ini diperkenalkan hingga pada saat ini telah meluas ke berbagai pelosok penjuru dunia bukan? Aliran ini sama halnya dengan aliran-aliran lain yang mana mempunyai dasar falsafah kehidupan dari sebuah Kitab Suci yang diturunkan langsung oleh Allah untuk kehidupan umatnya di muka bumi ini.

Seperti yang sudah tertulis pada salah satu kisah Abraham , yang mana seorang yang sangat istimewa dan dipilih oleh Allah. Pada kala itu diceritakan bahwa Abraham diperintah Allah untuk mengorbankan Ishaq anaknya, walaupun sebenarnya tidak jadi ishaq yang dikorbankan karena telah diganti oleh Allah. Dari kisah ini, Abraham merupakan seorang yang taat dan patuh terhadap perintah Allah, oleh sebab itu Allah memberikan janji bahwa dengan ketaatan Abraham tersebut akan membawa banyak berkah terhadap kehidupan di muka bumi ini. Baik kepada diri Abraham serta seluruh keturunannya.

Janji ini lah yang kembali diulang oleh salah satu suku Yehuda yaitu suku awal bangsa Yahudi. Lebih tepatnya oleh garis keturunan Daud, dimana mereka telah menganggap bahwa Allah berhubungan langsung dengan para umatnya atau sering disebut sebagai kepercayaan monoteistis. Konsep ini lah yang dipercayai menjadi dasar dalam kepercayaan Yudaisme atau kepercayaan kaum Yahudi.

Untuk melaksanakan Janji Allah kepada seluruh keturunan Abraham, Allah memilih Musa sebagai perantara dalam menyampaikan Wahyu ini. Musa sebagai umat yang Allah pilih untuk mendapatkan Taurat sebagai dasar hukum dalam membebaskan umatnya dari kegelapan serta menuntun seluruh umatnya untuk menuju Allah dan jalan-jalan kebaikan menuju surga. Oleh sebab itu, Musa juga dikenal baik dalam ajaran kaum Yahudi, karena juga memiliki peran penting dalam hubungan seluruh umat Yahudi dengan Allah. Sebagaimana tertulis dalam isi kitab-kitab Allah.

Perspektif Dunia Pada Asal-Usul Bangsa Yahudi
Article Bible Information Pray

Perspektif Dunia Pada Asal-Usul Bangsa Yahudi

Perspektif Dunia Pada Asal-Usul Bangsa Yahudi – Bangsa yahudi sejatinya merupakan bangsa yang disebut sebagai kaum pilihan. Nama yahudi sendiri diambil dari salah satu marga dari leluhur bangsa Israel. Keseluruhan leluhur bangsa, Israel berasal dari dua belas keturunan-keturunan Yakub. Salah satu diantaranya adalah yang bernama Yehuda. Dari ke dua belas keturunan Yakob. Keturunan dari Yehuda merupakan yang palin banyak diantara semuanya. Hingga akhirnya perspektif masyarakat di seluruh dunia pada umumnya menganggap bahawa keseluruh bangsa Israel, tanpa memandang apakah seseorang tersebut merupakan warga negara yang berada di negara Israel atau bahkan keturunan dari yehuda yang berada di seluruh penjuru dunia. Bangsa Israel disebut juga sebagai orang-orang Yahudi, dan begitu pula dengan seluruh penganut ajaran agama yahudi disebut oleh masyarakat dunia dengan nama yang sama pula yaitu Yahudi. Bangsa Israel dalam ini adalah bangsa Yahudi sangat mengutamakan garis keturunan atau dengan kata lain keluarga menjadi suatu hal yang utama. Umat yang memiliki kepercayaan Yahudi memiliki hari istimewa pada tiap-tiap pekan tepatnya adalah hari sabtu atau pada kalangan bangsa Israel disebut sebagai hari Sabat. Selain hari Sabat yang jatuh tiap minggu terdapat pula hari besar umat keturunan Yehuda yakni “Rosh Hashanah” dan “Yom Kippur”. Rosh Hanna Merupakan hari pergantian tahun. Sedangkan Yom Kippur merupakan Hari penerimaan tobat bagi kaum yahudi.

Secara umum, bangsa Israel yang memiliki kepercayaan akan agama Yehuda memiliki 2 pedoman sebagai pegangan hidup kaum yahudi di dunia. Pedoman tersebut adalah pedoman tertulis berupa kitab perjanjian dan pedoman lisan yang berasal kumpulan torah dari para nabi dan juga para cendekiawan Taurat. Talmud merupakan kumpulan utama yang terdiri dari Mishnah dan Halakhah serta Gemara atau legenda, Midrash dan Aggadah yang merupakan kisah-kisah legenda atau kisah-kisah lama. Isi utama dari kitab agama Yahudi adalah tentang perjanjian tuhan dengan Arbraham bawa dia dan seluruh keturunannya akan diberi rahmat dan perlindungan Tuhan oleh sebab itu keturunan Yahudi menganggap sangat taat akan kitab perjanjian lama tersebut dengan harapan tercipta masyarakat yang adil, makmur serta tetap beriman pada Tuhan.

Mayoritas publik dunia mengangap bahwa orang yahudi pasti memeluk agama yahudi. Namun, hal ini merupakan anggapan yang keliru sebab di negara Israel sendiri memiliki keberagaman baik suku, bangsa maupun kepercayaa yang dianut. Hal ini sesuai dengan fakta bahwa tidak semua orang yahudi atau bangsa yahudi memeluk agama Yahudi atau yudaiseme. Negara Israel merupakan negara yang majemuk dimana bangsa yahudi terdiri dari pemeluk agama lain pula tidak hanya kepercayaan Yudaisme.

Banyak dari pemain judi yang bermain speedbet77.com resmi yang merupakan orang yahudi yang memeluk agama yudaiseme, bahkan ada pula beberapa pemain sbobet yang berasal dari bangsa yahudi yang memeluk agama Islam. Bangsa yahudi yang memeluk agama islam ini populer dengan sebutan “Jews for Allah” dan membaca Al-Qur’an dalam Bahasa Ibrani.

Uncategorized

Kepercayaan Yahudiah bagi Bangsa Yahudi

Bumi telah ada sejak berjuta-juta tahun yang lalu dengan demikian maka peradaban dan kemajuan juga telah berubah seperti yang kita semua telah ketahui bahwa kepercayaan sudah ada sejak zaman dahulu meski kadang kepercayaan tersebut berubah Seiring berjalannya waktu dengan banyaknya bangsa yang ada di dunia ini kepercayaan juga beragam Bahkan dalam sejarah dikenal kepercayaan akan roh roh nenek moyang dan juga benda-benda pusaka dalam suatu negara sendiri bahkan ada banyak agama yang dianut oleh masyarakatnya sehingga tidak dipungkiri bahwa di dunia ini ada ratusan bahkan ribuan jika semua diketahui kepercayaan orang-orang yang ada salah satu kepercayaan yang ada adalah yahudiah atau yudaisme bagi bangsa Yahudi.

Yahudiah atau Yudaisme ini adalah sebuah kepercayaan yang unik untuk orang atau bagi mereka bangsa Yahudi. Bangsa Yahudi sendiri merupakan penduduk negara Israel maupun orang Yahudi yang bermukim atau tinggal di luar negeri. Inti dari kepercayaan bagi mereka penganut agama Yahudi ini adalah wujudnya Tuhan yang Maha Esa. Yang dimakan merupakan pencipta dari dunia yang menyelamatkan bangsa Israel dari penindasan di Mesir. Selain itu juga untuk menurunkan undang-undang Tuhan atau Undang-Undang Torah kepada mereka bangsa Yahudi, dan juga untuk memilih mereka sebagai cahaya kepada manusia sedunia. Seperti itulah inti dari kepercayaan yang dianut oleh mereka bangsa Yahudi. Namun tidak semua juga mempercayai akan hal itu. Karena dengan banyaknya kepercayaan yang ada di dunia ini juga ada beragam pendapat yang dikeluarkan.

Kitab dari agama Yahudi ini yang mereka percayai menuliskan Tuhan telah membuat perjanjian dengan Abraham. Perjanjian tersebut mengatakan bahwa dia dan juga cucu-cicitnya akan diberi rahmat apabila mereka selalu beriman kepada Tuhan. Itulah yang orang atau bangsa Yahudi percayai. Dari perjanjian inilah kemudian diulangi oleh Ishak dan juga oleh Yakub. Dan karena Ishak dan juga Yakub menurunkan tau keturunan dari merkea bangsa Yahudi maka mereka meyakini bahwa merekalah bangsa yang terpilih. Seperti yang mereka penganutnya percayai. Bagi mereka para penganut Yahudi dipilih untuk melaksanakan berbagi tugas-tugas, dan juga dipilih untuk melaksanakan tanggung jawab khusus. Tanggung jawab yang dimaksud seperti untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan juga makmur, tanggung jawab seperti beriman kepada Tuhan mereka yang dipercayai.

Salah Kaprah dalam Pelafalan YHVH yaitu Yahweh Bagi Orang Kristen Indonesia
Article Bible Information

Salah Kaprah dalam Pelafalan YHVH yaitu Yahweh Bagi Orang Kristen Indonesia

Banyak-banyak kini orang yang beragama kristen di Indonesia mengganti kalimat Allah dalam agamanya menjadi Yahweh yang berasal dari kata YHVH. YHVH ini sering digunakan para warga Israel yang memeluk komunitas para yahudi. Menurut rumor yang beredar bahwasannya orang-orang kristen di Indonesia ini mengucapkan kalimat Allah ini seperti menyembah Tuhan dari orang-orang yang memeluk agama Islam. Padahal sudah dijelaskan bahwa YHVH tidak boleh digunakan karena pelafalan yang masih belum jelas walaupun di dalamnya sudah ada perjanjian lampau mengenai YHVH yang menggunakan bahasa Ibrani. Bahwasannya, orang-orang kristen di Indonesia mengklaim nama dari Tuhan di agamanya yaitu YHVH bukan Allah yang merupakan Tuhan dari orang islam. Bahwasannya, mereka para orang kristen di Indonesia ini juga menganut penyebutan Tuhan mereka sama seperti bangsa Israel, padahal dilarang juga dalam pelafalannya karena artinya yang belum jelas dan takut untuk disalah gunakan oleh para pemeluknya.

Pada mulanya, para warga kristen yang berada di Indonesia ini mulai menyukseskan pengucapan salamnya yang berupa selamat pagi, siang , ataupun sore menjadi kalimat shalom. Sekarang, para warga kristen di Indonesia menggunakan pengucapan Tuhan mereka yang dianut kepercayaan oleh orang Yahudi di Israel yang sejak dulu terjadi dengan Kalimat Yahweh. Di sini ketidaksadaran dari orang-orang kristen di Indonesia, ini dapat menyerang perjanjian lama yang ada pada masanya dengan menggunakan bahasa Yunani. Padahal jika mereka yang menolak kalimat Allah dalam ajaran agama kristen mereka sama saja mereka juga menolak kalimat YHVH dan Elohim yang sama-sama mengandung arti TUHAN. Untuk Kurios dan Theos ini telah tercantum di dalam perjanjian yang baru dengan penggunaan bahasa Yunani. Tentu saja mereka menolak dengan mentah yang ada di dalam perjanjian baru, padahal hal seperti itu merupakan Firman Tuhan bagi orang-orang kristen. Padahal, sudah disebutkan dalam alkitab untuk menganggungkan nama Tuhan mereka dan tidak boleh menyalah gunakan nama Tuhan untuk hal yang berbau keburukan. Antara Kurios yang merupakan tulisannya berasal dari bahasa Ibrani adalah YHVH, ini sering di sebut dengan orang-orang Kristen ini sama halnya dengan Yahweh. Padahal, penyebutan lafal dari YHVH adalah Adonai.

Padahal YHVH ini tidak boleh diucapkan pelafalannya secara sembarang bagi orang yahudi, tetapi orang-orang kristen Indonesia megucapkannya dengan sembarangan. Padahal penggunaan kalimat Yahweh ini tidak memperlancarkan mereka untuk berdekatan dengan Tuhan bagi orang yang memeluk agama kristen. Melainkan malah akan menjauhi penciptanya, karena sulit menerima nama Tuhan mereka yang sebenarnya. Masalah keimanan seseorang bukan dilihat dari cara menyebutkan nama Tuhan mereka, melainkan dilihat dari seberapa seringnya ia menganggungkan nama Tuhannya dalam beribadah dan meminta sebuah pertolongan dan rahmatnya.

Misteri Dibalik Istilah Yahweh Bagi Kaum Yehuda
Article Bible Information Pray

Misteri Dibalik Istilah Yahweh Bagi Kaum Yehuda

Alkitab menyebutkan bahwa bangsa-bangsa lain yang menyembah Yahweh dan bagaimana dewa datang dari Edom untuk membantu orang Israel dalam peperangan (Ulangan 33: 2, Hakim 5: 4-5). Dalam Alkitab, Yahweh merupakan satu-satunya Tuhan yang benar. Tuhan yang menciptakan langit dan bumi. Dan merupakan Tuhan yang kemudian memilih orang-orang tertentu dalam hal ini adalah orang Israel sebagai miliknya. Sebagai kaum terpilih, bangsa Israel memiliki satu tujuan yaitu mereka harus dapat kembali ke tempat di mana Yaqub pernah hidup yaitu tanah nenek moyang mereka terdahulu. Pada waktu itu wilayah tersebut bernama Tanah Kanaan. Saat ini menjadi Negara Israel. Yeshua (Nabi Yusya Bin Nun) yang memimpin Israel kembali ke Tanah Kanaan tanah leluhur mereka. Bangsa Israel meyakini bahwa Yahweh adalah nama dewa negara Kerajaan Israel kuno yang kemudian menjadi Kerajaan Yehuda. Namanya terdiri dari empat konsonan Ibrani yaitu YHWH atau istilah ini dikenal sebagai Tetragrammaton. Bagi bangsa israel hal ini telah sesuai dengan yang dikatakan oleh nabi Musa sebagaimana telah diungkapkan sebelumnya kepada umatnya. Bangsa yahudi melarang penggunaan kata Yahweh untuk diucapkan karena mereka beranggapan bahwa nama mahluk tertinggi. Hal ini dianggap terlalu suci untuk diucapkan bagi mahluk seperti manusia. Konsonan YHWH digunakan untuk mengingatkan seorang hamba untuk mengucapkan kata ‘adonai’ atau lord yang digunakan sebagai pengganti nama dewa.

Suku Yehuda merupakan salah satu suku dari dua belas suku yang ada di Israel yang berasal dari keturunan Yehuda, putra Yakub dan Lea. Menurut catatan pada Alkitab Ibrani, Yosua menetapkan pemberian tanah di antara kedua belas suku yang ada dengan cara undian. Setelah Kanaan berhasil ditaklukan oleh suku Israel pada tahun 1200-an SM. Suku Yehuda sendiri memperoleh bagian berupa beberapa kota besar seperti Hebron, Betlehem & Negev. Berkaitan dengan pencapaian Yehuda, sebelumnya Yakub berwasiat bahwa “Yehuda adalah seperti anak singa: setelah menerkam, engkau naik ke suatu tempat yang tinggi, hai anakku: Dia tiarap dan berbaring seperti singa jantan/seperti singa betina: Siapakah yang berani membangunkannya?” (Kejadian 49:8-12).

Asal-usul nama Yehuda berasal dari kata Odeh, yang memiliki arti “Aku akan menaikkan pujian”. Sebagaimana dalam sastra rabinik klasik, nama tersebut ditafsirkan sebagai sebuah kombinasi dari nama Tuhan Yahweh dan sebuah dalet yang berupa huruf d dalam abjad Ibrani. Berdasarkan Gematria atau perhitungan angka huruf, huruf dalet memiliki nilai 4. Angka ini merujuk Yehuda sebagai seorang anak laki-laki yang ke empat. Para pakar Alkitab menganggap suku Yehuda merupakan para pengarang teks yang berperan sebagai bagian dari konfederasi Israel yang terdahulu. Namun, tidak sedikit diantara pakar alkitab dari yang menduga bahwa suku Yehuda bukanlah suku asli dari bangsa Israel. Pakar alkitab yang lain menduga bahwa suku Yehuda terdiri dari campuran berbagai suku non-Israel.

1 Reply
Mitos-mitos tentang Penggunaan Nama YHWH
Article Bible Information Pray

Mitos-mitos tentang Penggunaan Nama YHWH

Penggunaan nama YHWH sudah terjadi sebelum terjadi pada masa pembuangan Yudaisme di Babilonia. Bahwasannya penggunaan nama YHWH ini boleh diucapkan di dalam keadaan tempat yang suci tetapi jika di luar tempat suci atau tempat umum tidak boleh mengucapkan kalimat YHWH dan menggantikannya dengan kalimat atau pengucapan yang lebih halus. Yudaisme dianut oleh bangsa-bangsa Israel. Bahwa, YHWH ini tidak boleh diucapkan pada zaman dahulu karena pelafalannya belum jelas dan juga taku disalahgunakan oleh umat yudaisme atas kepentingan pribadi yang berupa keburukan. Ternyata YHWH ini memiliki mitos tersendiri dalam hal akademik. Mitos-mitos terebut adalah nama YHWH ini sangat suci untuk dilafalkan dan setelah adanya yudaisme pada pembuangan dari Babilon ini nama YHWH ini dilarang lagi untuk dilafalkan oleh orang-orang karena nama YHWH ini tersembunyi. Mitos yang ada selanjutnya adalah tidak boleh untuk diucapkan dalam hal apapun karena YHWH pelafalannya tidak jelas dan keempat huruf ini tidak ada huruf vokalnya jadi tidak baik untuk dilafalkan. Setelah itu, ada mitos yang mengatakan jika menggunakan nama YHWH ini akan mengembalikan pada perjanjian lama berbahasa Yunani, ada mitos juga bahwasannya YHWH ini diganti menjadi Kurios, Nama dari YHWH ini diadopsi dari nama luar bangsa Israel, dan YHWH ini diambil dari suku keni sebagian besar ada yang menganggap dari Mesir ada juga yang beranggapan dari pahlawan Ilahi Kaanan. Yang merupakan mitos paling terakhir adalah merupakan kata TUHAN dari bahasa Ibrani yaitu El, Eloah, dan Elohim.

Apakah nama YHWH ini atau Yahweh ini dituliskan dalam kitab PB Yunani? Maka dari itu akan dibahas kali ini. Dilihat dari adanya analisis aspek sosiologis religi dijelaskan bahwasannya adalah sejak adanya kepulangan dari Yudaisme dari masa Babilonia ini terjadi pada 4 Sm dan pada saat 1 Ms ini mulai memanas dan memuncak. Maka dari nama YHWH ini tidak boleh untuk digunakan lagi, dan diganti dengan penyapaan menggunakan kalimat adonai, namun YHWH ini sudah tertulis di dalam TaNakh. Dan, jika dilihat dari aspek analisa sejarah teks yang ada adalah dimana adanya tradisi pengucapan dan tulisan dimana semua pengartiannya adala YHWH ini yang selanjutnya diganti dengan Adonai ini selanjutnya terjemahannya adalah Kurios, dalam penulisan sebuah perjanjian yang baru dan mengutip dari Septuaginta. Membahas Septuaginta nama YHMH ini ada di dalam LXXp.Fouad INV.266 , LXXVTS 10a , LXXVTS 10b , dan SymP. Vindob. G. 3977.

Begitulah informasi singkat mengenai mitos penggunaan YHMH dan aspek analisa dari nama YHWH yang ada di dalam kitab PB Yunani. Semoga, informasi dapat membantu dan dipahami oleh kamu yang lagi ingin mengetahui tentang YHMH.

YHWH bukan Berhala tetapi Nama Tuhan yang Sudah ada Dalam Firman
Article Bible Information Pray

YHWH bukan Berhala tetapi Nama Tuhan yang Sudah ada Dalam Firman

Semakin berjalannya waktu banyak sekali yang menggunakan kalimat YHWH atau Yahweh untuk masalah ketuhanan di sebagian besar dunia bagi umat-umat kristen atau juga umat yahudi. Orang-orang disini memberikan tanggapan bahwasannya kembali ke perjanjian lama jadi ada sebagian yang mempertahankan untuk tidak mengucapkan kata YHWH. Sebenarnya sudah lama sekali YHWH ini tidak disebut atau dilafalkan karena pada zaman dahulu atau bisa disebut lampau mengarah pada hal yang penuh kesesatan. Di tahun 2001 ada hantaman mengenai penyebutan YHWH ini di gereja-gereja. Dan, sampai sekarang masih booming di sebuah gereja-gereja besar dalam penyebutan YHWH yang dipulihkan. Jadi, hal seperti ini mungkin juga karena gerakan dari ruh kudus itu sendiri. Namun, sebagian besar orang tidak ada gerakan dari hatinya untuk belaar, jadi mereka sering menganilisis hal-hal baru yang baru diterapkan seperti YHMH menurut beberapa perkataan satu dengan perkataan lain, jadi lebih memilih kata orang. Sebagian besar orang menganggap bahwa YHWH itu berhala tetapi mereka hanya mengedepankan sudut pandang satu orang.

Bahwasannya, sebenarnya YHWH ini sudah tercantum dalam firman Tuhan. YHWH bukanlah berhala karena bisa diibaratkan dengan permainan gitar. Gitar ini bisa dianggap memiliki YHWH dan pasti akan disembah oleh Yaaqov dan Avraham. Sudah jelas hal itu akan dilakukan oleh orang lain yang memberikan nama kepada bendanya YHWH dan pastinya mereka akan memujanya. Hal tersebut sudah dijelaskan dalam firman Tuhan di dalam kitabnya Tawarikh 16:26,bahwasannya selain hal yang menyangkut dengan Dirinya dalah berhala yang tidak patut untuk disembah. Jadi, bahwasannya YHWH adalah satu, YHWH adalah Tuhan, dan patut dia satu-satunya untuk disembah oleh umat manusia yang memegang kepercayaan ini. Jika, ada manusia yang membuat YHWH sendiri dengan tangannya maka pada hari akhirnya akan diperlihatkan sendiri bahwa hal tersebut adalah berhala yang tidak patut untuk disembah. Jika, penerapan YHWH itu berhala bahwasannya hal tersebut dilakukan oleh negara-negara yang menyembah berhala tidak pernah melakukan pembicaraan dan menutup rapat bangsanya, serta kurang memperkenalkan diri keluar wilayah. Padahal, hal seperti ini penamaan Tuhan yang berasal dari bahasa Ibrani sudah ada di saat terjadinya pembuangan warga yudaisme yang terjadi pada masa Babilonia.

Jadi, pada akhirnya YHWH itu disembah oleh anggota Yaaqov, Avraham, dan bapa Yitshkaq. Tetapi, dengan pemikiran orang lain yang mereka sembah itu adalah berhala. Karena, mereka hanya memandang satu sudut saja tanpa perlu adanya analisis yang lebih mendalam tentang YHWH yang sudah sejak dulu ada pada masa yudaisme di Israel. Walaupun, penggunaan dari YHWH ini tidak diperbolehkan pengucapannya secara sembarangan, jika ingin melafalkan YHWH ini dapat diucapkan secara halu dan lembut saja.

Yahudi, Agama ataukah Suku ?
Article Information Pray

Yahudi, Agama ataukah Suku ?

Bangsa Israel dikenal diseluruh dunia dengan sebutan bangsa yahudi. Bangsa Israel mempunyai keyakinan yang unik dibandingkan dengan keyakinan bangsa pagan disekitar wilayah negri Israel. Mereka meyakini bahwa Tuhan hanya satu, tetapi Tuhan hadir dalam dan melalui banyak nama. Nama Tuhan yang paling istimewa bagi bangsa Israel adalah YHWH sebagaimana tercantum pada Kitab Ulangan 26:17-18, yang mengaskan hubungan antara umat yahudi dengan YHWH dimana Tuhan bangsa Israel telah memilih Israel sebagai “am segullah” (umat terpilih). Bangsa Israel sendiri mengakui bahwa YHWH adalah satu-satunya Tuhan bagi mereka. Bangsa israel meyakini bahwa agama itu bertopang kepada Torah atau Taurat. Dalam sejarah yang diyakini oleh bangsa Israel mengenai Torah pada leluhur mereka, Torah diberikan kepada Moshe atau Nabi Musa ketika bermunajat di Gunung Sinai. Pada awalnya, Torah diterima dalam wujud roh batu, tetapi torah tersebut hancur karena dilemparkan ke tanah oleh Moshe ketika dia kecewa melihat umatnya menyembah berhala sapi. Pada akhirnya, Bangsa Israel meyakini bahwa Torah dituliskan kembali secara persis atas perintah Tuhan, dan selanjutnya salinan Torah diperintahkan untuk disimpan di dalam Tabut Perjanjian.

Yahudi bukan merupakan sebutan yang tepat untuk sebuah agama. Hal ini karena agama haruslah mengandung syariat. Bagi bangsa Israel, terdapat amalan yang dikenal dengan istilah Halakhahyang. Dalam amalan tersebut berisi tentang apa yang haram dan halal atau dalam istilah bangsa israel adalah mutar dan asur. Halakhah ini bersumber dari Torah tertulis dan tidak tertulis. Selain alasan tersebut, bangsa Israel tidak menjelaskan atau memperkenalkan keyakinan mereka sebagai sebuah “agama” Yahudi. Hal ini karena agama Bangsa Israel tidak hanya pada bagian tentang akidah (pengesaan YHWH), wahyu dan pengamalan (Torah), serta ketentuan hukum atau syariat (Halakhah) semata.

Yahudi , Agama ataukah Suku

Melihat pada sejarah yang ada, pada masa kerajaan Babilonia ditaklukan oleh Persia. Nama Yehud masih tetap dipakai. Tidak terbatas hal tersebut, Yahudi pada saat itu merupakan panggilan yang sangat terkenal karena bangsa Israel kala itu menyebut diri mereka demikian. Selain hal tersebut, terkait sejarah juga Imam Ezra kembali menyebutkan tentang sebutan Israel. Dia tidak menyebut dirinya Yahudi, melainkan Israel. Menurutnya sebutan Israel lebih pantas dan terhormat karena bermakna ôHamba Tuhanö. Dalam tulisan-tulisan Imam Ezra baik yang berbahasa Aramik sekalipun, beliau tetap menggunakan istilah Israel meskipun nama Israel hanya digunakan apabila menggunakan Bahasa Ibrani yakni bahasa asli orang Israel. Kehancuran kuil solomo merupakan tonggak sejarah yang menyebabkan kaum Yahudi menyebar ke seluruh penjuru dunia. Hal ini dinilai karena kehancuran kuil solomo merupakan pukulan bagi Yahudi. Setelah kejadian hancurnya kuil solomo, umat yahudi menyebar, hidup di luar Tanah Israel.

Yahweh, Kata Terlarang Bagi Bangsa Israel
Article Bible Information

Yahweh, Kata Terlarang Bagi Bangsa Israel

Pada mulanya, orang-orang Kanaan atau yang sekarang menjadai negara Israel, mempraktikkan suatu bentuk pemujaan terhadap leluhur dengan cara memuliakan “dewa ayah” atau “dewa rumah”. Hal ini merupakan bentuk daripada memberi penghormatan kepada leluhur duniawi mereka. Di dalam upaya bangsa Israel untuk membangun hubungan suku dan keluarga secara individu, praktik ini kemudian berkembang menjadi pemujaan terhadap dewa seperti Baal, dewa El, Asherah, Dewa Utu-Shamash, dan juga Tuhan Yahweh. Bangsa Kanaan atau yang sekarang ini kerap disebut sebagai bangsa Yahudi dari Negara Israel, pada mulanya sama seperti semua peradaban kuno yakni melakukan penyembahan kepada banyak dewa. Namun, bangsa yahudi yang utama menyembah kepada dewa-dewa tersebut di antara mereka adalah dewa langit El.

Menurut kepercayaan bangsa Israel, dewa El memberikan masing-masing otoritas kepada dewa yang lain atas segmen orang-orang di bumi dan Yahweh merupakan dewa yang ditugaskan kepada bangsa Israel. Hingga pada akhirnya bangsa Israel menjadikannya dewa tertinggi dan satu-satunya dewa bagi mereka. Hal ini menunjukan bahwa sebelumnya Yahweh merupakan dewa Kanaan yang lebih rendah dibandingkan dengan dewa El. Sebagaimana pada kitab yang digunakan sebagai acuan bangsa israel bahwa “Musa belajar identitas aslinya sebagai seorang Israel dan, setelah membunuh seorang Mesir, melarikan diri ke tanah Midian di mana, pada waktunya ia bertemu Yahweh dalam bentuk semak yang terbakar” (Keluaran 3, 4: 1-17). Berdasarkan ayat tersebut, menafsirkan bahwa Yahweh ditransformasikan dari satu dewa di antara banyak dewa ke dewa tertinggi oleh bangsa Israel di Zaman Besi (c.1200-930 SM). Zaman besi merupakan era ketika besi menggantikan perunggu dan adanya peleburan tembaga. Pada zaman ini kerajinan tersebut dipandang sebagai semacam sebuah transformatif. Di sisi lain, sihir mulai kehilangan status unik mereka tergantikan oleh zaman baru ini. Pada waktu itu, orang Israel berusaha menjauhkan diri dari dunia luar untuk menyatukan kekuatan politik dan militer. Dengan adanya kekuatan politik dan militer, dengan demikian mereka dapat mengangkat Yahweh di atas El dan menjadikan yahweh sebagai makhluk tertinggi sekaligus mengklaimnya sebagai milik bangsa Israel.

Bangsa yahudi melarang penggunaan kata Yahweh untuk diucapkan pada percakapan sehari-hari karena mereka beranggapan bahwa nama mahluk tertinggi tidak boleh diucapkan secara sembarangan. Hal ini karena bangsa Yahudi memiliki anggapan bahwa kata Yahweh terlalu suci untuk diucapkan bagi mahluk seperti manusia sekalipun mereka adalah mahluk pilihan seperti bangsa Yahudi. Bangsa Israel mengenal Konsonan YHWH yang digunakan guna mengingatkan seorang hamba untuk mengucapkan kata ‘adonai’ atau lord yang digunakan sebagai pengganti nama dewa. Yahweh sendiri hanya diucapkan sekali dalam setahun yakni pada saat hari pembukaan pintu taubat bagi bangsa Israel.

TUHAN Bangsa Israel YHWH atau Yahweh
Article Bible Information Pray

TUHAN Bangsa Israel YHWH atau Yahweh

Penduduk dari bangsa israel sebagian besar beragama yahudi. Kata dari yahudi ini merupakan kata yang diambil dari keturunan dari Yehuda. Pada akhirnya, keseluruhan orang di warga negara bangsa Israel memanggil mereka dengan sebutan nama agama mereka yaitu orang-orang yahudi. Nama dari Tuhan bangsa Yahudi ini adalah YHWH yang biasanya pelafalan dari nama YHWH atau Yahweh. Nama YHWH sendiri dalam alkitab diantaranya adalah YHWH Jireh, Nissi, Sabaoth, dan masih banyak lagi yang ada disebutkan di dalam alKitab. Di dalam alkitab nama yang paling sering disebut dengan nama YHWH yang merupakan bahasa ibrani. Bahasa ini telah diulang dan ditulis dalam kitab yang merupakan perjanjian lama yang telah lampau dan mempunyai penerjemahan adalah TUHAN. Dari abad terdahulu hingga sekarang penggunaan nama YHWH ini dilarang dalam pengucapannya di dalam orang Yahudi karena takut adanya penyalah gunaan. Maka dari itu, YHWH ini sering diganti pengucapannya dengan Adonian yang memiliki makna dan arti dari Tuan atau Tuhan. Komunitas agama Yahudi di dalam bangsa Israel, mengganggungkan nama Tuhan mereka dengan nama YHWH untuk menunjukkan rasa hormatnya secara mendalam kepada Tuhan mereka.

YHWH merupakan sebuah sebutan orang di dalam bentuk ketiga yang sifatnya tunggal. Perkataan dari illahi para yahudi ada 3 konteks nama YHWH yang memberitahukan adanya kepribadian dari illahi yang baru, rumusan tersebut bahwasannya TUHAN yang disembah sama saja dan satu. Hal ini Ilahi menunjukkan pada perumusan hal yang dinamis, bukan hanya merujuk pada kata benda. Seluruh manusia boleh menganut dan mengimaninya dengan layak. Melakukan segala apa yang diindahkan oleh Ilahi dan menaati segala peraturan yang ada. Disini Ilahi menyuruh para manusia untuk tidak terlalu dieksploitasi namanya serta memberikan penyembahan kepadanya layaknya orang-orang penyembah berhala dan hanya digunakan untuk kepentingan dirinya sendiri. Setelah mengetahui nama Ilahi bukan berarti digunakan dalam hal untuk menguasai nama dari Ilahi, hal ini tentu saja dilarang dalam agama Yahudi. Karena, hal ini bisa disalah gunakan para manusia untuk segala kepentingan yang tidak baik.

Begitulah mengenai TUHAN dari bangsa Israel yang merupakan komunitas beragama Yahudi. TUHAN yang disebut sebagai YHWH atau Yahweh. Untuk dapat mengenal lebih dekat dengan TUHAN dari bangsa Israel ini kamu dapat mencarinya dan mempeljari dari dalam alkitab para Yahudi. Dalam bahasa Indonesia sendiri memiliki artian yang berupa TUHAN bala tentara. Untuk hal seperti, bagi para Yahudi untuk dapat mengimani nama TUHAN haruslah dengan cara menganggungkan nama TUHAN dan tidak menggunakan nama TUHAN dalam hal ataupun perbuatan yang keji dan kejam, serta mencoreng nama agama yang dianut oleh komunitas Yahudi.

Kisah Yusuf bersama Yehuda Leluhur Bangsa Yahudi di Tanah Kanaan
Article Information

Kisah Yusuf bersama Yehuda Leluhur Bangsa Yahudi di Tanah Kanaan

Kisah Yusuf bersama Yehuda Leluhur Bangsa Yahudi di Tanah Kanaan

Nama Yehuda merupakan nama yang berasal dari kata Odeh yang memiliki arti “Aku akan menaikkan pujian”. Yehuda dilahirkan di Padan-Aram, yang juga merupakan kota kelahiran ibunya. Sebelumnya Yehuda tinggal bersama neneknya. Baru pada usia sekitar 9 tahun Yehuda ikut tinggal bersama dengan orang tua dan saudara-saudaranya yang pindah dari Padan-Aram ke tanah Kanaan, dan pada akhirnya menetap di Hebron.

Kebencian Yehuda Dan Saudara-Saudaranya Terhadap Yusuf

Yehuda merupakan salah satu dari 12 anak yakub. Yehuda adalah anak ke empat dari 12 bersaudara. Yakub memiliki 4 orang Istri. Yehuda merupakan anak dari salah seorang istri Yakub yang bernama Lea. Yehuda mempunyai seorang saudara yang bernama Yusuf. Yehuda dan saudaranya sangat membenci yusuf. Hal ini karena Yusuf kerap melaporkan kejahatan-kejahatannya dan saudaranya kepada Yakub. Selain itu, Yehuda dan saudara-saudaranya iri kepada Yusuf karena ayahnya sangat mengasihi Yusuf ketimbang saudara-saudaranya yang lain. Hal ini karena Yusuf lahir pada saat masa tua Yakub. Hal yang membuat saudara-saudanya iri terhadap Yusuf adalah ketika Yakub memberikan sebuah jubah yang indah kepada Yusuf namun tidak kepada anak-anaknya yang lain termasuk Yehuda. Hal ini tentu saja membuat Yehuda dan saudara-saudaranya semakin membenci Yusuf. Ditambah lagi, Yusuf sering bercerita akan mimpinya kepada saudara-saudaranya. Mimpi yang Yusuf ceritakan adalah mimpi tentang saudara-saudaranya bersujud kepada Yusuf, serta mimpi Yusuf yang melihat matahari, bulan, dan sebelas bintang bersujud kepada Yusuf. Maka semakin bertambah kebencian di hati saudara-saudara Yehuda terhadap Yusuf.

Kisah Yusuf bersama Yehuda Leluhur Bangsa Yahudi di Tanah Kanaan

Suatu hari ketika Yehuda dan saudara-saudaranya sedang menggembalakan domba ayah mereka. Yusuf diperintahkan oleh Yakub untuk memeriksa saudara-saudaranya. Pergilah Yusuf melaksanakan perintah ayahnya. Di tempat yehuda dan saudara-saudanya menggembalakan domba, mereka melihat dari kejauhan Yusuf hendak mendatangi mereka. Lalu, saudara-saudara Yehuda merencanakan untuk membunuh Yusuf karena sudah tidak tahan lagi dengan iri hati yang selama ini mereka pendam terhadap Yusuf. Namun pembunuhan yang mereka rencanakan tidak dilakukan, hal ini karena mereka tidak tega untuk membunuh saudara sedarah mereka. Namun mereka menjebak Yusuf masuk kedalam sumur kering ditengah padang pasir. Ketika mereka sedang bersantap makan perbekalan. Mereka melihat dari kejauhan seorang kafilah Ismael menuju Mesir. Mereka kemudian menjual Yusuf kepada orang tersebut. Sekembali mereka ke rumah, saudara saudara Yehuda menggunakan jubah yang dikenakan Yusuf yang telah dilumuri darah domba dan berkata pada ayahnya bahwa Yusuf telah tiada dan hanya menemukan jubah yang berlumuran darah. Mereka berkata barangkali diserang oleh hewan buas. Mendengar kematian anaknya, Yakub berkabung atas kematian anaknya yang paling ia kasihi tersebut. Setelah kejadian kebohongan akan kematian Yusuf, Yehuda Meninggalkan Saudara-saudaranya dan menumpang pada seorang Adulam yang bernama Hira. Di Kanaan, Yehuda menikahi seorang yang bernama Syua dan memiliki 3 orang anak yang bernama Er, Onan, dan Syeila.

Iahushua.com
Tweet
Share
Pin
Share